Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:44 WIB. Liga Eropa - Valencia 2 vs 0 Villarreal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Napoli 0 vs 1 Arsenal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Eintracht Frankfurt 2 vs 0 Benfica
  • 05:42 WIB. Liga Eropa - Chelsea 4 vs 3 Slavia Prague
  • 21:15 WIB. BBM - Terjadi peningkatan konsumsi BBM sebanyak 2,4% dan LPG sebanyak 2% di Sumbagut.

Kemenkop-UKM Kembangkan Pola Kemitraan di Agribisnis Jagung

Kemenkop-UKM Kembangkan Pola Kemitraan di Agribisnis Jagung - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Deputi Menteri Bidang Restrukturisasi Usaha Abdul Kadir Damanik mengatakan, dalam model atau sistem kemitraan agribisnis jagung yang akan dikembangkan, harus mempertimbangkan berbagai keunggulan dan kelemahan para pelaku yang terlibat.

"Maka, perlu diupayakan agar model kemitraan yang dikembangkan mencirikan rantai pasok yang relatif bersifat tertutup, mulai dari pengadaan input produksi, pengolahan hasil, sampai ke jalur pemasaran hasil akhir," jelas Damanik pada workshop Membangun Model Kemitraan Agribisnis Jagung di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Selain itu, lanjut Damanik, model kemitraan harus memperjelas tugas dan tanggung jawab semua pelaku yang terlibat dalam sub-sistem bisnis kemitraan.

"Yang meliputi perusahaan penyedia input, petani pembudi daya, kelompok tani, koperasi primer, koperasi sekunder, mitra penampung hasil, dan perusahaan pembiayaan," kata Damanik.

Hal yang tidak boleh dilupakan dalam model kemitraan itu, harus menambahkan sub-sistem nonbisnis yang bertugas membina, mengevaluasi, dan mengawasi jalannya kemitraan usaha.

"Unsur-unsur yang pelu dilibatkan dalam sub-sistem nonbisnis, di antaranya penyuluh, konsultan pendamping, dinas pembina UKM, dan KPPU," kata Damanik.

Damanik berharap model kemitraan agribisnis jagung ini bisa berhasil sesuai dengan amanat UU 20 Tahun 2008.

"Dasarnya, pengembangan sektor ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan kemampuan bisnis dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Baik karena komersialisasi lahan yang relatif sempit maupun bantuan perkuatan dari mitra usaha," kata Damanik.

Menurut Damanik, jagung merupakan komoditas yang penting dalam mendukung perkembangan industri peternakan ayam karena jagung merupakan bahan utama dalam komposisi pakan ternak (40-50%).

"Usaha jual beli jagung antarpihak yang akan bermitra ini sudah berjalan selama ini," aku Damanik.

Damanik menambahkan, struktur industri Indonesia memiliki dua ciri yang kurang menguntungkan. Yaitu, kesenjangan yang lebar antarpelaku usaha, serta lemahnya keterkaitan usaha antarpelaku usaha.

"Kondisi seperti ini akan mengakibatkan daya saing industri dan perusahaan Indonesia rendah," kata Damanik.

Di mata Damanik, pelibatan Induk Koperasi (Inkopsin) dalam model kemitraan agribisnis jagung yang akan dikembangkan untuk tercapainya perekonomian agribisnis jagung yang dilakukan oleh petani anggota koperasi primer.

"Juga, sebagai cara untuk menyeimbangkan posisi tawarnya menghadapi mitra usaha menegah dan besar," pungkas Damanik.

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Jagung

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenkop dan UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26