Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,90% ke level 6.114,45 pada akhir perdagangan sesi II, Senin (17/12/2018). 
  • 15:42 WIB. Produksi - TPIA targetkan produksi polyethylene meningkat menjadi 736 KTA.
  • 15:42 WIB. Kredit - TPIA terima kredit US$380 juta dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan BNP Paribas (cabang Tokyo).

Nielsen Laporkan Penjualan Online FMCG Tumbuh Empat Kali Lebih Cepat

Foto Berita Nielsen Laporkan Penjualan Online FMCG Tumbuh Empat Kali Lebih Cepat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nielsen melaporkan penjualan online global produk Fast Moving Custumer Goods (FMCG) tumbuh empat kali lebih cepat dari pada penjualan offline, dan wilayah menjadi penentu laju pertumbuhan penjualan FMCG online pada tahun-tahun mendatang.

The Nielsen Future Opportunities in FMCG E-commerce Report, yang mengkaji pendorong pertumbuhan FMCG e-commerce di 34 negara, menyoroti kecepatan yang luar biasa dimana e-commerce FMCG akan bertumbuh dalam tahun-tahun mendatang (18,4% CAGR setiap tahun) dan memperkirakan total penjualan global akanmencapaihingga US$400 miliar pada tahun 2022.

"Kawasan Asia Pasifik diharapkan memberikan beberapa peluang pertumbuhan terbesar untuk FMCG online dalam lima tahun kedepan, dimana 43% konsumen di kawasan itu sudah menggunakan platform e-commerce untuk pengiriman produk kerumah, dan 15% lagi menunjukkan bahwa konektivitas internet yang lebih baik akan meningkatkan kecenderungan mereka untuk berbelanja online," ungkap Nielsen sesuai rilisnya di Jakarta, Selasa (25/09/2018).

Nielsen menambahkan, Korea Selatan memimpin dalam e-commerce global, dengan hampir seperlima (18%) dari semua FMCG dijual melalui online, diikuti oleh China (16% dari FMCG dijual online). Taiwan, Jepang, dan Australia juga menempati peringkat lima besar untuk pangsa pasar FMCG online (masing-masing 5,6%, 5%, dan 3%).

"Pasar Asia Pasifik lainnya yang tercakup dalam laporan ini termasuk India, Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Selandia Baru," tambahnya.

Laporan Nielsen mengidentifikasi beberapa faktor pendorong utama pertumbuhan e-commerce FMCG di masa depan, di antaranya pendorong pertumbuhan dasar: ukuran pasar (market size), penetrasi rekening bank, penetrasi internet, penetrasi smartphone. Pendorong pertumbuhan ekonomi makro: kemudahan melakukan bisnis, kepadatan penduduk, keandalan pos pengiriman. Pendorong pertumbuhan sosial: rasa percaya, budaya menabung. Pendorong pertumbuhan suplai: kematangan para pemain e-commerce FMCG.

Ji Hyuk Park, Nielsen’s Developed Markets Digital Retail Lead, menyatakan bahwa banyak konsumen di seluruh Asia Pasifik telah merasakan pengalaman berbelanja online dalam beberapa bentuk, baik itu untuk perjalanan, pakaian, elektronik, atau kategori serupa lainnya.

"Negara-negara yang sedang berkembang di wilayah ini sangat menjanjikan untuk pertumbuhan e-commerce FMCG yang cepat dalam tahun-tahun kedepan seiring dengan melompatnya konsumen dari perdagangan tradisional kepasar online, membuat kebutuhan akan apa yang ditawarkan oleh omni-channel menjadi lebih penting dari sebelumnya bagi para peritel FMCG," ungkap Ji Hyuk Park.

Tag: E-commerce, PT The Nielsen Company Indonesia

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Sumber lain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6089.305 -80.538 621
2 Agriculture 1529.475 7.439 20
3 Mining 1740.264 -24.661 47
4 Basic Industry and Chemicals 823.102 -18.496 71
5 Miscellanous Industry 1396.496 -21.778 46
6 Consumer Goods 2485.433 -44.232 49
7 Cons., Property & Real Estate 447.566 -6.607 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1048.350 -7.984 71
9 Finance 1161.972 -11.642 91
10 Trade & Service 783.053 -8.539 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 226 282 56 24.78
2 KONI 340 424 84 24.71
3 ARTA 488 600 112 22.95
4 SSTM 396 478 82 20.71
5 TIRA 125 150 25 20.00
6 ASBI 282 336 54 19.15
7 APEX 1,300 1,530 230 17.69
8 AHAP 60 68 8 13.33
9 PNSE 1,100 1,240 140 12.73
10 PTSN 965 1,085 120 12.44
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 690 555 -135 -19.57
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 OCAP 226 185 -41 -18.14
4 RELI 228 189 -39 -17.11
5 MERK 7,500 6,450 -1,050 -14.00
6 AKSI 444 398 -46 -10.36
7 KICI 300 270 -30 -10.00
8 SOTS 444 408 -36 -8.11
9 MSKY 785 730 -55 -7.01
10 PSDN 200 187 -13 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 360 8 2.27
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 UNTR 29,425 28,700 -725 -2.46
4 BBRI 3,680 3,600 -80 -2.17
5 TLKM 3,730 3,710 -20 -0.54
6 BMRI 7,575 7,400 -175 -2.31
7 MNCN 780 745 -35 -4.49
8 LPPF 5,625 5,825 200 3.56
9 ASII 8,450 8,300 -150 -1.78
10 PGAS 2,100 2,060 -40 -1.90