Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Tips Ampuh Jual Properti di Tengah Krisis

Foto Berita Tips Ampuh Jual Properti di Tengah Krisis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bisa dibilang hingga akhir kuartal IV-2018 ini, kondisi bisnis properti di Tanah Air belum menunjukkan sinyalemen positif, isu depresiasi nilai rupiah terhadap dolar serta tahun politik disinyalir menjadi faktor mengapa bisnis properti belum menggeliat, terutama untuk di kelas atas.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia pada kuartal II-2018, penjualan properti residensial tercatat -0,08% atau lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 10,55%. Penurunan penjualan terjadi pada rumah tipe sedang dan besar, sementara permintaan rumah dengan tipe kecil meningkat.

Menurut Xanrena A Siregar, Business Development Manager Operations PropertyPro, menjelang Pilpres 2019, penjualan properti untuk segmen kelas atas dengan harga di atas Rp1 miliar sedikit terganggu.

"Namun tidak perlu khawatir, bagi Anda yang saat ini berprofesi sebagai broker properti, ada tips menarik bagaimana menjadi broker andal di tengah kondisi krisis," kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Posisikan Diri sebagai Konsultan Properti

Seorang broker properti dituntut harus profesional, tidak hanya sebagai penghubung antara penjual dan pembeli, namun lebih dari itu, mereka harus bisa menjadi konsultan properti kepada klien, juga harus bisa menjelaskan kepada pembeli properti tentang analisis investasi properti mulai dari besaran capital gain atau pun yield yang bisa didapatkan seorang klien. 

Tidak hanya itu, seorang broker harus mengetahui seluk beluk tentang legalitas properti, seperti bagaimana cara mengurus balik nama sertifikat tanah, membuat AJB, dan lain-lain.

"Seorang broker juga harus menjadi konsultan bagi kliennya. Kalau sudah begitu, nantinya klien akan menjadi sangat nyaman dengan broker tersebut, sehingga ia akan selalu dibutuhkan," jelas Xanrena.

Menawarkan Harga yang Realistis

Khusus untuk properti secondary, seorang broker harus pintar memberikan masukan kepada klien untuk menentukan harga properti yang ditawarkan, jangan sampai terlalu mahal atau pun murah, tentukan berdasarkan harga pasaran di sekitar lokasi.

"Sebenarnya minat untuk membeli properti masih banyak, tetapi pasar masih wait and see perkembangan ekonomi, jadi kalau mereka dipancing dengan harga di bawah rata-rata pasti akan berminat," imbuhnya.

Fokus

Fokus menjadi salah satu kunci utama kesuksesan broker properti, untuk itu Xanrena menyarankan seorang broker agar bisa fokus menjalankan profesinya. Jangan sampai pekerjaan ini dijadikan profesi sambilan.

Bergabung dengan Kantor Agen

Hal ini sangatlah penting karena dengan bergabung dengan asosiasi, broker akan mendapatkan keuntungan. Contohnya seperti mendapatkan informasi terbaru seputar industri properti, link baru, atau mengikuti berbagai pelatihan broker.

Menggunakan Portal Properti

Salah satu instrumen terpenting berjualan properti adalah menggunakan jasa portal properti. Menurut Xanrena, menjual properti menggunakan media online saat ini dinilai sangat efektif, pasalnya pengguna internet di Indonesia sekarang sudah sangat banyak.

"Apalagi jangkauan internet dinilai sangat luas berbeda dengan karakteristik surat kabar yang penyebarannya sangat terbatas," tukasnya.

Tag: Properti

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56