Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,13% di akhir sesi I.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,07% di akhir sesi I.
  • 08:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1075 USD/EUR.
  • 08:21 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yen pada level 107,44 JPY/USD.
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,21% pada level 3.029.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,58% pada level 25.400.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,46% pada level 9.368.
  • 08:17 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.713 USD/troy ounce.
  • 08:16 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 34,93 USD/barel.
  • 08:15 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,25 USD/barel.

PM Kamboja Tak Gentar dengan Sanksi Perdagangan Uni Eropa

PM Kamboja Tak Gentar dengan Sanksi Perdagangan Uni Eropa
WE Online, Tokyo -

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen telah mengambil sikap untuk menentang setelah pengumuman Uni Eropa pekan lalu bahwa pihaknya akan meningkatkan tekanan perdagangan di Kamboja terkait isu masalah hak asasi manusia.

Uni Eropa (UE) menyatakan kepada Kamboja pada Jumat pekan lalu bahwa mereka akan kehilangan akses khususnya ke blok perdagangan terbesar di dunia, dan mengatakan pihaknya mempertimbangkan sanksi perdagangan serupa untuk Myanmar, dengan menambahkan bahwa pihaknya siap untuk menghukum pelanggaran hak asasi manusia di kedua negara.

Uni Eropa memperingatkan bahwa mereka telah meluncurkan tinjauan selama enam bulan akses bebas pajak Kamboja ke Uni Eropa, yang berarti garmen, gula dan ekspor lainnya dapat menghadapi tarif dalam waktu 12 bulan.

Berbicara kepada mahasiswa Kamboja pada Minggu (7/10/2018) sebagai bagian selama melakukan perjalanannya ke Jepang untuk menghadiri pertemuan regional, Hun Sen mengatakan Kamboja harus mempertahankan kedaulatannya. PM Hun Sen telah memegang kekuasaan selama tiga dekade.

"Apa pun tindakan yang ingin mereka lakukan terhadap Kamboja, dengan cara apa pun, Kamboja harus kuat dalam mempertahankan kedaulatannya," ungkap Hun Sen dalam pidato kepada para mahasiswa di Tokyo yang dibagikan di halaman Facebooknya pada Minggu (7/10/2018).

"Saya katakan lagi dan lagi, jangan tukar kedaulatan nasional dengan bantuan, jangan bertukar damai negara dengan bantuan," ujarnya, seperti dilansir dari Channel NewsAsia, Senin (8/10/2018).

Dia tidak secara khusus berkomentar tentang bagaimana penghapusan hak istimewa perdagangan dapat berdampak pada ekspor Kamboja.

Uni Eropa memperingatkan Kamboja pada Juli bahwa negara itu bisa kehilangan status perdagangan khususnya setelah pemilihan umum yang mengembalikan Perdana Menteri Hun Sen ke tampuk kekuasaan.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan pemilihan itu tidak adil karena kurangnya oposisi yang kredibel, di antara alasan lain. Oposisi utama Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) dibubarkan oleh Mahkamah Agung negara itu atas permintaan pemerintah tahun lalu dan tidak ikut serta dalam pemilihan.

Banyak pemimpin CNRP telah melarikan diri ke luar negeri dan hidup dalam pengasingan sendiri. Ekspor Kamboja ke Uni Eropa bernilai 5 miliar euro (US$5,8 miliar) tahun lalu, menurut data Uni Eropa.

Industri tekstil, garmen dan alas kaki Kamboja sangat penting bagi perekonomiannya. Sekitar 40 persen dari PDB berasal dari ekspor garmen. Sektor garmen mempekerjakan lebih dari 800.000 pekerja. UE dan AS adalah pasar utama negara untuk ekspor, menurut International Labour Organization (ILO).

Seorang juru bicara pemerintah, Phay Siphan, juga tidak bisa berkomentar. Kamboja menandai hari libur nasional dari Senin hingga Rabu pekan ini dengan banyak kantor ditutup.

Baca Juga

Tag: Kamboja, Uni Eropa

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Samrang Pring

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 1.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13