Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pasar Ritel Masih Menantang, Hero Group Atur Strategi

Foto Berita Pasar Ritel Masih Menantang, Hero Group Atur Strategi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) menyatakan bahwa hingga saat ini industri ritel di Tanah Air masih menantang. Hal tersebut terlihat dari hasil penjualan modern trade, baik super atau pun hiper perseroan yang masih dalam tren negatif atau turun 3,4% di semester pertama 2018.

Meski begitu, perkembangan menggembirakan terpampang dari bisnis modern trade minimarket perseroan yang tumbuh 9,1% sepanjang enam bulan pertama tahun ini. 

“Jadi ada perilaku konsumen yang berubah akhir-akhir ini. Ini jadi input kami untuk meningkatkan experience pelanggan agar menambah kunjungan ke toko. Jadi, ini memang jadi tantangan bagi kami," ujar Ilauddin Sophan dalam papan publiknya di Tanggerang, Kamis (4/10/2018).

Kondisi tersebut pun mempengaruhi penjualan perseroan pada semester I-2018 ini anjlok 1,1% menjadi Rp6,84 triliun dari Rp6,92 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada semester pertama, perseroan mencatat terdapat penurunan sebesar 6,6% pada bisnis penjualan makanannya menjadi Rp5,43 triliun dari Rp5,81 triliun. Namun, bisnis nonmakanan berhasil naik 27,5% dari Rp1,11 triliun di semester pertama 2017 menjadi Rp1,41 triliun hingga akhir Juni 2018. 

"Pertengahan pertama 2018, akibat situasi yang cukup berat di modern trade. Food turun 6,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tapi dikompensasi pertumbuhan yang cukup menggembirakan di non-food yang tumbuh 27,5%. Sehingga, penjualan berkurang 1,1% itu flat. Kontribusi dari non-food juga terlihat makin besar," terangnya. 

Ilauddin mengungkapkan jika penurunan penjualan menjadi faktor utama terkoreksinya laba bersih perseroan. Di mana, pada akhir semester pertama 2018 perseroan hanya membukukan laba sebesar Rp34 miliar, runtuh 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp71 miliar.

"Dari penurunan penjualan mengakibatkan keuntungan turun Rp37 miliar. Kami pun telah melakukan kegiatan untuk menyehatkan perusahaan, dengan melakukan efisiensi di sektor energi salah satunya," ungkap Ilauddin.

Untuk itu, perseroan memutuskan untuk mengerem ekspansi di tahun ini. Salah satunya, dengan menurunkan dana belanja modal atau Capital Expenditure (capex) yang dialokasikan untuk penambahan toko baru. 

"Jadi, kami selektif untuk pembelanjaan modal. Porsi untuk pembukaan toko baru berkurang karena kami coba review toko yang sudah ada. Jadi, bukan tidak ada buka toko baru. Memang tidak sebesar 2017 karena kondisi pasar masih lemah. Kami review untuk strategi yang lebih menguntungkan," pungkasnya. 

Tag: PT Hero Supermarket Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi