Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:21 WIB. Bursa - XBNI tambah unit penyertaan sebanyak 14 juta unit per tanggal 15/10/2018.
  • 16:00 WIB. Lippo - YLKI imbau masyarakat hati-hati saat transaksi pembelian dengan Meikarta. 
  • 15:52 WIB. RELI - 27 nasabah alami kerugian hingga Rp50 miliar usai ditipu mantan karyawan RELI. 
  • 15:36 WIB. ADHI - ADHI menargetkan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai awal tahun depan.
  • 15:21 WIB. ADHI - ADHI memperoleh kepemilikan minoritas 10% dalam konsorsium pengusahaan tol prakarsa Cikunir-Ulujami.
  • 13:52 WIB. Core - Kenaikan harga BMM dapat pengaruhi inflasi sebesar 0,05%-0,10% dari sebelumnya deflasi. 
  • 13:16 WIB. IHSG - Perdagangan hari ini, IHSG akan kembali menguat di level support 5.692-5.746 resistance 5.827-5.854.
  • 13:16 WIB. Jokowi - Mestinya ada manajemen sistem yang jelas agar pembayaran rumah sakit juga jelas.
  • 13:15 WIB. Jokowi - Seharusnya masalah BPJS Kesehatan dapat diselesaikan segara.
  • 12:45 WIB. Staf Fraksi PAN - Peluru nyasar yang mengenai dua ruang kerja anggota DPR, berbarengan dengan kejadian sebelumnya.
  • 12:44 WIB. Gedung DPR - Lagi peluru nyasar kembali ditemukan di gedung DPR.
  • 12:42 WIB. Pengamat - Posisi Sandiaga juga mempengaruhi suara HIPMI dan KADIN.
  • 12:42 WIB. Pengamat - Tidak semua suara HIPMI dan KADIN ke Jokowi-Ma'ruf.
  • 12:16 WIB. Ngabalin -  visi misi Prabowo-Sandi bernuansa orde baru.
  • 12:15 WIB. Zulkifli Hasan - Kemenangan PAN di Jabar menentukan kemenangan Prabowo-Sandiaga.

Pelopori Komodo Bond, IFC Kumpulkan Investasi Rp2 Triliun

Foto Berita Pelopori Komodo Bond, IFC Kumpulkan Investasi Rp2 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, untuk pertama kalinya menerbitkan surat utang berwawasan lingkungan (green bond) berdenominasi Rupiah untuk pasar internasional (Komodo bond). Obligasi ini menarik minat yang kuat dari investor dan berhasil mengumpulkan dana Rp2 triliun atau setara dengan US$134 juta untuk mengatasi perubahan iklim.

Penerbitan “green Komodo bond” di pasar luar negeri berdenominasi rupiah ini merupakan yang pertama dilakukan oleh bank pembangunan multilateral untuk investasi ke proyek-proyek terkait perubahan iklim di Indonesia. Minat yang kuat dari berbagai kelompok investor internasional adalah bukti meningkatnya ketertarikan akan investasi yang bertanggung jawab sosial di Indonesia.

Obligasi berwawasan lingkungan, atau obligasi hijau, berjangka lima tahun yang akan didaftarkan ke Bursa Efek London dan Bursa Efek Singapura ini akan mendukung pasar mata uang lokal di Indonesia, dan mendanai obligasi berwawasan lingkungan pertama yang diterbitkan di Indonesia oleh klien IFC, yakni Bank OCBC NISP. 

Hasil penjualan obligasi ini akan membiayai infrastruktur juga proyek-proyek yang mengatasi perubahan iklim, sesuai dengan prinsip-prinsip Obligasi Hijau (Green Bond Principles).

"Penerbitan green Komodo bond ini menegaskan komitmen IFC untuk mendukung Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan," kata Nena Stoiljkovic, Vice President IFC untuk Asia dan Pasifik dalam keterangannya di Bali, Indonesia, Senin (08/10/2018).

Obligasi ini kata dia, memungkinkan pihaknya untuk memobilisasi pendanaan internasional ke dalam proyek-proyek ramah iklim di Indonesia.

"Kami bermaksud untuk mereplikasi dan meningkatkan skala dari model ini guna mengatasi tantangan iklim negara ini," tambahnya.

Jingdong Hua, Vice President and Treasurer IFC, mengatakan, Obligasi hijau Komodo pertama yang diterbitkan dalam mata uang Rupiah untuk investasi iklim di Indonesia adalah tonggak penting bagi IFC dan bagi Indonesia.

"Penerbitan obligasi ini juga membantu sektor swasta mengelola risiko valuta asing melalui pembiayaan dengan mata uang lokal, sekaligus menumbuhkan bisnis yang cerdas iklim," paparnya.

Sementara Adrien de Naurois, EMEA Syndicate, BAML mengatakan, penawaran perdana Green IDR dari IFC secara tegas menetapkan kehadirannya di pasar Komodo yang akan tumbuh pesat, memanfaatkan stabilnya mata uang Rupiah saat ini dan pasca pertemuan Bank Indonesia sehingga mampu mengumpulkan Rp2 triliun untuk penawaran 5 tahun.

"Transaksi ini mendapat dukungan global yang kuat dan memungkinkan IFC untuk memaksimalkan jangka waktu dan besaran pinjaman yang dapat dicapai dalam kondisi pasar saat ini," ungkapnya.

John Lee Tin, Kepala SSA DCM, J.P. Morgan mengatakan, investor bereaksi positif terhadap transaksi Komodo (Rupiah) IFC yang pertama. Penerbitan obligasi diluar negeri berdenominasi valuta asing (eurobond) ini menghasilkan permintaan yang lebih besar dari yang ditargetkan. Mengingat tingkat volatilitas di pasar negara berkembang, kelebihan permintaan pada transaksi ini merupakan keberhasilan yang besar.

"Selain itu, IFC memperluas cakupan investor dari obligasi hijau menggunakannya sebagai peluang untuk menambah denominasi mata uang baru, dan dengan demikian menambah basis investor baru, untuk upaya kesadaran iklim penerbit obligasi," sebutnya.

Sejak meluncurkan Program Obligasi Hijau, IFC telah berhasil mengumpulkan miliaran dolar untuk energi bersih, kota-kota pintar iklim, bangunan berwawasan lingkungan (green building) dan keuangan berwawasan lingkungan (green finance).

Sebagaimana diungkapkan dalam laporan mengenai dampak yang dihasilkan oleh obligasi berwawasan lingkungan (IFC’s Green Bond Impact Report) yang diterbitkan hari ini, IFC telah menerbitkan 32 obligasi berwawasan lingkungan senilai US$1,8 miliar - pencapaian tertinggi untuk IFC - dalam tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2018.

Jumlah proyek yang didukung oleh Program Obligasi Berwawasan Lingkungan IFC telah melonjak menjadi 52 proyek di tahun fiskal 2018, dari 32 proyek di tahun fiskal 2017. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi dalam jumlah dan nilai proyek yang dibiayai green bond sepanjang masa. Portofolio ini diharapkan akan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca setiap tahun sebesar setara dengan 6,3 juta metrik ton karbon dioksida - peningkatan dari 2,2 juta metrik ton pada tahun fiskal 17.

Pada penutupan TF18, obligasi hijau dari IFC ini telah mendukung sebanyak 177 proyek investasi. IFC menerbitkan obligasi hijau pertamanya pada tahun 2010 dan pada akhir TF18 telah mengeluarkan sebesar total US$7,6 milyar untuk 111 obligasi hijau dalam 13 mata uang dan membantu bank klien di Filipina, Indonesia, dan negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Adapun IFC Green Komodo Bond mendapatkan peringkat/Rating AAA (Stable) dari S&P AAA (stable)  dan Aaa (Stable) dari Moody's. Green Bond yang berjatuh tempo 9 Oktober 2023 (5 tahun) ini menawarkan imbal hasil 8.00% dan terdaftar di London Stock Exchange dan Singapore Exchange. Sementara Penjamin Emisi Efek/Underwriters adalah Bank of America Merrill Lynch, J.P. Morgan dan Standard Chartered Bank.

Tag: International Finance Corporation (IFC)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: REUTERS/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13