Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:23 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.461 USD/troy ounce
  • 16:22 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,61 USD/barel
  • 16:21 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,54 USD/barel
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2837 USD/Pound
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1014 USD/Euro
  • 16:17 WIB. Valas - Dollar menguat 0,07% terhadap Yen pada level 109,09 Yen/USD
  • 16:16 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,09% terhadap USD pada level 7,0139 Yuan/USD
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,17% terhadap USD pada level Rp.14.078/USD
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,82% pada level 26.571
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,83% pada level 3.240
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,33% pada level 2.905
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,35% pada level 7.339
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,85% pada level 23.319
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,86% pada level 2.122
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,62% di akhir sesi II.

BKPM dan 5 Perusahaan Asing Jajaki Investasi Infrastruktur US$31,4 Miliar

BKPM dan 5 Perusahaan Asing Jajaki Investasi Infrastruktur US$31,4 Miliar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengadakan High Tea Event pada Infrastructure Forum di Bali, Kamis (11/10/2018) dengan lima perusahaan dari berbagai negara, seperti China, Hongkong, Belanda, dan Malaysia dengan nilai investasi mencapai US$31,4 miliar untuk sektor infrastruktur, meliputi bidang power plant, pelabuhan, konstruksi, dan logistik.

Kepala BKPM menjelaskan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, diperlukan konsolidasi dan koordinasi yang kuat antara moneter, fiskal, dan dunia usaha untuk mewujudkan pembangunan nasional.

"Infrastructure Forum ini merupakan forum komunikasi antara pemerintah dan para investor dalam dan luar negeri, baik di sektor infrastruktur maupun keuangan dan lembaga perbankan, mengenai peluang pengembangan sektor infrastruktur di Indonesia serta perkembangan terkini dalam skema pendanaan infrastruktur," jelas Thomas Lembong dalam siaran pers.

Indonesia baru saja diterpa berbagai bencana alam yang terjadi di NTB dan Sulawesi Tengah. Mayoritas infrastruktur vital di daerah tersebut, termasuk bandara, gardu listrik, pelabuhan dan menara telekomunikasi, mengalami kerusakan yang parah. Dari hal tersebut, Thomas menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mengedepankan aspek disaster preparedness.

"Kiranya forum ini dapat kita optimalkan untuk mendiskuksikan strategi mewujudkan pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan tahan dari terpaan bencana. Selain itu, dari segi finansial, bagaimana penerapan manajemen risiko bencana dan inovasi finansial lain dapat diterapkan untuk kesiapan menghadapi bencana," ucapnya.

Melihat kebutuhan sektor swasta untuk berperan lebih demi merealisasikan pembangunan proyek infrastruktur Indonesia, Deputy Chairman and Chief Executive HSBC Asia Pacific Peter Wong menuturkan dalam pidato pembukaanya terkait potensi yang dimiliki Indonesia dan harapannya untuk memperkenalkan ke kancah dunia.

"Tidak hanya besar di jumlah populasi penduduk, namun Indonesia juga memiliki banyak sekali potensi yang siap digali dan dimanfaatkan. Namun, diperlukannya penghubung yang baik secara fisik, ekonomi, dan pembiayaan. Dengan kata lain, infrastruktur adalah kuncinya," ucap Wong.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta berperan serta dalam menghubungkan nasabah global HSBC untuk turut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

"Dalam rangka realisasi rancangan pembangunan infrastruktur Indonesia, pemerintah dan pihak swasta membutuhkan skema pembiayaan yang baik dan solutif demi menunjang keberlanjutan pembangunan proyek infrastruktur di masa mendatang, salah satunya melalui investasi di proyek pembangunan infrastruktur ini," jelas Sumit Dutta.

Dari data Asian Development Bank, estimasi kebutuhan investasi infrastruktur Asia 2016-2030 tercatat US$22,6 triliun atau sekitar US$1,5 triliun per tahun. Dengan memperhitungkan mitigasi bencana dan adaptasi kenaikan biaya investasi yang dibutuhkan meningkat menjadi US$26,2 triliun atau US$1,7 triliun per tahun.

Untuk Asia Tenggara, dalam periode 2016-2030 tersebut membutuhkan investasi infrastruktur sebesar US$2,7 triliun dan dengan memperhitungkan mitigasi bencana dan adaptasi kenaikan bencana menjadi sebesar US$3,1 triliun.

Baca Juga

Tag: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Investasi

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.88 3,736.13
British Pound GBP 1.00 18,188.68 17,999.29
China Yuan CNY 1.00 2,015.12 1,994.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,152.41 14,011.59
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.59 9,576.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,385.57 10,276.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,583.22 15,426.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,410.22 3,373.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,986.25 12,853.49

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20