Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:05 WIB. Jasindo - Jasindo memanfaatkan tingginya minat umroh dan liburan untuk menjual produk asuransi perjalanan.
  • 06:26 WIB. Pertamina - Pertamina bekerja sama dengan Bank Sumut menggelar promo untuk menggaet pendaftar baru aplikasi MyPertamina.
  • 06:23 WIB. AP II - Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua menelan dana sekitar Rp100 triliun.
  • 06:22 WIB. AP II - AP II menargetkan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua bisa direalisasikan mulai 2021.
  • 06:06 WIB. ADHI - Target harga saham ADHI berada pada level Rp3.000 per saham.
  • 06:04 WIB. ADHI - Analis menilai bahwa pertumbuhan laba bersih yang dibukukan ADHI pada kuartal III/2018 menjadi yang tertinggi dalam rerata 5 tahun terakhir.
  • 06:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyarankan pemerintah meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas misalnya manufaktur.
  • 06:00 WIB. Mandiri - Bank Mandiri masih menyalurkan KPR di beberapa daerah dengan jumlah terbatas.

Tahun Depan, The Fed Perkirakan Tingkat Pengangguran Jadi 3,5%

Foto Berita Tahun Depan, The Fed Perkirakan Tingkat Pengangguran Jadi 3,5%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) memperkirakan tingkat pengangguran AS akan mencapai level 3,5% di tahun 2019, lebih rendah dalam 50 tahun terakhir.

Rendahnya tingkat pengangguran ini didukung oleh kuatnya perekonomian AS dan keberhasilan The Fed dalam mencapai tujuan mandat gandanya yakni terciptanya pekerjaan lapangan kerja secara penuh dan stabilitas harga.

"Pandangan saya tentang ekonomi AS diringkas dengan baik oleh pernyataan FOMC terbaru, di mana variasi pada kata "kuat" muncul lima kali dalam menggambarkan ekonomi AS," ujar President dan CEO The Fed, John Carroll Wiliams, pada acara Central Banking Forum yang merupakan rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Benoa, Bali, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, The Fed telah mencapai tujuan mandat ganda dari terpenuhinya lapangan kerja secara maksimum dan stabilitas harga. Hal ini ditunjukkan dari pasar tenaga kerja yang sangat kuat termasuk tingkat pengangguran sebesar 3,7 persen dan inflasi tepat sasaran.

"Dengan stimulus fiskal dan kondisi keuangan yang menguntungkan yang memberikan angin segar bagi perekonomian AS, prospeknya adalah pertumbuhan yang lebih kuat," kata Williams.

Dengan kondisi tersebut, dia berharap GDP AS akan meningkat sekitar 3 persen tahun ini dan sebesar 2,5 persen pada 2019. Seiring pertumbuhan tersebut, dia menambahkan laju pertumbuhan di atas tren ini harus mengarah pada berlanjutnya perolehan pekerjaan yang solid dan penurunan lebih lanjut dalam tingkat pengangguran.

"Saya memperkirakan tingkat pengangguran akan turun ke sedikit di bawah 3,5 persen tahun depan, level terendah dalam hampir 50 tahun," paparnya.

Sejalan dengan prospek ekonomi yang kuat ini, Williams memperkirakan inflasi harga akan naik sedikit di atas 2 persen.

"Yang penting, saya tidak melihat tanda-tanda tekanan inflasi yang lebih besar," ungkapnya.

Ke depan, Williams berharap bahwa peningkatan suku bunga acuan yang telah dilakukannya secara bertahap akan mendorong ekspansi ekonomi dan pencapaian tujuan mandat ganda The Fed.

Tag: The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Nico Martiano Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35