Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

BI: Harga Pangan Dorong Deflasi September 2018

Foto Berita BI: Harga Pangan Dorong Deflasi September 2018
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2018 kembali mengalami deflasi, yakni sebesar 0,18% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan lalu sebesar 0,05% (mtm).

Bank Indonesia menilai deflasi IHK pada bulan ini terutama bersumber dari deflasi kelompok volatile food disertai melambatnya inflasi inti. Dengan perkembangan tersebut, inflasi secara kumulatif sampai dengan September 2018 mencapai 1,94% (ytd) dan secara tahunan mencapai 2,88% (yoy) atau masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 3,5%±1% (yoy).

"Kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 1,83% (mtm), lebih dalam dibandingkan dengan deflasi bulan lalu sebesar 1,24% (mtm) dan juga rata-rata historis deflasi bulan September empat tahun terakhir sebesar 0,56% (mtm)," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, di Jakarta, Senin (01/10/2018).

Deflasi terutama bersumber dari koreksi harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, dan telur ayam ras. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 3,75% (yoy), lebih rendah dibandingkan perkembangan bulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy).

Selain itu, faktor lain yang mendorong deflasi ialah karena inflasi inti yang mengalami perlambatan. Inflasi inti tercatat sebesar 0,28% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi inti bulan lalu sebesar 0,30% (mtm).

"Sebagian besar komoditas inflasi inti melambat, sedangkan yang mencatat kenaikan, antara lain uang kuliah, emas perhiasan, dan upah. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,82% (yoy), melambat dari 2,90% (yoy) pada bulan lalu," jelas Agusman.

Terkendalinya inflasi inti hingga September 2018 tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Harga kelompok administered prices tercatat stabil. Harga barang dan jasa di kelompok administered prices pada bulan September 2018 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya (inflasi 0,00%-mtm) pada bulan September 2018, setelah pada bulan sebelumnya mencatat deflasi 0,06% (mtm).

Perkembangan harga barang dan jasa di kelompok ini bersumber dari koreksi tarif angkutan udara yang masih berlangsung pasca Idul Fitri dan Idul Adha, di tengah kenaikan inflasi rokok. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 2,40% (yoy), melambat dibandingkan dengan 2,55% (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Ke depan, BI memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5%±1% (yoy). Untuk itu, koordinasi kebijakan antara Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dan BI akan terus diperkuat dalam pengendalian inflasi agar tetap terjaga pada level yang rendah dan stabil," tukasnya.

Tag: Deflasi, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi