Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:28 WIB. Microsoft - Microsoft segera luncurkan aplikasi pesaing WhatsApp di Indonesia.
  • 11:02 WIB. Akuisisi - PT Misi Hutama Internasional resmi megambil alih 40% saham Humpuss Transportasi Curah dari PT Sarana Niaga Buana.
  • 11:02 WIB. Obligasi - Sarana Multigriya Finansial menyiapkan dana Rp300 miliar dalam bentuk deposito untuk lunasi obligasi.
  • 10:29 WIB. Dividen - Bank Mayapada batalkan rencana pembagian dividen sebesar Rp223,19 miliar kepada pemegang saham.
  • 10:28 WIB. Akuisisi - DSNG akuisisi 100% saham Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS).
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah masih buat dolar AS melemah 0,52%. 
  • 09:03 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,41% ke level 6.140,88 pada perdagangan Kamis (13/12/2018). 
  • 07:18 WIB. Tri - Tri akui ada kartu perdana aktif dijual ke konsumen.
  • 07:12 WIB. Grab - Grab bakal rambah bisnis travel dan jasa kesehatan.
  • 07:08 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan mBanking, integrasikan banyak bank.
  • 07:05 WIB. Apple - Apple hadapi tudingan monopoli di Mesir.

Pemerintah Akan Dukung Blended Finance Lewat Regulasi

Foto Berita Pemerintah Akan Dukung Blended Finance Lewat Regulasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, untuk mendorong implementasi Blended Finance sebagai alternatif pembiayaan, pemerintah akan membantu dengan pemberian insentif berupa regulasi. 

"Pemerintah tentunya akan membantu dengan memberikan insentif berupa regulasi. Seperti Perpres tentang sampah dan banyak lagi, " ujar Luhut saat membuka Forum Tri Hita Karana (THK) di Bali hari ini, Rabu (10/10/2018) sesuai rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi.

Pada forum yang berlangsung hingga 11 Oktober, akan dipresentasikan proyek-proyek besar, investasi, dan komitmen yang terkait agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Luhut mengatakan, forum ini dipersiapkan sejak 1,5 tahun lalu saat perkenalan pertamanya dengan metode Blended Finance (pembiayaan campuran) ini.

"Saat itu akhirnya kami setuju dengan metode pembiayaan ini karena kami tidak ingin menggantungkan semua biaya pembangunan hanya pada APBN, terutama yang berhubungan dengan SDGs. Tidak sedikit proyek yang akan kami tandatangani di akhir acara ini nanti, dan kebanyakan berhubungan dengan SDGs seperti lingkungan hidup, sampah laut, sampah plastik, dan lain sebagainya," ujarnya saat konferensi pers di forum tersebut. 

Dukungan pemerintah ini disetujui oleh Stewart James, Global Public Affairs of HSBC, salah satu partner  pada forum ini.

"Tantangan pembiayaannya tidak kecil, sehingga untuk memperkecil risiko, kami butuh support dari pemerintah agar metode pembiayaan ini bisa sukses," ujar James.

Sementara Presiden Yayasan United in Diversity (UID) Mari Elka Pangestu yang menjadi salah satu penyelenggara forum ini, mengatakan, kunci dari keberhasilan Blended Finance adalah kerja sama.

"Membangun rasa percaya itu membutuhkan kerja sama, antara lain dari pemerintah dan sektor swasta yang menjadi rekan dalam upaya ini. Dengan forum ini, kita bukan hanya membicarakan bagaimana mencapai SDGs, tetapi juga bagaimana agar SDGs ini bisa terwujud," terangnya.

Pembiayaan ini lebih mempertimbangkan biaya sosial ke depan, sehingga harus ramah lingkungan agar dapat menarik investor yang fokus pada aspek lingkungan.

"Proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan SDGs, jumlahnya tidak sedikit, seperti ecotourism, lingkungan hidup, health, ekonomi perempuan, dan lain-lain," ujar Mari. 

Tiga tahun lalu, Bappenas menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan target pembangunan infrastruktur sebesar Rp5,519 triliun, yang 40%-nya bersumber dari APBN. Banyak  dari target tersebut relevan dengan pencapaian SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penyediaan infrastruktur untuk mendorong industri. 

Mari Pangestu mengatakan, pada forum ini mereka akan meilihat proyek mana saja yang cocok dengan metode pembiayaan ini. 

"Kita akan melihat pertumbuhan seperti apa yang bisa berkelanjutan untuk Indonesia dan kita bisa melihat apa yang menjadi keinginan investor dan dari situ kita bisa melihat bentuk pembiayaannya. Jadi kita harus melakukan kerja sama antara sektor swasta, masyarakat, dan para pemangku kepentingan," katanya. 

Menurut Mari, hal ini tidak terlalu sulit karena banyak program dan proyek Indonesia yang seiring dengan capaian SDGs seperti green sukuk bond, green bond, dan OJK pun telah mengeluarkan roadmap keuangan berkelanjutan dan banyak lagi. 

BUMN di bidang infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menargetkan investasi sebesar US$4 miliar untuk 31 proyek berkelanjutan (SDGs), kemiskinan, dan lingkungan dalam skema Blended Finance.

"Sampai US$4 miliar siap ditawarkan kepada investor hingga kurun 2019," kata Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini kepada wartawan bulan lalu.

Forum Tri Hita Karana juga didukung oleh mitra termasuk World Bank Group, IMF, dan lain-lain. Pada acara ini akan dibahas Blended Finance sebagai salah satu instrumen keuangan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menutup keterbatasan ruang fiskal, menarik sumber-sumber pendanaan internasional masuk ke Indonesia, dan sekaligus berkontribusi pada kestabilan sistem keuangan negara.

Acara ini diadakan paralel dengan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali yang sampai hari ini telah mencatat peserta sebanyak 35.557 orang.

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, World Bank (Bank Dunia)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40