Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

China Tak Mau Negosiasi Perdagangan dengan AS Sampai Trump Turun Takhta?

Foto Berita China Tak Mau Negosiasi Perdagangan dengan AS Sampai Trump Turun Takhta?
Warta Ekonomi.co.id, Beijing -

Analis di Mizuho Bank di Tokyo menyatakan, kritik dari Beijing terhadap Washington menunjukkan bahwa China mungkin akan menunggu sampai Donald Trump meninggalkan Gedung Putih daripada memulai negosiasi untuk meredakan friksi perdagangan.

"Mengingat perkembangan ini, semakin mungkin bahwa kedua belah pihak tidak akan melanjutkan negosiasi untuk beberapa waktu, setidaknya sampai ada perubahan nyata dalam suasana politik di kedua sisi," ungkap para analis.

Beberapa putaran pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir telah gagal menghasilkan terobosan signifikan dan negosiasi baru yang telah diperkirakan dalam beberapa minggu mendatang telah dibatalkan setelah Beijing dilaporkan memutuskan akhir pekan lalu untuk tidak mengirim delegasi ke Washington.

Waklil Menteri Peradgangan China, Wang Shouwen, mengatakan bahwa tidak semua diskusi perdagangan dengan AS berakhir dengan sia-sia,  namun pihaknya menuduh AS tidak memilki pengertian dengan China.

Wang juga bertaanya-tanya mengapa AS telah berubah pikiran setelah mencapai kesepakatan dengan China tentang perdagangan, mengacu pada pembicaraan pada Mei lalau ketika muncul secara singkat bahwa kerangka solusi perdagangan kedua negara sedang diselesaikan.

"Eksportir AS pasti akan terluka," Wang, seperti dilansir The Guardian, Selasa (25/9/2018).

Ketika dirinya mengisi di laman editorial Global Times pada Selasa (25/9/2018) dengan mengatakan: "China adalah negara yang besar dan kuat, jadi ketika ada konfrontasi dengan China secara ekonomi atau militer, pasti akan berakibat fatal," pungkasnya.

Tag: Perang Dagang

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi