Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:33 WIB. Gerindra - Kebijakan Jokowi yang mendekatkan rakyat apa?
  • 18:04 WIB. Hukum - Rizal Ramli ajukan ganti rugi pada Surya Paloh sebesar Rp1 triliun.
  • 18:04 WIB. Politik - TKN Jokowi-Ma'ruf berkomitmen kampanye positif.
  • 18:03 WIB. Daerah - Menteri Desa: 90% desa di Sigi terdampak bencana.
  • 18:03 WIB. Olahraga - Kemenpora bantah bonus pelatih Asian Games tidak tersalurkan.
  • 18:03 WIB. Megapolitan - DPRD minta Anies teruskan program gubernur sebelumnya.
  • 18:01 WIB. Esemka - Staf presiden bilang SUV Esemka dijual Rp200 jutaan.
  • 18:00 WIB. KPK - MSU: Kami dukung penuh KPK dan akan berikan sanksi pada oknum terkait. 
  • 18:00 WIB. Jeff Bezos - Jeff Bezos bakal rogoh kocek lebih demi misi luar angkasa yang diusung Blue Origin.
  • 17:59 WIB. KPK - MSU lakukan investigasi internal usai OTT KPK di Pemkab Bekasi. 
  • 17:59 WIB. BMW - BMW ajak perusahaan Swedia untuk produksi baterai mobil listrik.
  • 17:59 WIB. Meizu - Meizu akan gempur pasar Indonesia lagi di akhir tahun nanti.
  • 17:58 WIB. Google - Google mundur dari konferensi bisnis di Arab Saudi.
  • 17:58 WIB. Google - Google kekeh kembali jajaki China.
  • 17:57 WIB. Intel - Intel dan ARM sepakat untuk tumbuh kembangkan IoT.

Pelindo IV Terus Genjot Konektivitas Tol Laut Antar-Kawasan Timur Indonesia

Foto Berita Pelindo IV Terus Genjot Konektivitas Tol Laut Antar-Kawasan Timur Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo IV terus menggenjot peningkatan konektivitas tol laut antar-Kawasan Timur Indonesia (KTI). Langkah tersebut dilakukan untuk mendongkrak perekonomian daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang, mengatakan salah satu upaya yang ditempuh untuk meningkatkan konektivitas yakni dengan memperbanyak kapal-kapal feeder. Semua itu dilakukan guna mendukung pelabuhan-pelabuhan yang ada menjadi hub sehingga program konektivitas menjadi lebih lancar. 

Farid yang belum sebulan dilantik menjadi bos Pelindo IV menyampaikan tahun ini ada tujuh pelabuhan yang sedang dikerjakan. Ditargetkan pelabuhan-pelabuhan tersebut akan ditingkatkan statusnya. 

"Sekarang sudah empat pelabuhan yang sementara jalan dan tiga pelabuhan lagi sementara proses. Tujuh pelabuhan tersebut yaitu di Ambon yang sudah kita tingkatkan statusnya. Menyusul nanti di Sorong, Manokwari, Merauke, Gorontalo, Ternate dan Kendari yang akan kita tingkatkan pula statusnya," kata Farid, Selasa (25/9/2018). 

Upaya menggenjot konektivitas menjadi salah satu atensi Pelindo IV demi menekan disparitas harga di Indonesia Timur. Konektivitas yang dibangun melalui direct call dan direct export sejauh ini diklaim telah membuahkan hasil manis. Sejumlah harga komoditas di Indonesia Timur mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Langkah Pelindo IV membangun konektivitas melalui direct call sendiri telah dilakukan sejak 5 Desember 2015. Menyusul direct export dari beberapa pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Di antaranya yakni Pelabuhan Pantoloan di Palu dan Pelabuhan Jayapura di Papua yang bisa langsung mengirim barang/produk ekspor ke luar negeri via Makassar. 

Sebelumnya, dalam rapat kerja Pelindo IV, Farid menyampaikan pihaknya telah berkomitmen meraih laba Perseroan sebesar Rp1 triliun. Salah satu upaya agar komitmen tersebut bisa tercapai adalah dengan berbagai program kerja sama tambahan serta mengelola beberapa bisnis baru.

“Bisnis baru kami banyak, di antaranya pengelolaan pelabuhan-pelabuhan dibawah Perhubungan Laut, akan diserahkan ke Pelindo IV. Juga pelabuhan-pelabuhan Terminal Khusus (Tersus) misalnya Tersus nikel di Morowali, Weda Bay di Halmahera untuk dikelola oleh Pelindo IV. Kami juga akan saling bersinergi dengan Pelindo III, agar pelabuhan di Indonesia itu timurnya bukan hanya di wilayah Pelindo IV saja,” papar Farid.   

Untuk Tersus, dia menyebutkan ada empat yang akan dikerjasamakan, yaitu Tersus gas Bintuni di Papua Barat, kemudian di Morowali, lalu Weda Bay di Halmahera dan Tersus di Luwu Timur.

Tag: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV - Pelindo IV

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Pelindo IV

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,072.49 4,031.33
British Pound GBP 1.00 20,101.94 19,900.49
China Yuan CNY 1.00 2,210.97 2,188.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,282.00 15,130.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,908.29 10,796.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,950.28 1,930.86
Dolar Singapura SGD 1.00 11,111.76 10,999.64
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.78 17,526.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,682.41 3,641.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,649.52 13,512.55

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13