Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:31 WIB. BTN - Para atlet Indonesia yang terdaftar dan mendapatkan referensi dari KOI bisa mendapatkan program khusus KPR dan KPA.
  • 22:30 WIB. BTN - BTN menggelar kemitraan dengan KOI dalam program khusus KPR.
  • 22:28 WIB. JSMR - masih ada sekitar Rp5,3 triliun dana pembebasan lahan yang sudah ditalangi Jasa Marga yang belum dikembalikan oleh BLU LMAN.
  • 22:28 WIB. JSMR - Jasa Marga telah menggelontorkan Rp14 triliun untuk menalangi pembebasan lahan 14 ruas jalan tol yang dimiliki perusahaan.
  • 22:26 WIB. BRI - Melalui aplikasi digital banking, BRI percaya pelayanan ke nasabah juga bisa meningkat.
  • 22:25 WIB. BRI - BRI memproyeksi sebanyak 40% SDM perusahaan berasal dari bidang teknologi informasi.
  • 22:25 WIB. BRI - BRI akan memperkuat SDM di bidang teknologi informasi.
  • 21:13 WIB. Jiwasyara - Jiwasraya telah membayarkan bunga atas 1.286 polis yang jatuh tempo.
  • 21:11 WIB. Jiwasraya - Jiwasraya menunda pembayaran polis JS Proteksi Plan dengan total nilai Rp802 miliar.
  • 21:06 WIB. Bio Farma - Bio Farma tengah mendiskusikan bantuan baru yang akan diberikan oleh Bill & Melinda Gates Foundation.
  • 20:41 WIB. Bio Farma - Bio Farma meningkatkan eskpor ke pasar Afrika.
  • 20:33 WIB. Garuda - Mulai 29 Oktober, Garuda membuka rute Singapura–Tanjung Pandan PP.
  • 18:49 WIB. Israel - Liga Arab: Pembangunan pemukiman Israel semakin cepat.
  • 10:00 WIB. Apple - 53% iPhone cs sudah pakai iOS 12.
  • 09:21 WIB. Youtube - Youtube bakal beri sanki untuk konten video duplikat.

Usaha Cilok, Modal Kecil Untung Mencolok

Foto Berita Usaha Cilok, Modal Kecil Untung Mencolok
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dua tahun lalu sewaktu dalam perjalanan dari Bondowoso ke Jember, saya meminta driver untuk berhenti sejenak ketika melihat pedagang cilok dengan sepeda keliling sedang melayani pelanggan. Ada lima pembeli yang sedang antre. Ada dua anak kecil sekitar kelas tiga SD dan adapula dua remaja yang masih berseragam SMA dan satu lelaki dewasa. Saya tak mau ketinggalan, ikut antre membeli cilok yang dibungkus plastik.

Dua minggu lalu ketika sedang dinas di Batam, saya melihat pedagang cilok yang sedang dikerumuni pembeli di pinggir jalan dekat Gedung Otorita Batam. Saya pun ikut antre. Belum lama ini, ketika saya sedang menengok ibu di RS Kasih Ibu Solo, di depan gerbang jalan masuk terdapat pula pedagang cilok yang sedang melayani pembeli.

Dari beberapa kejadian ini, hanya satu yang bisa saya ucapkan: cilok memang luar biasa. Cilok ada di mana-mana. Ekspansinya sangat pesat, meski tampilan sederhana namun rasanya lezat. Pertanyaannya, sebenarnya darimana asal Cilok? Kok bisa mengembara ke mana-mana.

Menurut Wikipedia, cilok merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tapioka yang kenyal dengan tambahan bumbu pelengkap seperti sambal kacang, kecap, dan saus. Cilok berbentuk bulat seperti bakso, hanya saja berbeda bahan dasar. Terdapat telur atau daging cincang di dalamnya dan terbuat dari bahan dasar tapioka sehingga cilok terasa kenyal saat dikonsumsi.

Varian cilok kini beragam. Ada cilok kuah, cilok bumbu kacang, cilok goreng, cilok ayam, cilok bakar, cilok pedas, cilok crispi. Dari sisi bisnis, cilok tidak hanya sebagai makanan ringan yang enak namun juga dapat menjadi sebuah peluang usaha. Rata-rata pedagang cilok merupakan pedagang kaki lima yang sering berpindah-pindah dan rata-rata berjualan di sekitar sekolah, kampus, dan pabrik. Selain cilok, kita pasti mengenal cireng dan cimol yang ketiganya berasal usulnya dari Bandung. Lalu apa bedanya?

Cilok, cireng, dan cimol pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Jajanan yang berasal dari Bandung itu kini sudah menyebar ke banyak kota. Namun ada beberapa yang membedakannya. Dari namanya, cilok singkatan dari aci dicolok, cireng singkatan dari aci digoreng, sedangkan cimol singkatan dari aci digemol. Aci adalah sebutan orang Sunda untuk tepung kanji. Aci merupakan bahan utama untuk membuat cilok, cireng, dan cimol.

Dari bahan pembuatan dan cara memasaknya, setelah dibentuk bulat-bulat atau gepeng, cimol dan cireng kemudian digoreng hingga bagian luarnya kering. Sementara itu, cilok setelah dibentuk bulat-bulat kemudian direbus atau dikukus. Dari teksturnya, cimol dan cireng memiliki tekstur yang kering dan garing di bagian luar, sedangkan bagian dalam sangat kenyal ketika dikunyah. Cilok memiliki tekstur yang kenyal dan punya permukaan lebih licin. Dari cara penyajiannya, cimol atau cireng yang telah digoreng biasanya diberi tambahan bubuk bumbu berbagai rasa, seperti bubuk cabe gurih, bubuk rasa keju, dan bubuk rasa bbq. Sedangkan cilok, sesuai dengan namanya setelah matang dicolok dengan tusuk sate atau lidi lalu diberi saus kacang, kecap, atau saus sambal tapi ada juga yang tanpa dicolok.

Kenapa bisnis cilok ini ada di mana-mana? Apakah kuliner ini sangat menjanjikan? Dari beberapa pengalaman di atas, saya berani mengatakan jika bisnis cilok memang tidak ada habisnya. Bisnis cilok sangat menjanjikan. Alasan saya adalah: pertama, makanan ringan ini disukai siapa saja mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang tua. Laki-laki maupun perempuan. Semua kalangan masyarakat menyukai cilok, termasuk saya sendiri. Kedua, usaha cilok hanya membutuhkan modal sedikit namun keuntungan bisa cukup besar karena bisnis ini berbasis kuantitas. Artinya, meskipun bisnis makanan ringan ini tidak memiliki untung besar, namun apabila berhasil menjual dengan jumlah banyak maka keuntungan yang didapatkan pun tidak sedikit.

Ketiga, untuk membuat cilok tidak memerlukan modal. Apalagi bila kita memiliki rumah yang cukup strategis untuk berjualan Serta memiliki mitra usaha untuk bekerja sama. Sementara, modal yang dibutuhkan untuk membuat cilok berupa tepung terigu, tepung tapioka/aci/kanji, bawang putih, garam, merica bubuk, kaldu ayam, dan tentunya air, bisa dibebankan pada mitra usaha. Dengan bahan tersebut sudah bisa dibuat cilok yang enak dan disukai banyak orang. Sedangkan untuk sausnya hanya membutuhkan kacang tanah goreng, bawang putih, bawang merah, cabai, garam, gula merah, dan beberapa bumbu tambahan.

Apa saja keuntungan menjalankan bisnis cilok? Pertama, adalah kemudahan produksi. Cilok sangat mudah dibuat. Dengan mencoba-coba dan juga mencari resep, kita pasti bisa membuat cilok yang enak dan sedap. Dengan modal sedikit ini bisa didapatkan bahan bahan sederhana yang banyak ditemui di pasar atau toko. Selain mudah, harga bahan pembuatan juga murah. Kedua, adalah cepat laku. Usaha cilok sangat mudah laku. Dijual keliling sekolah atau rumah-rumah penduduk yang banyak anak kecil tentu sangat mudah laku. Rasanya yang enak dan gurih menambah sensasi kenikmatan. Ketiga, adalah keuntungan berlipat. Dengan modal minim, bisnis bisa dijalankan dengan banyak cara.

Keempat, adalah kelancaran distribusi. Selain bisa dijajakan dengan gerobak juga bisa dengan banyak cara lain seperti dijajakan dengan motor atau sepeda. Kelima, potensi usaha kuliner ini sangat besar karena cilok dapat dikonsumsi semua kalangan. Keenam, bisa dilakukan kerja sama dengan pola kemitraan.

Dalam usaha cilok ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni

- Jangan pernah membahayakan konsumen dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya. Agar usahanya berkah, gunakan bahan-bahan terbaik, meskipun untung tidak terlalu besar;

- Bisnis dengan modal minim memang menjadi kendala sekaligus andalan bagi mereka yang ingin mendapatkan keuntungan dari beragam bisnis yang dijalankan. Modal kecil ini bisa dijadikan cambuk penyemangat dalam mengejar untung agar bisa mengembangkan usaha;

- Bagi yang pebisnis yang masih pemula, harus kuat dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Pasang surut dalam usaha harus dipelajari termasuk segala risiko. Jangan sampai berkecil hati dalam menghadapi masalah karena biasanya kendalanya adalah kalau sedang sepi maka modal akan semakin menipis;

- Adanya pesaing usaha juga akan menambah risiko usaha kita tersisih. Jadi, mental benar-benar diuji dan harus selalu optimis, semangat, dan berdoa agar bisnis dengan modal sedikit bisa berjalan dengan baik;

- Ketika menjalankan usaha dan belum sukses, jangan buru-buru menyalahkan jenis usahanya, namun coba pelajari sistem usaha, apakah sudah benar? Apakah berkembang? Atau kita bukan seorang pengusaha, melainkan karyawan dari diri kita sendiri yang tidak tahu sistem bisnis;

- Semua orang bisa sukses dengan usahanya (apapun itu asalkan halal) Yang harus diingat adalah perkembangan usaha karena seorang pengusaha termasuk pedagang cilok adalah orang yang terus belajar dan berinovasi. Sebagai pengusaha harus mampu memikirkan keuntungan jangka panjang, bukannya hasil bulanan atau bahkan harian.

Simpulan

1. Dalam berbisnis termasuk bisnis cilok, setiap orang pasti akan mengalami keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan bisnis. Terkadang berbisnis hampir menyerupai bola dunia. Suatu saat akan berada di atas puncak keberhasilan dan suatu saat pula harus siap berada di bawah. Yang terpenting, kita sudah bekerja keras, produk yang dijual memang sangat dibutuhkan, dan ada faktor spiritual yaitu usaha dibarengi dengan doa;

2. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausahawan gagal dalam menjalankan usaha baru antara lain tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan mengelola usaha, kurang berpengalaman, kurang dapat mengendalikan keuangan, gagal dalam perencanaan, lokasi kurang memadai, kurangnya pengawasan, serta sikap yang kurang sungguh-sungguh dalan berusaha. Sikap yang setengah-setengah dalam usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal, dan wirausaha yang bersangkutan kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan.

Tag: Dwi Mukti Wibowo

Penulis: Dwi Mukti Wibowo, Pemerhati Masalah Ekonomi Pinggiran

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: @karenmcgraddy

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,071.78 4,031.14
British Pound GBP 1.00 20,215.95 20,005.65
China Yuan CNY 1.00 2,209.20 2,187.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,270.00 15,118.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,875.29 10,764.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,948.90 1,929.37
Dolar Singapura SGD 1.00 11,118.39 11,003.71
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,722.36 17,544.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,677.75 3,637.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.99 13,469.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5727.256 -29.234 610
2 Agriculture 1509.830 -12.368 20
3 Mining 1893.607 -32.593 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.721 -27.621 70
5 Miscellanous Industry 1188.324 -0.762 45
6 Consumer Goods 2415.354 -13.287 49
7 Cons., Property & Real Estate 400.482 -4.050 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.524 -8.265 70
9 Finance 1048.064 10.116 91
10 Trade & Service 788.569 -6.051 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 785 970 185 23.57
2 RBMS 144 174 30 20.83
3 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
4 APEX 1,510 1,760 250 16.56
5 VRNA 109 127 18 16.51
6 MFMI 680 770 90 13.24
7 GMFI 272 304 32 11.76
8 TMPO 126 140 14 11.11
9 SONA 4,950 5,500 550 11.11
10 TIRA 138 153 15 10.87
No Code Prev Close Change %
1 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
2 PANI 248 210 -38 -15.32
3 ASJT 392 332 -60 -15.31
4 LPCK 1,625 1,385 -240 -14.77
5 DIGI 930 805 -125 -13.44
6 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
7 KONI 238 210 -28 -11.76
8 AKPI 930 825 -105 -11.29
9 MLPT 890 790 -100 -11.24
10 LPIN 1,005 900 -105 -10.45
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 1,310 1,185 -125 -9.54
2 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
3 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
4 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
5 RBMS 144 174 30 20.83
6 PGAS 2,120 2,040 -80 -3.77
7 KPIG 131 133 2 1.53
8 MNCN 755 745 -10 -1.32
9 BBRI 2,950 3,000 50 1.69
10 TLKM 3,680 3,660 -20 -0.54