Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:13 WIB. Go-Food - Go-Food Festival masuk MURI jadi pujasera terbesar di Indonesia.
  • 21:07 WIB. Telkom - Telkom gandeng ZTE Corporation bangun jaringan 5G di  Indonesia. 
  • 20:43 WIB. Apple - Apple resmi rilis iOS 13 dan iPadOS Beta.
  • 20:31 WIB. Huawei - Dalam sebulan, penjualan Huawei di luar China turun 40%. 
  • 20:16 WIB. Walmart - Walmart Meksiko mulai terima pesanan via WhatsApp.
  • 20:05 WIB. Xiaomi - Xiaomi siap rilis dua smartphone seri baru Mi CC9.
  • 19:53 WIB. Asus - Kantongi sertifikat TKDN, Asus Zenfone 6 segera masuk Indonesia.
  • 19:29 WIB. Google - Proyek smart city Google di Kanada janji rahasiakan data pribadi.
  • 19:14 WIB. Tesla - AS kabulkan permohonan Tesla untuk keringanan cukai impor aluminium.
  • 19:01 WIB. Xiaomi - Xiaomi setop produksi smartphone Mi Note dan Mi Max.
  • 18:47 WIB. Asus - Asus bawa laptop gaming ROG dan TUF baru ke Indonesia.
  • 16:59 WIB. Indosat - Indosat Ooredoo kenalkan kualitas jaringan 4G Plus.

Tak Segan Jaga Stabilitas Rupiah, BI Keluarkan Kebijakan DNDF

Tak Segan Jaga Stabilitas Rupiah, BI Keluarkan Kebijakan DNDF - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Bank Indonesia (BI) memiliki kebijakan berdasarkan nilai fundamental dan mekanisme pasar. BI tidak akan segan-segan melakukan stabilisasi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kami pentingkan dalam arti volatilitasnya bukan levelnya. Makanya, tadi disebutkan policy kami menjaga volatilitas nilai tukar rupiah, tentu saja sesuai perkembangan-perkembangan yang terjadi, termasuk perkembangan fundamental," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Selain itu, untuk menjaga rupiah, BI mengeluarkan kebijakan Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Perry menyebutkan bila kebijakan DNDF dilaksanakan untuk mempercepat pendalaman pasar valuta asing agar memberikan nilai lindung terhadap korporasi maupun perbankan.

DNDF adalah transaksi forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang rupiah di pasar valas domestik. Kurs acuan yang digunakan adalah Jisdor untuk mata uang dolar AS terhadap rupiah dan kurs tengah transaksi BI untuk mata uang non-dolar AS terhadap rupiah.

Transaksi DNDF dapat dilakukan oleh Bank dengan nasabah dan pihak asing untuk lindung nilai atas risiko nilai tukar rupiah, dan wajib didukung oleh underlying transaksi, berupa perdagangan barang dan jasa, investasi, dan pemberian kredit bank dalam valas.

"Sekarang kami keluarkan DNDF, dengan demikian kebutuhan valas tidak harus semua dipenuhi melalui pasar tunai spotnya, yang punya valas butuh rupiah bisa menggunakan swap, sehingga kebutuhan valas ke depannya terpenuhi, kebutuhan rupiah sekarang terpenuhi dengan biaya yang cukup menarik. Untuk lindung nilai, memang korporasi atau bank yang memerlukan, tapi tidak mempunyai valas tidak usah menubruk-nubruk ke pasar spot, bisa membeli forward," terangnya.

Menurut Perry, forward yang selama ini dilakukan harus diselesaikan secara gross dan juga ada perpindahan dana. Dengan DNDF, penyelesaian dilakukan secara netting dan tidak harus dengan perpindahan dana.

"Karenanya, ini memenuhi kebutuhan para koporasi, perbankan untuk kebutuhan valas ke depannya sebulan tiga bulan tidak harus semua dipenuhi secara spot, bisa melalui forward dengan DNDF," jelasnya.

Kebijakan DNDF bisa dimanfaatkan oleh para investor asing. Pasalnya, ketika investor asing berniat keluar dari domestik, namun kemudian ingin masuk lagi, bisa membelinya secara forward.  

"Investor asing yang saat ingin keluar tentu saja mereka tidak harus beli secara spot karena bisa keluar hari ini, bulan depan akan masuk lagi, bisa membeli secara forward. Selama ini, non-delivery forward-nya dilakukan di luar negeri, ini konteks langkah-langkah yang dilakukan stabilisasi nilai tukar," pungksanya. 

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.76 3,750.60
British Pound GBP 1.00 18,120.74 17,938.24
China Yuan CNY 1.00 2,071.89 2,051.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,209.00 14,067.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,897.99 9,796.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,820.08 1,801.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,505.73 10,399.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.63 16,042.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,430.47 3,393.73
Yen Jepang JPY 100.00 13,264.56 13,128.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6320.445 31.980 636
2 Agriculture 1462.734 12.139 21
3 Mining 1729.467 84.267 46
4 Basic Industry and Chemicals 773.084 8.727 71
5 Miscellanous Industry 1274.058 -1.017 47
6 Consumer Goods 2405.119 3.777 52
7 Cons., Property & Real Estate 486.531 -1.769 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1191.003 6.146 74
9 Finance 1291.358 1.492 90
10 Trade & Service 802.181 3.053 159
No Code Prev Close Change %
1 INDY 1,335 1,675 340 25.47
2 POSA 360 450 90 25.00
3 SMBR 875 1,090 215 24.57
4 ALKA 360 438 78 21.67
5 KONI 376 448 72 19.15
6 INPP 760 880 120 15.79
7 KIOS 635 735 100 15.75
8 KICI 268 310 42 15.67
9 GOLD 438 500 62 14.16
10 HRUM 1,395 1,590 195 13.98
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 468 352 -116 -24.79
2 HDFA 168 136 -32 -19.05
3 BRAM 10,000 8,100 -1,900 -19.00
4 YULE 181 161 -20 -11.05
5 ARTA 460 410 -50 -10.87
6 PGLI 476 430 -46 -9.66
7 PYFA 188 170 -18 -9.57
8 NICK 270 246 -24 -8.89
9 WIIM 252 230 -22 -8.73
10 MAYA 7,000 6,425 -575 -8.21
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,615 1,835 220 13.62
2 INDY 1,335 1,675 340 25.47
3 ANTM 795 845 50 6.29
4 PTBA 2,880 3,060 180 6.25
5 MNCN 1,000 985 -15 -1.50
6 SMBR 875 1,090 215 24.57
7 BBRI 4,310 4,330 20 0.46
8 TAMU 500 520 20 4.00
9 JPFA 1,495 1,520 25 1.67
10 ADRO 1,245 1,330 85 6.83