Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:19 WIB. Uang Negara - Kejari Batang selamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.
  • 11:19 WIB. Bank Indonesia - Gedung BI terima penghargaan IAI sebagai bangunan publik terbaik di Jakarta.
  • 11:18 WIB. Mochtar Riady - Mochtar Riady sebut moral sebagai persiapan paling penting dalam "seni perang". 
  • 10:08 WIB. BTS - Anggota BTS sebut grupnya sempat akan bubar.
  • 10:08 WIB. Mitsubishi - Disinggung soal munculnya Avanza terbaru, Mitsubishi sebut itu tak jadi pesaing berat Xpander. 
  • 10:07 WIB. Shopee - PSI nilai teguran KPI soal iklan Shopee mengada-ada. 
  • 09:03 WIB. Uang Elektronik - BI dan BNI buka pintu untuk pemain di daerah dalam peluncuran uang elektronik.
  • 09:03 WIB. Pembayaran Online - BI: Pembayaran online baru mencapai 76% dari total transaksi pembayaran di Indonesia.
  • 09:02 WIB. Alibaba - Alibaba dan IOC resmikan platform toko online produk olimpiade bernama Tmall. 
  • 09:02 WIB. BMKG - BMKG sebut siklon kenanga berpotensi sebabkan gelombang tinggi, masyarakat perlu waspada. 
  • 08:41 WIB. Fintech - Penyelenggara fintech ajukan usul pembuatan sistem penilaian kredit kepada OJK.
  • 08:41 WIB. Fintech - Lembaga Bantuan Hukum terima 1.330 aduan dari korban pinjaman online.
  • 08:40 WIB. Jokowi - Jokowi targetkan tujuh juta sertifikat tanah terbit di tahun 2018.
  • 08:40 WIB. Jalan Tol - Jokowi meresmikan ruas tol Aceh dengan bernilai investasi Rp12,3 triliun. 
  • 08:40 WIB. Erupsi - PVMBG tetapkan status siaga untuk erupsi Gunung Soputan di Sulawesi Utara.

Rupee India Terjun ke Rekor Terendah

Foto Berita Rupee India Terjun ke Rekor Terendah
Warta Ekonomi.co.id, New Delhi -

Rupee yang terjun ke rekor terendah tahun ini diporyeksikan tidak akan melambat, bahkan jika Bank Sentral India menaikkan suku bunga pada pekan ini, menurut para ahli yang dengan hati-hati mengawasi kebijakan Reserve Bank of India.

Analis mengharapkan India, sebagai ekonomi terbesar ketiga di Asia, akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini, dengan peningkatan lebih pada pekan ini dan tahun depan. Sementara kenaikan suku bunga biasanya diharapkan untuk mendukung mata uang, sedangkan rupee tetap akan mengalami kerugian lanjutan ke depan," menurut Prakash Sakpal, wakil presiden penelitian di Dutch bank ING.

"Bahkan jika naik sebesar 25 (basis poin) seperti yang diharapkan itu tidak akan membantu mata uang. RBI harus melakukan lebih banyak, meskipun itu terlihat tidak mungkin dengan alasan inflasi on-target dan tekanan di sektor keuangan," tuturnya, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (2/10/2018).

Sakpal memperkirakan bank sentral hanya akan cocok dengan tiga kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tahun ini tanpa memberikan rupee kelonggaran untuk bersaing terhadap dolar.

Rupee mencapai serangkaian rekor terendah terhadap dolar dalam dua bulan terakhir, melemah menjadi sekitar 73 rupee terhadap greenback. Itu menandai penurunan lebih dari 14 persen sejak awal tahun ini, membuatnya menjadi negara dengan kinerja terburuk di kawasan itu, di samping rupiah Indonesia dan peso Filipina.

Depresiasi mata uang India telah dikaitkan dengan kenaikan harga minyak yang notabene India juga merupakan importir minyak mentah utama, dan defisit neraca berjalan yang semakin melebar. Para ahli mengatakan bahwa kekhawatiran global yang lebih luas, yang naik ke garis terdepan dalam mata uang menyusul masalah ekonomi di Turki dan Argentina, juga membebani sentimen investor.

Shashank Mendiratta, seorang ekonom yang mencakup Asia Selatan dan India di ANZ, menambahkan: "Meskipun suku bunga yang lebih tinggi dapat membantu, kenaikan suku bunga tunggal tidak akan cukup. Ini akan membutuhkan serangkaian kenaikan suku bunga seperti yang telah terjadi di Indonesia," pungkasnya.

Tag: India, Rupee

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Via Asia Times

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00