Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:20 WIB. PTPN IX - XI telah memulai proses giling tebu lebih awal atau sebelum Lebaran.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,07% ke level 5.944,03 di awal sesi I. 
  • 08:59 WIB. SMGR - Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kinerja perseroan 2019 melambat.
  • 08:50 WIB. SMGR - Semen Indonesia menebar dividen senilai Rp1,23 triliun.
  • 05:55 WIB. 22 Mei - Kisruh 22 Mei, #TangkapDalangKerusuhan menggelegar.
  • 19:28 WIB. Facebook - Facebook patuhi pemerintah, juga pegang komitmen ke pengguna.
  • 19:25 WIB. Huawei - Huawei sebut Google tak berniat blokir mereka.

EITI Dorong Transparansi Tata Kelola Minerba

EITI Dorong Transparansi Tata Kelola Minerba - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) terus mendorong adanya transparansi tata kelola kekayaan Sumber Daya Alam, termasuk sektor mineral dan batubara (minerba) kepada masyarakat. Berdasarkan data EITI tahun 2016, 94 persen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba disumbang oleh 112 perusahaan dari ribuan perusahaan sektor minerba di Indonesia.

Asisten Deputi Industri Ekstraktif, Kemenko Bidang Perekonomian, Ahmad Bastian Halim, menyatakan, perlu dilakukan verifikasi yang lebih baik untuk mendata ribuan perusahaan sektor minerba yang hanya berkontribusi 6% PNBP nasional tersebut.

“Dengan tata kelola yang lebih baik, diharapkan penerimaan negara dari sektor minerba dapat lebih meningkat,” kata Bastian Halim sesuai keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/09/2018).

Melalui upaya transparansi, EITI berupaya mendorong perbaikan tata kelola, termasuk kebijakan tentang DMO batu bara. Harapannya agar ada masukan untuk pemerintah dalam menentukan kebijakan sektor minerba ke depan.

“Dengan adanya diskusi publik, diharapkan dapat memberi masukan, kritik atau opsiopsi kebijakan, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola di sektor industri ekstraktif, tambah Bastian.

Dalam upaya menegakkan prinsip transparansi dan upaya perbaikan tata kelola pada sektor industri ekstraktif (migas dan minerba), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengadakan kegiatan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dan implikasinya di Hotel Aryaduta. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan untuk memenuhi standar  EITI yang saat ini telah dilaksanakan oleh 51 negara, termasuk Indonesia.

Dalam kebijakan DMO batu bara, Kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 23/2018 yang mewajibkan 25 persen produksi batubara perusahaan dijual di dalam negeri. Namun dalam perkembangannya, demi mendorong ekspor dan mengurangi defisit neraca perdagangan, Kementerian ESDM telah merevisi Kepmen tersebut menjadi Kepmen 1924/2018 dengan menetapkan tambahan kuota produksi sebesar 100 juta ton untuk ekspor yang tidak dikenakan kewajiban DMO. Sehingga target produksi batu bara yang semula 485 juta ton meningkat menjadi 585 juta ton untuk tahun 2018.

Tag: Batubara

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/Dominik Vanyi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.98 3,843.65
British Pound GBP 1.00 18,520.32 18,331.39
China Yuan CNY 1.00 2,110.39 2,089.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,560.00 14,416.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,018.74 9,918.21
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,854.97 1,836.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,569.11 10,463.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,256.24 16,089.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.51 3,442.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,170.51 13,036.72

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5939.636 -11.736 633
2 Agriculture 1361.492 -5.285 21
3 Mining 1632.926 8.116 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.884 -2.252 71
5 Miscellanous Industry 1221.755 0.311 46
6 Consumer Goods 2360.716 -10.039 52
7 Cons., Property & Real Estate 441.767 0.269 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1071.135 -9.732 74
9 Finance 1192.856 -1.238 90
10 Trade & Service 791.682 1.496 156
No Code Prev Close Change %
1 POOL 2,280 2,780 500 21.93
2 ARTA 400 486 86 21.50
3 JAYA 116 140 24 20.69
4 SKBM 372 446 74 19.89
5 ALDO 290 346 56 19.31
6 MTSM 166 198 32 19.28
7 INCF 266 312 46 17.29
8 DNAR 224 262 38 16.96
9 MASA 565 660 95 16.81
10 ALKA 338 390 52 15.38
No Code Prev Close Change %
1 POLA 1,250 940 -310 -24.80
2 POSA 398 300 -98 -24.62
3 SAPX 835 665 -170 -20.36
4 BELL 456 386 -70 -15.35
5 HITS 670 570 -100 -14.93
6 BBLD 500 442 -58 -11.60
7 DART 350 312 -38 -10.86
8 DEAL 795 710 -85 -10.69
9 CNTX 590 535 -55 -9.32
10 SOSS 396 360 -36 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,750 3,770 20 0.53
2 TLKM 3,600 3,540 -60 -1.67
3 MAMI 132 135 3 2.27
4 NUSA 58 59 1 1.72
5 JAYA 116 140 24 20.69
6 CPIN 4,410 4,460 50 1.13
7 MNCN 945 950 5 0.53
8 TAMU 4,800 4,810 10 0.21
9 BMRI 7,250 7,300 50 0.69
10 BBCA 27,300 27,300 0 0.00