Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup¬†menghijau 0,49% ke level 6.444,86 di akhir sesi I, Kamis (17/01/2019).¬†
  • 11:29 WIB. Direksi - Verdy Rusli diberhentikan sementara waktu dari jabatan Direktur Skybee.
  • 11:28 WIB. Properti - Agung Podomoro Land gandengan Kawan Lama Group untuk kembangkan Podomoro Park Bandung.
  • 09:20 WIB. Dolar AS - Pukul 09.20 WIB, dolar AS menguat 0,14% ke level Rp14.143.¬†

PKS Sebut Batalnya Naik BBM Seperti Meneror Masyarakat, Maksudnya?

Foto Berita PKS Sebut Batalnya Naik BBM Seperti Meneror Masyarakat, Maksudnya?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) premium ternyata mendapat tanggapan beragam dari sejumlah politisi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, menilai maju-mundur rencana kenaikan BBM tersebut dapat menakuti masyarakat.

Direktur Pencapresan PKS, Suhud Aliyudin, menilai maju-mundurnya kenaikan harga BBM sebagai wujud pengelolaan negara yang tak profesional. Padahal, pemerintah digaji untuk memikirkan kesejahteraan rakyat, termasuk memikirkan apakah BBM perlu dinaikkan atau tidak di tengah kondisi daya beli rakyat saat ini.

"Seperti meneror masyarakat dengan bayang-bayang kehidupan yang semakin berat," ujarnya di Kamis (11/10/2018).

"Negara dikelola secara amatiran tidak ada rencana yang matang," tambahnya.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya sadar bahwa menaikkan harga BBM bakal berakibat tidak menguntungkan. Sehingga membuat masalah pada pertimbangan pemerintah.

"Tampak pemerintah berada pada situasi dilema yang berat, antara menaikkan BBM dengan konsekuensi akan adanya potensi gejolak di masyarakat atau menyelamatkan ekonomi negara yang semakin berat," jelasnya.

Dia juga melihat, maju-mundurnya kenaikan harga BBM juga dipengaruhi pertimbangan politik elektoral Pilpres 2019. Bila kebijakan Jokowi tak disukai orang banyak maka itu bisa merugikan suara untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres nanti.

"Iya, menaikkan BBM itu kebijakan yang tidak populer," imbuhnya.

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58