Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Dedi Mulyadi: Hoax Ratna Banyak Gimik Politik

Foto Berita Dedi Mulyadi: Hoax Ratna Banyak Gimik Politik
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat, Jokowi-Ma'ruf Amin, Dedi Mulyadi mengatakan kasus meyebarnya berita hoax tentang penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet banyak mengandung permainan atau gimik politik. 

Menurutnya, mengelola politik dengan menyuguhkan berbagai berita bohong atau hoax mampu menimbulkan konflik terbuka. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam menerima informasi sehingga mampu membedakan calon pemimpin bangsa yang memiliki kapasitas dan mana calon presiden yang gemar melakukan dramatisasi.

"Apa yang disampaikan selama ini di berbagai media, calon pemimpin yang sering mengucapkan statement kebanyakan gimik politiknya," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (4/10/2018).

Atas beredarnya isu hoax tersebut, ia menuturkan ketika bangsa Indonesia sedang mengalami bencana yang menimbulkan duka semua pihak baik secara materi maupun imaterial kemudian di sisi lain ada aktor politik yang menjadi oposisi sejak zaman orde baru dengan mempermainkan perasaan publik maka apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet sudah melakukan kekejaman informasi. 

Perbuatan hoax itu dipertontonkan kepada publik dan dilakukan oleh sosok yang mengaku memiliki integritas dalam memperjuangkan kepantingan masyarakat. Untuk itu, dari sisi informasi apapun yang dilakukan Ratna Sarumpaet sudah gagal bermain drama bahkan masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap aktivis tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada bu Ratna Sarumpaet karena sudah berkata jujur yang akhir-akhir ini menjadi berita diberbagai media massa.  Bahkan dia sudah mengaku dirinya sebagai pelaku hoax terbaik," ujarnya.

Dedi Mulyadi mengimbau kepada calon pemimpin bangsa agar mampu  mengelola negara secara baik, bukan hanya sebatas mengatur informasi saja melainkan menyampaikan berita benar kepada masyarakat. 

"Kabar berita hoax itu pun menuai beragam tanggapan dari tokoh masyarakat, kalangan akademisi yang sudah mengenyam ilmu filsafat bahkan sekelah tokoh refoemasi pun ikut-ikutan," ungkapnya.

Dedi menegaskan kabar berita hoax yang menimbulkan kegaduhan, konflik dan memecah belah persatuan bangsa harus dintindak tegas secara hukum yang berlaku dan tidak pandang bulu. 

Sejak awal, ia meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas siapa pelakunya dan motifnya. Kemudian ternyata bahwa berita itu tidak benar dan dibuat dalam dramatisasi hoax secara terstruktur. 

"Kepolisian harus mengusut kebenanarannya, kalau kemarin diusut kenapa dianiaya lantas sekarang harus diusut juga kenapa menyebarkan berita  bohong?," tegasnya.

Langkah itu harus dilakukan agar negeri ini tidak terbiasa menerima berita bohong yang menimbulkan konflik. Dedi mencontohkan, di India ketika pelaku penyebar hoax tertangkap maka akan dihukum langsung oleh masyarakat secara keji. 

"Nah, apakah Indonesia akan seperti itu? Bagaimana di negara lain terjadi konflik antara pemerintah dengan masyarakatnya akibat berita hoax, Tentu Indonesia tidak akan seperti itu, ada proses hukum yang berlaku," ujarnya.

Dia menegaskan kasus tersebut tidak berpengaruh terhadap elektabilatas Joko Widodo sebagai calon presiden 2019. Pasalnya, Jokowi sebagai kepala negara bertanggung jawab mengatasi permasalahan negara yang bersifat mendesak, salah satunya penanganan bencana gempa Donggala dan Palu Sulawesi Tengah. 

"Menurut saya mah pak Presiden kerjaannya banyak seperti saat ini tengah fokus menanggulangi bencana gempa Sulteng. Enggak usah mikirin ini. Soal elektoralnya, intinya kita jangan mengambil keuntungan dari kesalahan orang lain. Pak Jokowi bukan type seperti itu tapi elektoral beliau didapat dari kepercayaan publik atas kinerja yang dilakukannya," pungkasnya.

Tag: Dedi Mulyadi, Ratna Sarumpaet

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35