Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Antam - Antam belum bisa eksplorasi tambang Blok Bahodopi Utara dan tambang Matarape.
  • 11:27 WIB. Tambang - ORI dan KESDM tunda izin WIUPK blok tambang Antam di Sulawesi. 
  • 11:26 WIB. Jasa Marga - PT Jasa Marga alihkan 50.000 saham JTT kepada anak usahanya, JMTO.
  • 09:25 WIB. Rupiah - Pukul 09.25, rupiah melemah 0,09% ke level Rp14.620 per dolar AS. 
  • 09:02 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,10% ke level 6.163,63. 
  • 06:06 WIB. BRI - BRI memproyeksi hingga pengujung tahun, kredit Agribisnis BRI bisa bertambah Rp2 triliun.

Khawatir Terhadap Pasokan, Harga Minyak Turun Lagi

Foto Berita Khawatir Terhadap Pasokan, Harga Minyak Turun Lagi
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak sedikit menurun pada akhir perdagangan, Rabu (3/10/2018) pagi WIB, setelah reli selama tiga sesi berturut-turut, tetapi tetap dekat posisi tertinggi empat tahun karena kekhawatiran pasokan global akan berkurang akibat sanksi-sanksi Washington terhadap Iran.

"Ini adalah pasar sedang menarik napasnya," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Selain karena kekhawatiran sanksi-sanksi terhadap Iran, harga minyak sedang didukung oleh permintaan global yang tetap kuat dalam menghadapi ketegangan perdagangan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 0,18 dolar AS menjadi menetap pada 84,80 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, sehari setelah mencapai level tertinggi empat tahun di 85,45 dolar AS.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) AS, turun tipis 0,07 dolar AS menjadi ditutup pada 75,23 dolar per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sebelumnya menyentuh tingkat tertinggi empat tahun di 75,91 dolar AS.

Para analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa stok minyak mentah AS naik sekitar dua juta barel pekan lalu, menjelang data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang akan keluar pada pukul 16.30 waktu setempat dan dari pemerintah AS pada Rabu pagi waktu setempat.

Harga minyak mentah naik tiga kali lipat dari posisi terendah yang dicapai pada Januari 2016 setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia memangkas produksi mereka.

Sentimen pasar minyak juga terangkat oleh kesepakatan terakhir pada Minggu (30/9) untuk menyelamatkan NAFTA sebagai pakta trilateral antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sanksi-sanksi AS terhadap industri minyak Iran, yang pada puncaknya tahun ini memasok hampir tiga persen dari konsumsi harian dunia, akan mulai berlaku pada 4 November.

Sebuah survei Reuters tentang produksi OPEC menemukan produksi Iran pada September turun 100.000 barel per hari, sementara produksi dari OPEC secara keseluruhan naik sebesar 90.000 barel per hari dari Agustus.

"Para analis minyak kami percaya sekarang ada risiko yang semakin besar (minyak mentah) dapat menyentuh 100 dolar AS per barel," kata HSBC dalam prospek Ekonomi Global kuartal keempatnya.

Banyak analis mengatakan OPEC akan berjuang untuk menutupi penurunan ekspor dari Iran. Namun demikian bank Barclays Inggris, mengatakan, "OPEC memiliki banyak kapasitas cadangan." Melonjaknya harga minyak mentah dan melemahnya mata uang negara-negara berkembang dapat mengikis pertumbuhan ekonomi.

"Pelemahan pertumbuhan permintaan dan pasokan baru akan mendinginkan sentimen 'bullish' dan mendorong harga lebih rendah pada akhir tahun ini," kata Barclays.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ernest Scheyder

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00