Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Kemendag Genjot Ekspor Produk Organik ke Hongkong

Foto Berita Kemendag Genjot Ekspor Produk Organik ke Hongkong
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menggenjot ekspor produk organik ke pasar Hong Kong

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menuturkan, di era globalisasi saat ini, produk organik harus menyesuaikan dengan perkembangan permintaan konsumen di dunia dengan memberikan jaminan atas integritas organik yang dihasilkan.

"Untuk itu, setiap pelaku usaha wajib memiliki Sertifikat Organik Indonesia yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan terdaftar di Otoritas Kompeten Pertanian Organik (OKPO)," ujar dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Kamis (27/9/2018).

Marolop menjelaskan, unit usaha yang telah disertifikasi berhak mengklaim produknya adalah organik dan mencantumkan Logo Organik Indonesia. Logo ini memberikan kepercayaan kepada seluruh pihak yang berkepentingan bahwa produk organik yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

"Penggunaan logo diharapkan dapat meningkatkan nilai tawar produk organik Indonesia," jelas dia.

Menurut Ketua Aliansi Organik Indonesia (AOI) Stevanus Wangsit, ekspor potensial produk organik masih sangat terbuka, khususnya untuk produk yang tidak dibudidayakan, seperti madu hutan, buah tengkawang, dan produk olehan setengah jadi, seperti gula semut, kopi, kakao, rempah-rempah (empon-empon kering/simplesia), haulage aren, serta kelapa dan turunannya.

"Selain itu, produk khas Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain juga memiliki potensi untuk diekspor," tuturnya.

Marolop menambahkan, untuk mendorong akses pasar berbagai produk potensial Indonesia ke pasar Hong Kong, pada 1 Mei 2017, Ditjen PEN dan HKTDC telah menandatangani nota kerja sama di Hong Kong.

"Indonesia sangat kaya akan sumber daya genetik. Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia dapat menghasilkan produk asli yang tergolong organik. Untuk itu, potensi dan kesempatan Indonesia untuk menjadi produsen organik terkemuka di Asia sangat terbuka lebar," imbuhnya.

Pada 2016, pasar produk organik dunia terus meningkat hingga mencapai lebih dari US$91,3 miliar. Berdasarkan data Research Institute of Organic Agriculture (FIBL) 2016, produsen produk organik dunia didominasi oleh Asia sebesar 40%. Produsen lain berada di Afrika, Amerika Latin, dan Eropa. Sedangkan tiga negara utama pasar produk organik adalah Amerika, Jerman, dan Prancis.

"Melihat potensi ekspor dan perkembangan pasar produk organik di dunia, Kemendag berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait telah menyusun rencana aksi pemasaran produk organik. Tahap awalnya akan membina sepuluh pelaku usaha produk organik Indonesia untuk dapat mengekspor produk organik yang dihasilkan ke pasar internasional," pungkas Marolop.

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), pertanian organik

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00