Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Ditelantarkan, Ratusan Penumpang Lion Air di Palu Protes

Foto Berita Ditelantarkan, Ratusan Penumpang Lion Air di Palu Protes
Warta Ekonomi.co.id, Palu -

Ratusan penumpang yang juga merupakan korban gempa bumi dan tsunami 7,4 SR memprotes maskapai penerbangan Lion Air karena mereka ditelantarkan di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (7/10/2018).

Para penumpang itu merasa kesal karena tidak ada kejelasan dari pihak maskapai yang dikenal sering delay ini atas keberangkatan mereka ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahkan ratusan penumpang yang batal diberangkatkan kemarin (6/10/2018) dan dijanjikan berangkat mengunakan jasa penerbangan hari ini pun tidak ada kejelasan hingga memicu terjadinya ketegangan dengan pihak bandara.

"Kami dijanjikan hari ini diberangkatkan, sejak kemarin ditunda. Tapi yang terjadi tidak ada kejelasan kapan diterbangkan, ada ratusan penumpang Lion grup di sini menunggu, tapi hanya disuruh bersabar," ujar Rustam, salah seorang penumpang.

Penumpang lain, Feby menuturkan, dirinya telah membeli tiket secara online atau daring untuk berangkat hari Minggu ini, namun diminta pulang dan kembali sore hari untuk mengecek keberangkatannya.

"Kami sekeluarga disuruh balik, nanti sore baru ke sini, tapi ternyata tidak ada kejelasan kapan diberangkatkan, mana harga tiketnya sangat mahal," ungkapnya.

Menurutnya, pihak maskapai sebaiknya tidak membohongi penumpang dengan membuka penerbangan tujuan Palu-Makassar sampai terjadi penundaan keberangkatan yang tidak jelas hingga terjadi penumpukan penumpang di bandara setempat.

"Kami merasa ditipu kalau begini, masa ditunda keberangkatannya tanpa ada kejelasan waktunya kapan, dan jam berapa, tapi ini tidak ada penyampaian," ucapnya kesal.

Rudianto yang hendak mengantar istri dan anak-anaknya ke Makassar harus bersitengang dengan pihak operator maskapai karena mereka tidak juga memberangkatkan keluarganya. Dirinya mengancam akan menuntut dan melaporkan pihak maskapai ke kepolisian dengan dugaan tindakan penipuan.

"Saya akan lapor ke polisi bila hari ini keluarga saya tidak juga diberangkatkan. Kemarin seharusnya diberangkatkan tapi ditunda dengan alasannya tidak jelas. Hari ini pun begitu alasannya karena pesawat kurang dan tidak bisa mendarat," katanya dengan nada marah.

Seharusnya, maskapai penerbangan sipil ini tidak menjual tiket kepada penumpang untuk mendapatkan keuntungan lebih sementara tidak bisa bertanggungjawab terhadap konsumennya.

"Tidak usah menjual tiket kalau tidak mampu memberangkatkan penumpang, itu merugikan orang namanya, harganya pun sangat mahal. Manajemen maskapai Lion air memanfaatkan situasi ini untuk mendapat keuntungan besar," ungkapnya.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak manajemen Lion Air untuk memberikan keterangan resmi karena menelantarkan penumpangnya.

Berdasarkan pemantauan sejumlah penumpang terlihat memadati bandara setempat, mereka mengelar tikar dan tidur di emperan bandara menunggu keberangkatan. Harga tiket diketahui sangat tinggi, tujuan Palu-Makassar dari Rp1,3 jutaan hingga Rp2 jutaan, Palu-Jakarta Rp4 jutaan, tetapi penumpang tidak diberangkatkan dan masih menunggu kepastian.

Pihak operator maskapi berdalih bahwa pesawat yang ada belum bisa mendarat karena lalu lintas bandara sangat padat. Selain itu, tidak ada faktor lain yang tidak bisa dijelaskan dengan alasan bukan untuk konsumsi publik.

Dari informasi yang peroleh salah satu maskapai penerbangan sipil saat lepas landas di runway bandara nyaris bersenggolan dengan kapal militer Hercules yang hendak mendarat membawa logistik bagi korban gempa.

Padatnya penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri itu diduga karena banyaknya penumpang VVIP masuk ke Palu, ditambah masuknya bantuan asing dari luar negeri mendarat di bandara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Hingga hari kesembilan pascagempa disertai tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi ini, dilaporkan pesawat militer Hercules khusus mengangkut penumpang pengungsi mulai berkurang, dari hari sebelumnya. Bandara pun mulai terlihat lengang dari eksodus gang hendak meninggalkan Kota Palu, Sulteng.

Tag: Lion Air

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00