Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:41 WIB. PPro - PP Properti merilis tower 1 di Grand Sagara, Surabaya.
  • 20:40 WIB. BNI - BNI memproyeksi pertumbuhan kredit korporasi 12%-13% pada tahun depan.
  • 20:13 WIB. Mandiri Syariah - Mandiri Syariah menyediakan produk hedging syariah.
  • 20:12 WIB. HIN - Pada 2018 ini rata-rata okupansi hotel yang dikelola HIN mencapai 73%.
  • 20:11 WIB. HIN - HIN mematok target akan mengelola 100 hotel hingga 2021.
  • 20:11 WIB. TCash - TCash menjadi salah satu uang elektronik yang mendukung uji coba digitalisasi penyaluran pembiayaan Kredit UMi.
  • 20:09 WIB. IndiHome - Telkom memastikan di penghujung tahun 2018 telah mencatatkan 5 juta pelanggan IndiHome.
  • 18:53 WIB. Brexit - PM Inggris kunjungi Jerman untuk bahas krisis Brexit.
  • 18:53 WIB. Pakistan - Indonesia gencarkan diversifikasi produk impor ke Pakistan.
  • 18:52 WIB. Iran - Rouhani: Penjualan minyak Iran meningkat meskipun ada sanksi AS.
  • 18:52 WIB. Irak - AS larang warganya kunjungi Irak saat peringatan 1 tahun bebas Daesh.
  • 18:52 WIB. Walhi - WALHI: Masih ada kriminalisasi pejuang lingkungan.
  • 18:51 WIB. Prancis - Presiden Prancis umumkan kenaikan upah minimum.
  • 18:51 WIB. Filipina - Duterte minta kongres sahkan perpanjangan darurat militer di Mindanao.
  • 18:51 WIB. Dubai - Dubai hadirkan supermarket di tengah lautan.

Begini Jurus BI Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Foto Berita Begini Jurus BI Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan yang berasal dari faktor domestik maupun luar negeri. Berdasarkan data Bloomberg, hari ini, Jumat (5/10/2018), nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp15.190 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp15.179 per dolar AS.

Sementara data Jisdor Bank Indonesia (BI) kemarin menyebutkan, nilai tukar rupiah berada di angka Rp15.133 per dolar AS, jauh merosot dibandingkan posisi Rabu (3/10/2018) yang berada di posisi Rp15.088 per dolar AS.

Guna merespons nilai tukar rupiah yang semakin melemah, sejumlah upaya dilakukan BI. Lalu, apa saja jurus BI untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, langkah pertama yang dilakukan ialah menjaga supply dan demand (pasokan valas) bergerak secara stabil di pasar keuangan (valuta asing/valas).

"Kami terus berada di pasar tidak hanya memantau, tapi juga melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar yang diperlukan sesuai dengan mekanisme pasar," ujar Perry di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Untuk menjaga pasokan valas, BI terus berkomunikasi dengan para pelaku perbankan dan sektor rill, termasuk komunikasi dengan para eksportir maupun importir di kalangan pengusaha agar tidak segan-segan untuk menjual dolar AS.

"Sejauh ini, supply demand itu berjalan dengan baik dan mekanisme pasar berjalan baik. Tidak segan-segan apresiasi kepada para pengusaha yang sama-sama mensuplai valasnya, kemudian juga perbankan yang terus menjaga mekanisme pasar," jelasnya.

Kemudian, lanjut Perry, BI akan mempercepat persiapan-persiapan teknis pemberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Dia mengatakan, memang DNDF secara ketentuan sudah berlaku, tapi dari sisi teknis operasional perlu ada persiapan.

"Misalnya di perbankan, dari sisi dealing room-nya, dari sisi konversi transaksinya, dari manajemen risikonya, dari treasury-nya, dari IT-nya, itu yang terus dilakukan. Insya Allah dalam dua minggu ini bisa dilakukan," ucap Perry.

Lalu, langkah berikutnya, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk pengendalian defisit transaksi berjalan.

"Koordinasi dengan Menko Perekonomian, Menkeu, Ketua OJK terus diperkuat untuk langkah-langkah lanjutan untuk penurunan Cureent Account Deficit (CAD)," jelas Perry.

Selain itu, BI terus melakukan bauran kebijakan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, di antaranya menaikkan suku bunga kebijakan moneter BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 150 bps menjadi 5,75% selama 2018, melakukan intervensi ganda di pasar valas, dan pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan swap valas dan swap hedging dengan biaya yang relatif murah, serta akselerasi pendalaman pasar keuangan seperti Indonia sebagai referensi suku bunga pasar uang.

Perry menyampaikan, apa yang terjadi dengan nilai tukar rupiah dan kondisi di Indonesia saat ini harus dilihat secara relatif. Dalam hal ini, apabila bicara nilai tukar, bukan dilihat pada levelnya, tapi perlu dilihat tingkat depresiasinya dibanding dengan negara lain.

Per 2 Oktober 2018, secara year to date depresiasi rupiah sebesar 9,82%, lebih rendah dibandingkan beberapa negara peers, termasuk India (12,40%), Afrika Selatan (13,83%), Brasil (17,59%), dan Turki (37,26%).

Tag: Rupiah, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87