Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:49 WIB. Smelter - Tahun depan, ANTM bangun smelter baru di Sorong, Papua. 
  • 21:48 WIB. Pendapatan - Pendapatan Destinasi Tirta Nusantara (PDES) naik 17%.
  • 21:46 WIB. Meikarta - Gelar rights issue, LPCK lanjutkan proyek Meikarta.
  • 21:45 WIB. Investasi - Menperin: investasi manufaktur semakin moncer usai pemilu. 
  • 21:42 WIB. Demokrat - SBY adakan pertemuan petinggi Demokrat di Singapura. 
  • 21:10 WIB. Kapal - Masuki perairan Indonesia tanpa izin, Menteri Susi hentikan tujuh kapal asal China. 
  • 20:21 WIB. Investasi - Jokowi klaim investasi Indonesia aman usai pemilu. 
  • 20:20 WIB. Caleg - Kalah, caleg Nasdem di Tidore ngamuk di Masjid dan ambil kembali sumbangan yang diberikan.
  • 20:19 WIB. Pilpres - Prabowo unggul 59% di Arab Saudi. 

BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Global Semakin Tak Merata

BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Global Semakin Tak Merata - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memandang jika pertumbuhan ekonomi global semakin tidak merata dan disertai ketidakpastian di pasar keuangan global yang masih tinggi. Ekonomi AS diperkirakan tetap kuat didukung akselerasi konsumsi dan investasi, serta dibarengi tekanan inflasi yang tetap tinggi. Sesuai perkiraan, The Fed menaikkan suku bunga kebijakan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 bps sebagai bagian dari proses normalisasi kebijakan moneternya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan jika kemungkinan Fed Fund Rate akan kembali naik pada Desember 2018 mendatang. Pada tahun depan, The Fed pun akan kembali menaikkan FFR satu atau dua kali lagi.

"Berdasarkan asessment kami, itu seperti disampaikan Fed Fund Rate akan naik sekali lagi di Desember, tiga kali di tahun depan, kemudian satu atau dua kali di 2020. Kami terus pantau seberapa jauh itu stimulus fiskal dari AS akan terus mendorong ekonomi dan juga inflasi di AS. Stimulus fiskal di AS ini dikeluarkan saat ekonomi di AS sudah mendekati, bahkan kemungkinan melampaui tingkat output potensialnya," jelasnya dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi negara-negara emerging market dan Eropa diperkirakan lebih rendah dari prakiraan. Ekonomi Jepang dan Tiongkok, bahkan cenderung menurun. Ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi global tersebut tidak terlepas dari ketegangan perdagangan antara AS dengan sejumlah negara lain.

"Tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global mendorong para investor menempatkan dananya di aset-aset yang dianggap aman, khususnya di AS. Berbagai perkembangan tersebut pada gilirannya mengakibatkan dolar AS terus menguat, yang kemudian mendorong aliran modal keluar dari negara-negara emerging market dan akhirnya menekan banyak mata uang negara berkembang," ujar Perry.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan masih sesuai perkiraan, terutama ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi tetap kuat didukung perbaikan pendapatan dan belanja terkait pemilu. Investasi diprakirakan masih tumbuh cukup tinggi ditopang, baik investasi bangunan terkait proyek infrastruktur dan properti maupun investasi nonbangunan. 

Namun, kenaikan pertumbuhan ekspor diperkirakan masih terbatas seiring ekspor pertanian yang masih lemah, sedangkan ekspor manufaktur membaik didukung subsektor kimia serta besi dan baja. Di mana, impor tetap tinggi dipengaruhi permintaan domestik yang tetap kuat, termasuk investasi yang mendorong impor barang modal tetap tinggi.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2018 diperkirakan masih dalam kisaran 5,0-5,4% dan akan meningkat menjadi 5,1-5,5% pada 2019," pungkasnya.

Tag: Ekonomi Global, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10