Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:49 WIB. Smelter - Tahun depan, ANTM bangun smelter baru di Sorong, Papua. 
  • 21:48 WIB. Pendapatan - Pendapatan Destinasi Tirta Nusantara (PDES) naik 17%.
  • 21:46 WIB. Meikarta - Gelar rights issue, LPCK lanjutkan proyek Meikarta.
  • 21:45 WIB. Investasi - Menperin: investasi manufaktur semakin moncer usai pemilu. 
  • 21:42 WIB. Demokrat - SBY adakan pertemuan petinggi Demokrat di Singapura. 
  • 21:10 WIB. Kapal - Masuki perairan Indonesia tanpa izin, Menteri Susi hentikan tujuh kapal asal China. 
  • 20:21 WIB. Investasi - Jokowi klaim investasi Indonesia aman usai pemilu. 
  • 20:20 WIB. Caleg - Kalah, caleg Nasdem di Tidore ngamuk di Masjid dan ambil kembali sumbangan yang diberikan.
  • 20:19 WIB. Pilpres - Prabowo unggul 59% di Arab Saudi. 

India Tak Lagi Kriminalkan Tindak Perzinahan

India Tak Lagi Kriminalkan Tindak Perzinahan - Warta Ekonomi
WE Online, New Delhi -

Perzinahan bukan lagi kejahatan di India. Pengadilan tinggi negara itu membatalkan hukum lebih dari setengah abad yang lalu yang mana dikatakan telah memperlakukan perempuan sebagai properti laki-laki.

Lima hakim membuat keputusan bulat pada Kamis (28/9/2018), menyatakan itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hak-hak fundamental yang diberikan dalam konstitusi.

Seorang hakim agung membacakan pendapatnya, dengan mengatakan sudah waktunya untuk mengatakan bahwa seorang suami bukan lagi tuan dari istrinya.

Kalleswaram Raj, seorang pengacara berkata; "Mahkamah Agung hari ini telah menyampaikan penilaian yang sangat historis. Perzinaan sebagaimana divisualisasikan dalam KUHP India, yaitu oleh bagian yang bersangkutan tidak lagi merupakan pelanggaran," tuturnya.

Brinda Karat, seorang aktivis juga mengatakan; "Ini adalah penilaian yang baik dan kami menyambut baik putusan itu. Ini memperlakukan perempuan sebagai milik laki-laki. Itulah sebabnya mengapa hukum sekarang memperbolehkannya," ungkapnya, seperti dilansir dari NHK, Jumat (28/9/2018).

Di bawah hukum era kolonial, siapa pun yang berhubungan seks dengan wanita yang sudah menikah, tanpa izin dari suaminya, didakwa telah melakukan kejahatan dan bisa menghadapi 5 tahun penjara.

Di sisi lain, perempuan dilarang mengajukan pengaduan terhadap suami yang berselingkuh.

Ini adalah hukum era kolonial kedua yang diserang oleh Mahkamah Agung India bulan ini. Hakim India juga membatalkan hukum yang secara efektif mengkriminalisasi LGBT.

Tag: India

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Amit Dave

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10