Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:07 WIB. Adira - Premi kendaraan bermotor Adira Insurance tumbuh 12%. 
  • 15:06 WIB. Ponsel - Samsung rilis ponsel murah meriah mulai Rp1 jutaan.
  • 15:04 WIB. MTN - Mahkota Sentosa Utama terbitkan MTN berbunga 11,3% per tahun.
  • 15:04 WIB. Kargo - Garuda Indonesia akan operasikan empat pesawat kargo.
  • 15:03 WIB. Gerai - Ramayana ekspansi empat gerai di sepanjang tahun 2019.
  • 15:02 WIB. Capex - Ramayana siapkan capex Rp400 miliar di tahun ini.
  • 15:02 WIB. Dividen - Gihon Telekomunikasi bagikan dividen Rp7,45 miliar.
  • 15:01 WIB. Penjualan- Lotte Chemical Titan petok kenaikan penjualan 10% di tahun ini.
  • 15:00 WIB. Pendapatan - Gihon Telekomunikasi bidik pertumbuhan pendapatan 11% di 2019. 
  • 14:59 WIB. Asuransi - Bisnis asuransi kendaraan Wahana Tata (Aswata) menurun.
  • 14:59 WIB. BCA - Jahja Setiaatmadja beli 10 ribu saham BCA.
  • 14:58 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,45% ke level Rp14.395 per dolar AS. 
  • 14:24 WIB. PNM - PNM menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 2 triliun.
  • 14:20 WIB. BGR - BGR dan Pelabuhan Tanjung Priok kerja sama kegiatan bongkar muat logistik.
  • 12:42 WIB. Garuda - Garuda Indonesia segera mengoperasikan empat pesawat kargo.

Menteri Rini: Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Menarik bagi Investor

Menteri Rini: Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Menarik bagi Investor - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menilai pelemahan nilai tukar Rupiah belakangan ini bisa menjadi salah satu nilai tambah yang menarik bagi investor yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"Sebenernya nilai tukar adalah peluang karena investasi di RI menjadi menarik. berinvestasi di RI bukan hanya menarik tapi juga mudah," kata Rini dalam Indonesia Investment Forum 2018 yang bertajuk New Paradigm in Infrastructure Financing di Nusa Dua, Bali, Selasa (09/10/2018).

Menurutnya dengan nilai tukar Rupiah yang melemah saat ini sebetulnya menjadi potensi yang sangat bagus bagi investor. Pasalnya mereka bisa mengonversi mata uang dolar-nya ke Rupiah dengan nilai yang lebih tinggi.

"Dan memang growth kita ke depan bisa di atas 5 persen dengan middle income makin bertambah, otomatis akan jadi sangat atraktif. Bukan hanya dari return investment, tapi return FX juga," ucap Rini.

Sekarang ini, kata Rini, Indonesia merupakan negara yang most dynamic emerging market dalam artian potensi kelompok middle income yang sangat besar.

Laporan terbaru dari Press Water Cooper menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara berkembang diprediksi akan bertumbuh dua kali lipat dibandingkan negara maju. 

"Di tahun 2030, Indonesia salah satu yang terbaik, Indonesia akan masuk lima besar," paparnya.

Kendati demikian, untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia perlu membangun infrastrukturnya lebih cepat lagi.

"Tentu harus punya kekuatan memperkuat infrastruktur. Kemudian institutional base-nya disiapkan, baik oleh Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak para investor untuk turut serta berinvestasi dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan pemerintah. Pemerintah sendiri berkomitmen bahwa proyek yang ditawarkan sangat menarik.

"Salah satu contoh adalah jalan tol, LRT, proyek listrik. 2014 sampai hari ini BUMN aktif dalam akselerasi pembangunan infrastruktur, listrik, konektivitas darat, konektivitas laut, tingkat elektrifikasi dari 84% menjadi 95%, anak-anak pedesaan di papua sekarangn bisa belajar dengan  cahaya lampu. Konektivitas darat juga, kurang dari 4 tahun 1254 km jalan, berkat kerjasama BUMN dan investor," tukasnya.

Tag: Ekonomi Indonesia, Nilai Tukar Rupiah

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Nico Martiano Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22