Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:24 WIB. BNI - BNI menargetkan penyaluran kredit ke BUMN tumbuh 12%-15% tahun ini.
  • 19:24 WIB. BRI - BRI membidik penyaluran kredit ke BUMN tumbuh hingga 6% di tahun 2019.
  • 19:21 WIB. BRI - BRI ingin menyalurkan menjadi 77% kredit ke UMKM.
  • 19:19 WIB. Finraya - Saham Finraya dimiliki Mandiri, BRI dan BNI masing-masing 20%.
  • 19:19 WIB. BTN - BTN dipastikan akan menjadi salah satu pemegang saham Finraya.
  • 19:18 WIB. BTN - Kepemilikan saham BTN di Finraya tak kurang dari 10%.
  • 19:14 WIB. Tol - Fasilitas terminal di Tol Trans-Jawa bukan kewajiban Jasa Marga.
  • 19:14 WIB. GMF - GMF membukukan pendapatan operasional senilai US$470 juta selama 2018.
  • 19:13 WIB. Pelindo III - Pelindo III mengoptimalkan aset pelabuhan untuk layanan logistik energi.

Harga Minyak Meroket Jelang Sanksi AS Terhadap Ekspor Minyak Mentah Iran

Foto Berita Harga Minyak Meroket Jelang Sanksi AS Terhadap Ekspor Minyak Mentah Iran
Warta Ekonomi.co.id, London -

Harga minyak naik pada hari Jumat karena para pedagang mengantisipasi pasar yang lebih ketat karena sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran.

Benchmark Brent crude oil naik 30 sen per barel di $84,88 pada 0750 GMT. Pada Kamis, Brent turun $1,34 per barel atau 1,6 persen. Kontrak itu berada di jalur untuk kenaikan sekitar 2,6 persen untuk minggu ini.

Light crude oil AS naik 40 sen menjadi $74,73, naik 2,2 persen sejak Jumat lalu.

Kedua minyak mentah benchmark mundur pada Kamis menyusul berita kenaikan persediaan minyak AS dan setelah Arab Saudi dan Rusia mengatakan mereka akan meningkatkan output setidaknya sebagian untuk menutupi gangguan yang diharapkan dari Iran.

Namun pull-back tidak sedikit melonjak pada kenaikan dua bulan yang telah menambahkan 15-20 persen ke harga minyak sejak pertengahan Agustus karena sanksi AS yang akan datang pada Teheran membatasi ekspor minyak mentah Iran.

Washington ingin pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia berhenti membeli minyak Iran mulai 4 November untuk menekan Tehran untuk menegosiasikan kembali kesepakatan nuklir.

Tidak jelas persis berapa banyak dampak sanksi terhadap pasokan tetapi banyak analis mengatakan mereka memperkirakan ekspor Iran turun sekitar 1 juta barel per hari (bpd).

"Ekspor Iran bisa jatuh di bawah 1 juta bpd pada November," ungkap bank AS Jefferies, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (5/10/2018).

"Kini tampak bahwa hanya China dan Turki yang bersedia menanggung resiko pembalasan AS dengan bertransaksi dengan Iran," ungkapnya.

Jefferies Bank mengatakan "ada cukup minyak untuk memenuhi permintaan, tetapi kapasitas cadangan global berkurang ke tingkat terendah yang dapat kami dokumentasikan yang berarti gangguan pasokan lebih lanjut akan sulit bagi pasar untuk dikelola, dan dapat menyebabkan lonjakan harga minyak mentah,” tambahnya.

Spekulan telah mengakumulasi posisi beli bullish bertaruh pada kenaikan lebih lanjut dalam harga hampir 1,2 miliar barel minyak. Sementara itu, jumlah posisi short dalam enam kontrak berjangka dan opsi minyak terbesar telah jatuh ke level terendah sejak sebelum 2013.

Namun Goldman Sachs mengatakan tren naik mungkin tidak bertahan lama.

"Sementara risiko kenaikan harga akan berlaku untuk saat ini, data fundamental di luar Iran belum berubah bullish dalam pandangan kami," ungkap Goldman dalam sebuah catatan kepada klien.

Tag: Iran, Minyak

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Raheb Homavandi/File Photo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02