Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 0 Nimes
  • 06:35 WIB. Bundesliga Jerman - Eintracht Frankfrut 7 vs 1 Fortuna Duesseldorf
  • 06:33 WIB. La Liga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 1 Deportivo Alaves
  • 19:02 WIB. Khashoggi - Otoritas Turki mengatakan belum membagikan audio terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan siapa pun.
  • 19:01 WIB. Laut China Selatan - AS gaet Jepang tangkis pengaruh China di LTS.
  • 19:00 WIB. TSLA - Tesla meluncurkan mobil Model 3 dengan harga US$45.000.
  • 18:59 WIB. Donald Trump - Trump yakin Khashoggi sudah meninggal dunia.

ASPPHAMI Banten Lihat Peluang Besar di Bisnis Urban Pest Control

Foto Berita ASPPHAMI Banten Lihat Peluang Besar di Bisnis Urban Pest Control
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPD ASPPHAMI) provinsi Banten, menggelar Gathering Anggota dan Pengurus di Hotel Santika BSD City Serpong, Banten, Selasa (02/10/2018). 

Dengan mengusung tema 'Tata Kelola Pengendalian Kecoa Jerman (Biattela Germanica) dan kutu busuk (Cimex Lectularius dan Cimex Hemipterus) di lingkungan permukiman', acara tersebut sekaligus untuk memperdalam kompetensi para anggota. 

Dimas Oktaperwira selaku Ketua DPD ASSPHAMI Provinsi Banten, menjelaskan bahwa Banten sebagai provinsi muda yang merupakan pemekaran dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000 dengan cakupan wilayah 8 kota/kabupaten mempunyai potensi yang sangat luar biasa di dalam pertumbuhan ekonominya.

"Pada tahun 2017 saja tercatat Banten sebagai provinsi nomor 2 secara nasional setelah DKI Jakarta. Angka pertumbuhan Provinsi banten sendiri mencapai 5,90%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional sebesar 5,01%," paparnya di Serpong, Selasa (02/10/2018). 

Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut, Provinsi Banten sebagai provinsi penyangga ibukota DKI Jakarta menjanjikan potensi yang besar untuk industri Pengendalian Hama Permukiman (Urban Pest Control) di wilayah tersebut. Sebut saja sasaran utama segmentasi pasar di wilayah provinsi Banten yang mampu menyerap industri Jasa Urban Pest Control ini mulai dari segmentasi industrial, segmentasi komersial, maupun segmentasi Residential. 

Kemudian kawasan industri yang sambung menyambung dari Kabupaten Tangerang sampai ke Cilegon, area komersial yang tersedia di kota-kota dan kabupatennya, juga permukiman kelas wahid yang terus dikembangkan di wilayah provinsi Banten. 

Potensial bisnis pest control di wilayah banten dinilai cukup besar, dengan melihat pertumbuhan pembangunan perumahan, restaurant, hotel, gedung dan kawasan industri yang cukup pesat.

Peraturan-perautran dan regulasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian lainnya mewajibkan untuk semua segmentasi di area kerjanya harus memiliki standar kesehatan, baik dari sisi higienis maupun sanitasinya. Beberapa peraturan Kementerian terbaru terkait tentang standar kesehatan dan baku mutu lingkungan, yaitu PERMENKES No. 50 Tahun 2017, Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya di lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, dan tempat fasilitas umum PERMENKES No. 70 Tahun 2017, Tentang standar kesehatan di Lingkungan Industri, dan yang terakhir PERMENAKERTRANS No. 5 Tahun 2018, Tentang standar Hygiene dan Sanitasi di Lingkungan Kerja. 

Tag: Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46