Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:44 WIB. Liga Eropa - Valencia 2 vs 0 Villarreal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Napoli 0 vs 1 Arsenal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Eintracht Frankfurt 2 vs 0 Benfica
  • 05:42 WIB. Liga Eropa - Chelsea 4 vs 3 Slavia Prague

Begini Jurus BI Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Begini Jurus BI Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan yang berasal dari faktor domestik maupun luar negeri. Berdasarkan data Bloomberg, hari ini, Jumat (5/10/2018), nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp15.190 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp15.179 per dolar AS.

Sementara data Jisdor Bank Indonesia (BI) kemarin menyebutkan, nilai tukar rupiah berada di angka Rp15.133 per dolar AS, jauh merosot dibandingkan posisi Rabu (3/10/2018) yang berada di posisi Rp15.088 per dolar AS.

Guna merespons nilai tukar rupiah yang semakin melemah, sejumlah upaya dilakukan BI. Lalu, apa saja jurus BI untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, langkah pertama yang dilakukan ialah menjaga supply dan demand (pasokan valas) bergerak secara stabil di pasar keuangan (valuta asing/valas).

"Kami terus berada di pasar tidak hanya memantau, tapi juga melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar yang diperlukan sesuai dengan mekanisme pasar," ujar Perry di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Untuk menjaga pasokan valas, BI terus berkomunikasi dengan para pelaku perbankan dan sektor rill, termasuk komunikasi dengan para eksportir maupun importir di kalangan pengusaha agar tidak segan-segan untuk menjual dolar AS.

"Sejauh ini, supply demand itu berjalan dengan baik dan mekanisme pasar berjalan baik. Tidak segan-segan apresiasi kepada para pengusaha yang sama-sama mensuplai valasnya, kemudian juga perbankan yang terus menjaga mekanisme pasar," jelasnya.

Kemudian, lanjut Perry, BI akan mempercepat persiapan-persiapan teknis pemberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Dia mengatakan, memang DNDF secara ketentuan sudah berlaku, tapi dari sisi teknis operasional perlu ada persiapan.

"Misalnya di perbankan, dari sisi dealing room-nya, dari sisi konversi transaksinya, dari manajemen risikonya, dari treasury-nya, dari IT-nya, itu yang terus dilakukan. Insya Allah dalam dua minggu ini bisa dilakukan," ucap Perry.

Lalu, langkah berikutnya, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk pengendalian defisit transaksi berjalan.

"Koordinasi dengan Menko Perekonomian, Menkeu, Ketua OJK terus diperkuat untuk langkah-langkah lanjutan untuk penurunan Cureent Account Deficit (CAD)," jelas Perry.

Selain itu, BI terus melakukan bauran kebijakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, di antaranya menaikkan suku bunga kebijakan moneter BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 150 bps menjadi 5,75% selama 2018, melakukan intervensi ganda di pasar valas, dan pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan swap valas dan swap hedging dengan biaya yang relatif murah, serta akselerasi pendalaman pasar keuangan seperti Indonia sebagai referensi suku bunga pasar uang.

Perry menyampaikan, apa yang terjadi dengan nilai tukar rupiah dan kondisi di Indonesia saat ini harus dilihat secara relatif. Dalam hal ini, apabila bicara nilai tukar, bukan dilihat pada levelnya, tapi perlu dilihat tingkat depresiasinya dibanding dengan negara lain.

Per 2 Oktober 2018, secara year to date depresiasi rupiah sebesar 9,82%, lebih rendah dibandingkan beberapa negara peers, termasuk India (12,40%), Afrika Selatan (13,83%), Brasil (17,59%), dan Turki (37,26%).

Tag: Rupiah, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26