Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:05 WIB. Jasindo - Jasindo memanfaatkan tingginya minat umroh dan liburan untuk menjual produk asuransi perjalanan.
  • 06:26 WIB. Pertamina - Pertamina bekerja sama dengan Bank Sumut menggelar promo untuk menggaet pendaftar baru aplikasi MyPertamina.
  • 06:23 WIB. AP II - Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua menelan dana sekitar Rp100 triliun.
  • 06:22 WIB. AP II - AP II menargetkan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua bisa direalisasikan mulai 2021.
  • 06:06 WIB. ADHI - Target harga saham ADHI berada pada level Rp3.000 per saham.
  • 06:04 WIB. ADHI - Analis menilai bahwa pertumbuhan laba bersih yang dibukukan ADHI pada kuartal III/2018 menjadi yang tertinggi dalam rerata 5 tahun terakhir.
  • 06:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyarankan pemerintah meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas misalnya manufaktur.
  • 06:00 WIB. Mandiri - Bank Mandiri masih menyalurkan KPR di beberapa daerah dengan jumlah terbatas.

Indeks SDM Indonesia Tempati Peringkat 87 dari 157 Negara

Foto Berita Indeks SDM Indonesia Tempati Peringkat 87 dari 157 Negara
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua, Bali -

Bank Dunia (World Bank) merilis laporan Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Indeks/HCI) bagi 157 negara di dunia yang masuk dalam indeks. Hasilnya, Indonesia menempati peringkat 87 dari 157 negara dengan skor 0,53.

Adapun Indeks Modal Manusia yang dirilis pada Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali mengukur jumlah modal manusia yang diharapkan dapat dimiliki seorang anak yang lahir hari ini ketika ia mencapai usia 18 tahun, dengan mempertimbangkan kualitas dan cakupan kesehatan dan pendidikan di negara ia tinggal.

Menurut laporan tersebut, Indonesia memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah (skor rata-rata 0,48), tetapi di bawah rata-rata Asia Timur dan Pasifik (0,62).

"Skor tersebut mencerminkan, meski Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, masih ada defisit modal manusia akibat terakumulasinya kurangnya investasi selama beberapa dekade," tulis laporan tersebut yang diterbitkan hari ini, Kamis (11/10/2018), di Nusa Dua, Bali.

Skor Indonesia 0,53 berarti seorang anak yang lahir di Indonesia saat ini, ketika ia tumbuh produktivitasnya akan mencapai 53% dari apa yang bisa dicapai bila ia memiliki pendidikan yang lengkap dan kesehatan yang baik.

Singapura, yang menduduki peringkat nomor satu di indeks, memiliki skor 0,88. Mengingat sifat pekerjaan yang telah berubah dengan adanya teknologi dan kebutuhan akan pekerjaan yang semakin tinggi keterampilannya di masa depan, sangat penting bagi pemerintah untuk memiliki rencana jangka panjang dan komitmen untuk berinvestasi dalam modal manusia.

Meski tertinggal jauh dengan Singapura, namun menurut laporan tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan tegas untuk mengejar kesenjangan modal manusia yang sudah lama ada di negara ini, dan melaksanakan program investasi yang besar untuk meningkatkan kesehatan, nutrisi, dan capaian pendidikan.

Pemerintah telah meluncurkan dan sedang mengimplementasikan program besar untuk mengurangi stunting, yang akan memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan peringkat modal manusia dan peringkat dalam indeks.

Strategi Nasional untuk Mempercepat Pencegahan Stunting senilai US$14,6 miliar diluncurkan oleh Presiden Indonesia pada Agustus 2017, akan memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak-anak di bawah usia 2 tahun dalam empat tahun ke depan.

Investasi ini sudah meningkatkan akses keluarga Indonesia pada paket layanan berkualitas, mulai dari kesehatan dan gizi hingga pendidikan dan sanitasi, dan merupakan bagian dari gerakan nasional yang besar untuk mengurangi angka stunting Indonesia yang tinggi.

"Saya memuji kepemimpinan dan tindakan pemerintah yang kuat dalam agenda modal manusia dan untuk mengatasi tantangan ini dengan sangat serius," kata Rodrigo A Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Menurutnya, investasi pemerintah untuk modal manusia adalah kunci bagi pertumbuhan dan produktivitas Indonesia. Negara ini melakukan hal yang benar dengan menerapkan reformasi yang kuat dan ditargetkan untuk mengurangi stunting, meningkatkan cakupan program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, dan berinvestasi dalam meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak-anak.

"Investasi yang dilakukan saat ini akan memberikan manfaat langsung, tetapi yang terpenting juga memiliki dampak panjang di masa depan dan memastikan bahwa anak-anak Indonesia saat ini akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat, makmur, dan produktif," ucapnya.

Indeks Modal Manusia (HCI) adalah bagian dari Proyek Modal Manusia Grup Bank Dunia, yang menyadari  modal manusia sebagai pendorong utama pertumbuhan inklusif.

Indeks ini terdiri dari lima indikator, yakni peluang bertahan hidup hingga usia 5 tahun, lamanya pendidikan sekolah yang diharapan, skor tes yang kualitas pembelajaran, harapan hidup orang dewasa, dan proporsi anak-anak yang tidak mengalam stunting.

Selain indeks, Proyek Modal Manusia mencakup program untuk memperkuat penelitian dan pengukuran pada modal manusia, serta dukungan kepada negara-negara dalam upaya percepatan untuk mencapai hasil modal manusia yang lebih baik.

Tag: Human Capital Indeks (HCI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Risky Andrianto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35