Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Bank Dunia: Indonesia Lakukan Kemajuan Signifikan dalam Upayanya Akhiri Kemiskinan

Foto Berita Bank Dunia: Indonesia Lakukan Kemajuan Signifikan dalam Upayanya Akhiri Kemiskinan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indonesia telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang kuat dan membuat kemajuan signifikan dalam upayanya untuk mengakhiri kemiskinan yang ekstrem. PDB per kapita Indonesia telah meningkat dari US$785 pada tahun 2000 menjadi lebih dari US$3.800 pada tahun 2017.

Demikian yang dikatakan Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim, dalam sambutannya pada acara rapat pleno pertemuan tahunan dalam Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Bali.

"Tingkat kemiskinan di Indonesia telah berkurang hampir separuh - dari 19,1% pada tahun 2000 menjadi 9,8% hari ini. Kemajuan ini sungguh mengesankan, dan kami yakin negara ini dapat melanjutkan laju ekonomi ini di tengah tragedi yang terjadi baru-baru ini," ujar Jim Yong Kim, di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/10/2018).

Tetapi, Jim Yong Kim melanjutkan, terlalu sering kita fokus pada berbagai masalah jangka pendek: Apa dampak dari kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, atau pergeseran imbal hasil obligasi?

"Kami fokuskan minggu ini pada dua masalah jangka panjang yang penting bagi negara mana pun, baik negara maju atau negara berkembang kaya atau miskin," ujar Jim Yong Kim.

Jim Yong Kim mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman eksistensial terhadap perkembangan global dan upaya untuk mengakhiri kemiskinan. Planet yang semakin memanas sudah berdampak pada negara yang paling miskin dan paling rentan

"Laporan baru dari IPCC menunjukkan bahwa batas untuk menjaga agar selalu hangat hingga 1,5 derajat Celcius akan segera tidak berlaku.  Hal ini akan memengaruhi setiap makhluk hidup di planet ini," katanya.

Kemudian, masalah kedua, lanjut Jim Yong Kim, yang mengharuskan negara-negara untuk berpandangan jauh ke depan adalah modal manusia - pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan yang berakumulasi selama hidup mereka.

"Kita tahu bahwa politisi di negara-negara kaya dan miskin sama-sama menghadapi perjuangan yang berat untuk mendanai perawatan kesehatan yang lebih baik, menyuntikkan lebih banyak dana ke sekolah-sekolah, dan melakukan investasi lain pada orang-orang yang hanya menghasilkan dividen yang dapat diukur dari waktu ke waktu. Kita membutuhkan alasan yang lebih kuat. Itulah mengapa saat ini kita meluncurkan alat baru untuk membantu negara-negara melakukan investasi tersebut pada masyarakat mereka: Indeks Modal Manusia pertama," Jim Yong Kim menerangkan.

Kebijakan untuk membangun sumber daya manusia adalah salah satu investasi paling cerdas yang dapat dilakukan negara-negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif jangka panjang.

"Jika anak-anak suatu negara tumbuh namun tidak dapat memenuhi kebutuhan tempat kerja pada masa depan, negara itu sudah tentu tidak akan mampu memberdayakan masyarakatnya, tidak dapat meningkatkan hasil produksinya, dan sama sekali tidak siap untuk bersaing secara ekonomi," pungkasnya.

Dengan indeks ini, para pembuat kebijakan memiliki suatu bukti yang meyakinkan bahwa memberikan hasil yang lebih baik pada kesehatan dan pembelajaran anak-anak dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan masyarakat, dan tentu saja membentuk arah bagi negara mereka, jauh menuju masa depan.

Jika kita bertindak dengan rasa urgensi yang sangat kuat, kita dapat menciptakan dunia sebagai tempat yang semua anak tiba di sekolah dengan gizi yang baik dan siap untuk belajar, tempat mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menjadi orang dewasa yang sehat dan terampil, dan tempat mereka bisa produktif sepanjang karier mereka dalam rangka menggapai cita-cita mereka.

Tag: World Bank (Bank Dunia), Ekonomi Indonesia

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46