Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:44 WIB. Liga Eropa - Valencia 2 vs 0 Villarreal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Napoli 0 vs 1 Arsenal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Eintracht Frankfurt 2 vs 0 Benfica
  • 05:42 WIB. Liga Eropa - Chelsea 4 vs 3 Slavia Prague

Genjot Industri Halal, BI Bakal Helat Konferensi Internasional

Genjot Industri Halal, BI Bakal Helat Konferensi Internasional - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) berkomitmen mendukung perkembangan industri syariah atau industri halal Indonesia. Salah satu upayanya dengan menggelar konferensi dan forum bisnis Indonesia International Halal Lifestyle yang akan diselenggarakan pada 3-5 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Anwar Bashori mengatakan, forum ini bertujuan memberi ruang kepada regulator, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha untuk menggarap potensi ekonomi syariah dan industri halal Indonesia.

"Jadi harapannya besok itu betul-betul ada pelaku fesyen halal, kosmetik halal, makanan halal, ada sisi perbankan syariah, LPPOM,  kemudian Kadin, kawasan industri halal. Di situ konsep-konsep yang ada kami kumpulkan di sana, ujungnya seperti apa membangun chain (Halal Supply Chain)," ujar Anwar di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dalam konferensi nanti, dia menjanjikan konferensi yang berbeda dari biasanya. Pasalnya BI turut menggelar Business Forum dan Business Coaching bagi para delegasi dan undangan.

Menurut Anwar, konferensi ini tidak hanya sebagai media untuk memfasilitasi pelaku industri syariah nasional dengan industri syariah global, tetapi juga untuk menyusun road map pengembangan industri syariah di Indonesia.

"Skema acaranya juga beda. Biasanya kalau conference kan hanya one way. Yang unik di sini ada Business Forum, Business Coaching. Ini seperti kami membuat panggung untuk mereka dan kami sekaligus mengamatinya, hasilnya untuk learning bagaimana membuat program atau road map halal industri di Indonesia," ungkapnya.

Dia berharap melalui pertemuan para pelaku usaha, regulator dan pihak berkepentingan lain akan mendapat rumusan yang tepat dalam membangun halal supply chain di Indonesia.

"Karena selama ini kami membangun hanya satu sisi, yakni kapasitas-kapasitas dari usahanya, padahal namanya chain itu enggak mungkin kami satu usaha kan? Ada unit usaha yang dari input-nya, ada prosesnya, distribusinya, ada produksinya, cukup banyak," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan bahwa konferensi dan forum ini dapat memperkenalkan dan mengembangkan halal lifestyle Indonesia.

"Ini akan menambah gairah menggunakan produk-produk Indonesia untuk lebih gemar lagi karena kalau tidak, kami akan menjadi konsumen. Kenapa? Karena tempat lain ngintip semua, kami ini jadi pasar. Umpamanya kalau Wardah tidak kuat, ya nanti yang datang dari Korea. Untuk itu, kami harus dorong supaya dia lebih maju lagi," jelasnya.

Peluang Indonesia sebagai pusat ekonomi halal sangat besar. Data Global Islamic Economic Report 2017-2018 menunjukkan skor indikator ekonomi Islam dan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia berada pada urutan ke-11, sedangkan Malaysia berada pada urutan pertama.

Potensi industri Halal Lifestyle secara global tercatat sebesar US$2.006 miliar pada 2016 dan diproyeksikan akan mencapai US$3.081 miliar pada 2022.

Di Indonesia sendiri sampai dengan 2016, industri syariah didominasi oleh sektor produksi makanan dengan realisasi mencapai 13% dari total potensi global atau sekitar US$250 miliar.

Tag: Ekonomi Syariah, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rina Astaria Mendrova

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26