Portal Berita Ekonomi Sabtu, 14 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jokowi Desak Negara Maju Kembali Berkolaborasi

Jokowi Desak Negara Maju Kembali Berkolaborasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo mendesak negara maju kembali bekerja sama dan berkolaborasi dalam mencapai pertumbuhan ekonomi global yang merata. Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri Annual Meeting Plenary IMF-WBG 2018 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Dia menjelaskan, dalam beberapa dekade terakhir, negara ekonomi maju telah mendorong negara ekonomi berkembang untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas dan ikut dalam keuangan terbuka. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional memberikan banyak sekali keuntungan bagi negara maju maupun negara berkembang.

"Namun, akhir-akhir ini, hubungan antarnegara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti 'Game of Thrones'. Balance of power dan aliansi antarnegara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan banyak masalah. Seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dunia dan kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

"Dalam serial 'Game of Thrones', sejumlah Great Houses, Great Families, bertarung antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antara para Great Houses bagi kita bagai sebuah roda besar yang berputar seiring perputaran roda satu Great House tengah berjaya, sementara Houses yang lain mengalami kesulitan. Dan setelahnya, House yang lain berjaya dengan menjatuhkan Houses yang lainnya," jelasnya.

Namun, yang mereka lupa, kata dia tatkala Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya bencana besar dari hutan. Seorang evil winter yang ingin merusak dan meliputi seluruh dunia dengan es dan kehancuran. Dengan adanya kekhawatiran ancaman evil winter tersebut, akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang duduk di The Iron Throne. Yang terpenting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter, agar goncangan global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus dan porak poranda.

"Untuk itu, kita harus bertanya, apakah sekarang saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Sekali lagi, apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi?" kata Jokowi.

Dia melanjutkan, tahun depan kita akan menyaksikan session terakhir dari serial 'Game of Thrones' dan Jokowi akhir ceritanya akan berakhir dengan pesan moral, bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan. Bukan hanya bagi yang kalah, tapi juga bagi yang menang. Karena kemenangan dan kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak poranda. Jadi tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah-tengah kehancuran dan dunia yang tenggelam.

"Saya ingin menegaskan, saat ini kita memasuki session terakhir dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh rivalitas dan persaingan. Bisa menjadi situasi yang genting bagi krisis ekonomi global 10 tahun yang lalu. Kami bergantung pada Bapak Ibu semuanya, para pembuat kebijakan fiskal dan moneter dunia, untuk menjaga komitmen kerja sama global," jelasnya.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52