Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:53 WIB. Samsung - Best Buy batalkan semua pesanan Samsung Galaxy Fold.
  • 14:52 WIB. Redmi - Penampakan Redmi K2 muncul dengan kamera pop-up.
  • 14:51 WIB. Huawei - Simpati pada pengguna Huawei, restoran di Malaysia tawarkan diskon.
  • 14:51 WIB. Realme - Realme C2 jadi ponsel paling laris di Ramadan 2019.
  • 14:48 WIB. Milstage - Youtube bakal kedatangan pesaing baru asal AS, Milstage.
  • 14:45 WIB. BSSN - BSSN janji segera serahkan UU keamanan siber.
  • 14:44 WIB. PUBG - PUBG bakal batasi waktu main gim.
  • 14:43 WIB. Mobil - Pasar mobil bekas satt deno 22 Mei turun 40%.
  • 14:42 WIB. PUBG - 100 juta pengguna aktif mainkan PUBG di seluruh dunia.
  • 14:41 WIB. Hoaks - Kemenkominfo temukan 30 hoaks selama pembatasan media sosial.
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen
  • 04:33 WIB. Copa Del Rey: Barcelona 1 vs 2 Valencia¬†

Khawatir Terhadap Pasokan, Harga Minyak Turun Lagi

Khawatir Terhadap Pasokan, Harga Minyak Turun Lagi - Warta Ekonomi
WE Online, New York -

Harga minyak sedikit menurun pada akhir perdagangan, Rabu (3/10/2018) pagi WIB, setelah reli selama tiga sesi berturut-turut, tetapi tetap dekat posisi tertinggi empat tahun karena kekhawatiran pasokan global akan berkurang akibat sanksi-sanksi Washington terhadap Iran.

"Ini adalah pasar sedang menarik napasnya," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Selain karena kekhawatiran sanksi-sanksi terhadap Iran, harga minyak sedang didukung oleh permintaan global yang tetap kuat dalam menghadapi ketegangan perdagangan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 0,18 dolar AS menjadi menetap pada 84,80 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, sehari setelah mencapai level tertinggi empat tahun di 85,45 dolar AS.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) AS, turun tipis 0,07 dolar AS menjadi ditutup pada 75,23 dolar per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sebelumnya menyentuh tingkat tertinggi empat tahun di 75,91 dolar AS.

Para analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa stok minyak mentah AS naik sekitar dua juta barel pekan lalu, menjelang data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang akan keluar pada pukul 16.30 waktu setempat dan dari pemerintah AS pada Rabu pagi waktu setempat.

Harga minyak mentah naik tiga kali lipat dari posisi terendah yang dicapai pada Januari 2016 setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia memangkas produksi mereka.

Sentimen pasar minyak juga terangkat oleh kesepakatan terakhir pada Minggu (30/9) untuk menyelamatkan NAFTA sebagai pakta trilateral antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sanksi-sanksi AS terhadap industri minyak Iran, yang pada puncaknya tahun ini memasok hampir tiga persen dari konsumsi harian dunia, akan mulai berlaku pada 4 November.

Sebuah survei Reuters tentang produksi OPEC menemukan produksi Iran pada September turun 100.000 barel per hari, sementara produksi dari OPEC secara keseluruhan naik sebesar 90.000 barel per hari dari Agustus.

"Para analis minyak kami percaya sekarang ada risiko yang semakin besar (minyak mentah) dapat menyentuh 100 dolar AS per barel," kata HSBC dalam prospek Ekonomi Global kuartal keempatnya.

Banyak analis mengatakan OPEC akan berjuang untuk menutupi penurunan ekspor dari Iran. Namun demikian bank Barclays Inggris, mengatakan, "OPEC memiliki banyak kapasitas cadangan." Melonjaknya harga minyak mentah dan melemahnya mata uang negara-negara berkembang dapat mengikis pertumbuhan ekonomi.

"Pelemahan pertumbuhan permintaan dan pasokan baru akan mendinginkan sentimen 'bullish' dan mendorong harga lebih rendah pada akhir tahun ini," kata Barclays.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ernest Scheyder

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62