Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:18 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Poundsterling pada level 1,2901 USD/Pound
  • 20:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Euro pada level 1,1060 USD/Euro
  • 20:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,46 Yen/USD
  • 20:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.473 USD/troy ounce
  • 20:09 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,28 USD/barel
  • 20:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,50 USD/barel
  • 16:05 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,15% terhadap USD pada level 7,0375 Yuan/USD
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,03% terhadap USD pada level Rp.14.094/USD
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,75% pada level 26.889
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,78% pada level 2.911
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,30% pada level 3.229
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 negatif 0,67% pada level 7.274
  • 15:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,62% pada level 23.148
  • 15:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,30% pada level 2.125

Percepat Industrialisasi, Indonesia Perlu Tiru Korea

Percepat Industrialisasi, Indonesia Perlu Tiru Korea - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai strategi pemerintah Indonesia membatasi impor dan memaksimalkan penyerapan produksi dalam negeri dalam menghadapi tekanan rupiah tidak cukup. Perlu ada langkah lanjutan untuk membangun agenda industrialisasi nasional untuk substitusi impor secara konsisten.

Direktur Eksekutif IGJ, Rachmi Hertanti, menyatakan strategi jangka pendek yang diambil oleh pemerintah untuk merespon pelemahan rupiah  tidak boleh hanya berhenti disitu.

”Itu saja tidak cukup untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dan harus dilanjutkan dengan strategi yang lebih jangka panjang,” Kata Rachmi di Jakarta, Senin (24/09/2018).

Untuk menjawab tantangan ekonomi global saat ini katanya, penguatan daya saing melalui industrialisasi memang menjadi jawabannya.  Namun sayangnya  kebijakan strategi daya saing melalui hilirisasi industri yang diambil pemerintah belum memperlihatkan perubahan yang signifikan.

“Ini terbukti dengan laju pertumbuhan sektor industri pengolahan dan pertanian masih rendah, yakni sebesar 4,27% dan 3,81% pada tahun 2017,” ujarnya.

Berdasarkan catatan IGJ, paling tidak, rendahnya daya saing Indonesia disebabkan oleh tiga hal, pertama, ekspor Indonesia masih dengan strategi mengandalkan ekspor bahan mentah yang tidak memberikan nilai tambah.  Kedua produk unggulan kompetitif Indonesia yang lebih didominasi oleh produk rendah teknologi.  Lalu ketiga Trade Creation pada liberalisasi perdagangan menciptakan ketergantungan yang tinggi pada produk impor. 

“Indonesia harus belajar dari Korea dalam membangun Industrialisasi. Kuncinya adalah pada produk manufaktur yang berbasis berteknologi menengah dan tinggi,” tegasnya.

Untuk mendorong adanya substitusi impor, maka hilirisasi adalah keniscayaan bagi Indonesia. Bahkan penggunaan dalam negeri melalui kewajiban TKDN tidak akan efektif jika industrialisasi tidak berjalan.

“Sehingga perlu adanya monitoring ketat terhadap pelaksanaan TKDN yang memang betul-betul bersumber dari produksi dalam negeri,“ tegas Rachmi.

Presiden Jokowi sendiri telah membentuk tim nasional peningkatan penggunaan produksi dalam negeri melalui Keppres No.24 Tahun 2018. Tugas tim tersebut antara lain melakukan pemantauan penggunaan produksi dalam negeri sejak tahap perencanaan dalam pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh lembaga negara, melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Tim Peningkatan Produk Dalam Negeri.

Untuk memastikan capaian kerja tim yang efektif, Rachmi meminta Presiden  juga untuk tidak mendorong pengikatan Indonesia ke dalam komitmen perjanjian liberalisasi perdagangan dan investasi yang merugikan ekonomi nasional dan menutup kesempatan Indonesia untuk memperkuat industrialisasi nasional.

“Namun faktanya Presiden menargetkan Indonesia untuk ikut di banyak perundingan FTA. Padahal perjanjian FTA akan semakin meliberalisasi sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta melarang adanya kewajiban TKDN, melarang diskriminasi terhadap barang impor dan lokal, bahkan akan menghambat pelaksanaan hilirisasi industri secara konsisten. Kebijakannya sangat kontradiktif, pungkas Rachmi.

Baca Juga

Tag: Ekspor

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Didik Suhartono

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.90 3,740.11
British Pound GBP 1.00 18,287.40 18,104.03
China Yuan CNY 1.00 2,015.06 1,994.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,167.49 14,026.52
Dolar Australia AUD 1.00 9,665.06 9,566.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.87 1,791.68
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.85 10,298.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,689.08 15,530.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.83 3,368.52
Yen Jepang JPY 100.00 13,056.39 12,922.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6155.109 3.019 662
2 Agriculture 1407.700 28.253 20
3 Mining 1487.759 2.187 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.942 -7.373 76
5 Miscellanous Industry 1176.195 -3.763 50
6 Consumer Goods 2068.984 0.749 54
7 Cons., Property & Real Estate 500.869 -3.915 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.597 8.197 76
9 Finance 1281.736 2.705 90
10 Trade & Service 782.940 0.703 165
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 118 157 39 33.05
2 MFMI 436 545 109 25.00
3 PICO 3,580 4,470 890 24.86
4 ITIC 1,050 1,270 220 20.95
5 EAST 91 110 19 20.88
6 TRUS 274 328 54 19.71
7 POLU 1,500 1,795 295 19.67
8 KOIN 150 174 24 16.00
9 JTPE 825 945 120 14.55
10 AMIN 290 328 38 13.10
No Code Prev Close Change %
1 COWL 117 77 -40 -34.19
2 CITY 165 111 -54 -32.73
3 VRNA 101 70 -31 -30.69
4 JSKY 312 234 -78 -25.00
5 PURE 480 360 -120 -25.00
6 ENVY 1,170 880 -290 -24.79
7 TGRA 210 158 -52 -24.76
8 ARTO 2,850 2,230 -620 -21.75
9 PNSE 450 360 -90 -20.00
10 POOL 1,160 940 -220 -18.97
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,420 1,415 -5 -0.35
2 MAMI 250 280 30 12.00
3 IPTV 510 510 0 0.00
4 BBRI 4,190 4,220 30 0.72
5 BHIT 68 68 0 0.00
6 BRPT 1,245 1,175 -70 -5.62
7 ESIP 535 530 -5 -0.93
8 TCPI 5,100 5,075 -25 -0.49
9 TLKM 4,020 4,090 70 1.74
10 TOWR 660 670 10 1.52