Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:33 WIB. Tol - Tol Trans Jawa tersambung, Menhub antisipasi kemacetan di gerbang tol.
  • 14:30 WIB. LPD - Sandiaga mengesahkan susunan pengurus organisasi Laskar Pangan Dunia (LPD).
  • 14:29 WIB. JFK - Transaksi Jakarta Fair 2019 ditargetkan Rp7,5 triliun.
  • 14:28 WIB. Pertanian - Mentan perintahkan optimalkan lahan dan kebun percobaan.
  • 14:28 WIB. Tambang - PT Polowijo Gosari miliki cadangan tambang dolomit sekitar 500 juta ton.
  • 14:27 WIB. Medsos - Media sosial dinilai mampu mendongkrak penjualan parsel.
  • 14:26 WIB. Pesawat - Penumpang pesawat diprediksi naik 3% saat mudik lebaran.
  • 14:26 WIB. NatRep - Dinilai potensial, Nature Republic perkuat pasar Indonesia.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,74% ke level Rp6.101,94 di akhir sesi I. 
  • 11:33 WIB. Snapchat - Karyawan Snapchat diam-diam intai data pengguna.
  • 11:31 WIB. Oppo - Oppo Reno 10x Zoom Pink dirilis 18 Juni.
  • 11:30 WIB. Lenovo - Lenovo bawa laptop 5G ke Taipei.
  • 11:28 WIB. Google - Google tutup aplikasi YouTube Gaming.
  • 11:27 WIB. Renault - Grup otomotif blasteran Italia dan AS, Fiat Chrysler Automabiles (FCA) akan jalin kerja sama dengan Renault.
  • 11:24 WIB. Instagram - Instagram TV kini dukung format video landscape.

Implementasikan KPR Mikro ABCG, BTN Siap Gandeng Universitas

Implementasikan KPR Mikro ABCG, BTN Siap Gandeng Universitas - Warta Ekonomi
WE Online, Samarinda -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap melebarkan sayap untuk menyebarkan implementasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro yang menggabungkan unsur Academy-Business-Community-Government (ABCG) dengan menggandeng universitas di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan perseroan untuk menciptakan pertumbuhan sektor properti yang positif dan berkelanjutan terutama yang menyasar kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kali ini, Bank BTN mengajak Universitas Mulawarman untuk mengembangkan program kewirausahaan sosial di sektor properti tersebut.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan peluang bisnis properti di Indonesia masih sangat besar. Untuk itu, perlu adanya ekosistem yang mampu menyokong sektor ini tumbuh positif dan berkelanjutan.

Salah satu yang bisa dimanfaatkan, lanjut Maryono, yakni kalangan perguruan tinggi. Apalagi, Indonesia memiliki sekitar 4.500 universitas yang bisa dikembangkan menjadi perguruan tinggi berkelas internasional.

Untuk menuju level internasional, lanjutnya, berbagai universitas tersebut perlu bertransformasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, termasuk mengembangkan kewirausahaan. Salah satu program kewirausahaan yang disiapkan Bank BTN yakni socio-technopreneurship berupa KPR Mikro ABCG.

“Kami telah mengimplementasikan program KPR Mikro ABCG tersebut dengan Universitas Diponegoro di Kendal. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Universitas Mulawarman untuk melakukan hal serupa di Samarinda dan sekitarnya. Kami pun siap menggajak universitas-universitas lain di seluruh Indonesia,” jelas Maryono dalam Orasi Ilmiahnya di Universitas Mulawarman, Sabtu (29/9/2018).

Adapun, KPR Mikro ABCG merupakan skema hasil kolaborasi empat pihak yang terdiri atas akademisi, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya yang berbasis komunitas yang membutuhkan rumah tinggal.

Skema KPR ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) unbankable di Indonesia yang masih hidup di rumah kontrakan dan lingkungan tidak layak huni.

Menurut Maryono, melalui program KPR mikro ABCG tersebut, sertifikat tanah yang ada bisa langsung dipecah, kemudian masyarakat kategori MBR bisa segera memiliki rumah dan tanah dengan harga murah dan jangka waktu lebih pendek.

“Jadi ini yang memberikan kemudahan dan sangat ringan bagi masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap,” kata dia.

Maryono mengungkapkan skema KPR Mikro ABCG tersebut juga bisa diterapkan di semua daerah, termasuk juga di Samarinda.

“Nantinya, untuk komunitas dan teknis pendekatannya di universitas dan kabupaten yang siap, akan kami buatkan.”

Bank BTN, tambahnya, juga bisa memberikan kerja sama dengan universitas dalam hal menginisiasi membuat inovasi inkubator bisnis tingkat awal. Hingga saat ini, perseroan telah membuat BTN Zone dengan berbagai fasilitas di perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami pun akan kembangkan suatu pembinaan pada startup-startup mahasiswa untuk diberikan binaan. Apalagi kami akan bekerjasama dengan plug and play yang ada di Amerika,” ujar Maryono.

Maryono memaparkan perseroan pun tetap berkomitmen dalam mendukung program pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa langkah yang disiapkan mulai dari kerja sama penelitian dan pengembangan, program pendidikan dan pelatihan, hingga seminar yang berkaitan dengan perumahan.

“Selain itu, kami juga akan terus mengembangkan program-program kewirausahaan lainnya khususnya yang berbasis socio-technopreneurship," ungkapnya.

Maryono berujar, kewirausahaan dapat menjawab peluang bisnis yang masih besar di Indonesia. Di sektor properti misalnya, angka kebutuhan rumah pun tercatat naik 800.000 unit setiap tahun. Namun, jumlah ketersediaan rumah baru berkisar 250.000-400.000 unit per tahun. Angka backlog perumahan dari MBR unbankable pun mencapai 6 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, dalam jangka panjang yakni pada 2030, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia pun tercatat bisa mencapai di atas 60%. Pada 2030, kelas menengah di Tanah Air yang berpenghasilan di atas US$3.600 juga diproyeksi mencapai 135 juta jiwa.

Pertumbuhan tersebut juga kian didukung dengan literasi internet yang semakin meningkat serta kenaikan permintaan produk berbasis digital di pasar global.

Untuk menggarap berbagai potensi tersebut, selama beberapa tahun terakhir Bank BTN memang berfokus dalam mengembangkan ekosistem bisnis properti yang positif dan berkelanjutan serta kewirausahaan.

Beberapa langkah yang dilakukan perseroan yakni dengan berpartisipasi mengembangkan sisi akademik melalui program vokasi, riset house price index (HPI) serta kajian supply-demand, hingga short course Mini MBA yang menciptakan pengembang handal.

Di bidang non-akademik, Bank BTN juga mendirikan Rumah Kreatif BTN dan mengembangkan kewirausahaan pertanian untuk dapat mengakselerasi ekonomi di pedesaan dengan menggerakkan petani.

Maryono menjelaskan perseroan pun telah menggelar Edukasi Literasi Properti di 27 Universitas pada  25 kota berbeda di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Bank BTN mencetak Rekor MURI sebagai edukasi literasi properti dengan jumlah peserta terbanyak yakni lebih dari 12.000 peserta.

Bank BTN, sebut Maryono, juga telah mencetak lebih dari 1.000 calon pengembang perumahan melalui lembaga Housing Finance Center (HFC).

Sementara itu, hingga kini, Bank BTN telah menjadi lembaga keuangan yang mendukung seluruh kegiatan operasional Universitas Mulawarman. Selama lebih dari 10 tahun, Bank BTN telah menjalani kemitraan dengan universitas berusia 56 tahun tersebut dengan membuka kantor kas, giro, kerja sama program pengembangan operasional, pembayaran SPP secara host-to-host, hingga penyaluran beasiswa.

Bank BTN juga menyalurkan kredit bagi dosen maupun karyawan universitas ini. Melalui kemitraan itu, Bank BTN juga telah memberikan berbagai layanan jasa keuangan lainnya bagi seluruh akademisi di universitas terbesar di Kalimantan tersebut.

Tag: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: BTN

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,849.05 3,809.73
British Pound GBP 1.00 18,377.71 18,192.91
China Yuan CNY 1.00 2,093.90 2,073.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,432.00 14,288.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,008.59 9,905.87
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.96 1,820.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.52 10,401.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,184.04 16,018.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.16 3,413.28
Yen Jepang JPY 100.00 13,185.93 13,050.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62