Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:41 WIB. Pelindo III - Pelindo III fokus melakukan pengembangan Terminal Peti Kemas Tanjung Emas dan Tanjung Intan.
  • 13:41 WIB. Mandiri - Akuisisi akan dilakukan terhadap lembaga jasa keuangan, bank maupun non-bank.
  • 13:40 WIB. Mandiri - Mandiri akan memasukkan rencana akuisisi pada revisi rencana bisnis bank Juni mendatang.
  • 12:27 WIB. Snap - CFO Snap, Tim Stone undurkan diri.
  • 12:26 WIB. AWS - Amazon Web Services akuisisi TSO Logic.
  • 12:01 WIB. IHSG - Menutup jeda siang, IHSG menguat 0,19% ke level 6.420,89. 
  • 11:40 WIB. Divestasi - Arpeni Pratama Ocean Line divestasi kapal Padma Indah senilai Rp26,58 miliar.
  • 11:10 WIB. Rupiah - Hingga pukul 11.10 WIB, dolar AS masih tekan rupiah sebesar 0,12% ke level Rp14.110. 
  • 11:01 WIB. Pertamina - Pertamina melaksanakan lifting perdana crude oil bagian PT CPI di Blok Rokan.
  • 10:58 WIB. JNE - JNE menaikkan tarif ongkir dengan kenaikan rata-rata sebesar 20%.
  • 10:58 WIB. PGN - PGN akan menyalurkan gas bumi untuk salah satu pelanggan industri di Lampung.
  • 10:25 WIB. Diskon - Jelang tutup bisnis, Central Neo Soho adakan dskon besar-besaran hingga 90%. 
  • 10:24 WIB. Retail - Central Department Store di Neo Soho Mall akan ditutup pada 18/02/2019 mendatang. 

Ambrosia, Supplier Bahan Makanan Siap Rambah Pasar Nasional

Foto Berita Ambrosia, Supplier Bahan Makanan Siap Rambah Pasar Nasional
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Industri makanan dan minuman yang kian berkembang di Indonesia mendorong Ambrosia, sebuah perusahaan penyuplai bahan makanan, mulai menargetkan pasar nasional.

Direktur Utama Ambrosia, Ryan Susanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan supply yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Kapasitas supply kami saat ini mencapai puluhan ton dan akan bertambah seiring permintaan industri. Kami menyediakan berbagai macam produk untuk berbagai macam industri makanan dan minuman, misalnya dextrose, maltodextrin, nondairy creamer, dan lain-lain," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia sangat pesat, khususnya di sektor mikro dan kecil. Namun, seiring dengan pertumbuhannya, masalah yang dihadapi juga semakin terlihat, yaitu kualitas dan kontinuitas bahan baku. Bahkan, sampai pada 2018 masih sering terjadi keracunan makanan di Indonesia akibat kesalahan dalam pemilihan, penyimpanan, dan/atau distribusi bahan pangan yang digunakan.

"Penyediaan bahan pangan tak hanya dilihat dari sertifikat produk tetapi juga proses sampai ke tangan konsumen," kata dia.

Ryan menambahkan, seringkali terlihat penyedia bahan pangan tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa atau tidak menyimpan produk secara higienis sehingga bahan pangan tersebut berpotensi terkontaminasi, walaupun produk itu pada awalnya berkualitas tinggi.

"Itu sebabnya, kami sangat menjaga kualitas bahan pangan yang kami supply mulai dari penyimpanan yang higienis hingga pengecekan tanggal kadaluarsa agar sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang baik," tuturnya.

Ryan menuturkan bahwa saat ini Ambrosia menyediakan supply bahan makanan untuk industri minuman dan frozen dessert dan beberapa industri makanan. Industri makanan di Indonesia tumbuh dengan sangat cepat, terutama di sektor UMKM, namun sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan kemudahan akses ke bahan-bahan baku sehingga menghambat kreativitas sektor UMKM.

"Sasaran kami berikutnya adalah UMKM karena kami melihat pertumbuhan industri makanan dan minuman skala UMKM sangat pesat," katanya.

Melihat perkembangan industri makanan dan minuman saat ini, Ryan selaku pelaku usaha berharap industri-industri makanan Indonesia akan mendunia.

"Saya sangat optimis jika industri makanan akan menjadi salah satu ujung tombak perkembangan ekonomi di Indonesia. Saya percaya bahwa orang Indonesia itu sangat kreatif, oleh karenanya saya support dengan berbagai macam bahan baku makanan untuk menstimulus inovasi produk makanan, terutama makanan fungsional yang memiliki efek kesehatan," tutupnya.

Tag: Ambrosia

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Peter Bond

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6408.784 72.668 625
2 Agriculture 1585.036 -7.210 21
3 Mining 1844.340 15.139 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.845 21.295 71
5 Miscellanous Industry 1394.631 2.064 46
6 Consumer Goods 2652.095 37.658 51
7 Cons., Property & Real Estate 480.742 8.835 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1130.455 19.871 71
9 Finance 1213.694 9.336 91
10 Trade & Service 786.524 2.437 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 186 250 64 34.41
2 INPP 525 650 125 23.81
3 LPCK 1,900 2,340 440 23.16
4 OCAP 268 330 62 23.13
5 MLPL 84 99 15 17.86
6 MTSM 177 206 29 16.38
7 SDMU 55 62 7 12.73
8 UNIT 240 268 28 11.67
9 IMAS 2,560 2,840 280 10.94
10 HDFA 158 174 16 10.13
No Code Prev Close Change %
1 ARTA 1,310 1,000 -310 -23.66
2 ABDA 5,600 4,480 -1,120 -20.00
3 BEEF 318 268 -50 -15.72
4 TFCO 765 665 -100 -13.07
5 KICI 290 260 -30 -10.34
6 SKBM 560 510 -50 -8.93
7 TPMA 242 222 -20 -8.26
8 POLI 1,575 1,445 -130 -8.25
9 INTD 175 161 -14 -8.00
10 RIGS 228 210 -18 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 INPC 74 79 5 6.76
3 UNTR 26,000 25,600 -400 -1.54
4 WSKT 1,975 2,090 115 5.82
5 TRAM 182 190 8 4.40
6 ASII 8,150 8,150 0 0.00
7 PTSN 1,630 1,520 -110 -6.75
8 TLKM 3,850 3,930 80 2.08
9 KPAS 220 222 2 0.91
10 BBRI 3,790 3,780 -10 -0.26