Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Antam - Antam belum bisa eksplorasi tambang Blok Bahodopi Utara dan tambang Matarape.
  • 11:27 WIB. Tambang - ORI dan KESDM tunda izin WIUPK blok tambang Antam di Sulawesi. 
  • 11:26 WIB. Jasa Marga - PT Jasa Marga alihkan 50.000 saham JTT kepada anak usahanya, JMTO.
  • 09:25 WIB. Rupiah - Pukul 09.25, rupiah melemah 0,09% ke level Rp14.620 per dolar AS. 
  • 09:02 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,10% ke level 6.163,63. 
  • 06:06 WIB. BRI - BRI memproyeksi hingga pengujung tahun, kredit Agribisnis BRI bisa bertambah Rp2 triliun.

Diterpa Perlambatan Ekonomi, Korsel Ngotot Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Korea Utara

Foto Berita Diterpa Perlambatan Ekonomi, Korsel Ngotot Gelontorkan Jutaan Dolar untuk Korea Utara
Warta Ekonomi.co.id, Seoul -

Ketika ekonomi Korea Selatan tersendat, pemerintah justru ingin menghabiskan ratusan juta untuk proyek-proyek ekonomi dan budaya dengan tetangganya di Korea Utara.

Inisiatif tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk perdamaian, tetapi mereka mengancam untuk meningkatkan beban utang kepada Seoul dan dapat menjadi beban jika hubungan antar-Korea dilanda jalan terjal, para ahli memperingatkan.

Dalam RUU September ke parlemen, Presiden Korea Selatan, pemerintahan Moon Jae-in, mengusulkan pengeluaran sebesar $419 juta untuk berbagai usaha yang berkaitan dengan Korea Utara, termasuk reuni keluarga, kantor penghubung bersama, dan pertukaran olahraga.

Komitmen tersebut pertama kali disebutkan dalam deklarasi yang ditandatangani oleh Moon dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada April lalu.

Angka $419.000.000 hanya mengacu pada pengeluaran 2019, dan politisi oposisi Korsel menuduh pemerintah sengaja menyembunyikan biaya jangka panjang karena takut akan reaksi publik. Kebijakan pemerintah menyebabkan penundaan dalam meratifikasi RUU tersebut.

Proposal bernilai jutaan dolar datang karena beberapa negara semakin khawatir tentang ekonomi Korea Selatan yang melambat. Sementara mayoritas warga Korea Selatan mengatakan mereka menginginkan perdamaian dengan Pyongyang, banyak yang percaya bahwa urusan dalam negeri harus menjadi prioritas untuk dana publik, terutama pada saat pertumbuhan yang lemah.

Produk domestik bruto setahun penuh Korea Selatan terlihat pada 2,9 persen tahun ini, dibandingkan dengan 3,1 persen tahun lalu, seperti dilansir dari CNBC, Kamis (4/10/2018).

Sementara itu, laju penciptaan lapangan kerja mencapai tingkat terlemahnya dalam sembilan tahun setelah Moon menaikkan upah minimum dan memangkas jam kerja, langkah yang dinilai telah menyulitkan usaha kecil dan menengah untuk mempekerjakan pekerja baru.

Ketidakpuasan publik dengan ekonomi benar-benar mendorong peringkat persetujuan Moon menjadi 49 persen, tingkat terendah sejak ia menjabat presiden Mei lalu, menurut survei Gallup Korea pada 7 September. Peringkat pemimpin itu berdetak hingga 50 persen, namun, dalam survei berikut Gallup seminggu kemudian.

"Terlepas dari hubungan diplomasi, menghabiskan puluhan miliar dolar di Korea Utara pada saat banyak warga Korea Selatan tidak senang dengan ekonomi mereka sendiri bisa jadi masa yang sulit untuk menjual isu politik," ungkap Kyle Ferrier, direktur urusan akademik dan penelitian di Korea Economic Institute. Amerika.

Tag: Korea Utara (Korut), Korea Selatan (Korsel)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Kim Hong-Ji

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00