Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:41 WIB. Kualifikasi Euro Grup B - Portugal 0 vs 0 Ukraina
  • 07:39 WIB. Kualifikasi Euro Grup B - Luksemburg 2 vs 1 Lithuania
  • 07:38 WIB. Kualifikasi Euro Grup A - Inggris 5 vs 0 Republik Ceko
  • 07:16 WIB. Kualifikasi Euro Grup A -  Bulgaria 1 vs 1 Montenegro

Bawa Kisah Game of Thrones, Jokowi Dapat "Standing Ovation"

Bawa Kisah Game of Thrones, Jokowi Dapat
WE Online, Jakarta -

Film-film seri dan layar lebar besutan Hollywood memang sangat disenangi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Namun tak ada yang menyangka film-film ini juga bisa menjadi inspirasi dari pidato pimpinan negara. Siapa lagi kalau bukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018), Jokowi kembali menyampaikan pidato yang "tidak biasa" dengan membawa analogi dan perumpamaan dari sebuah film.

Setelah menyebutkan nama 'Thanos' dalam film Avengers: Infinity War dalam World Economy Forum on ASEAN di Vietnam pada September lalu, kali ini dalam pidato teranyarnya, Jokowi mencuplik perumpamaan film seri terkenal: Game of Thrones.

Jokowi mengambil perumpamaan dari film serial karya David Benioff dan D.B. Weiss tersebut untuk memberi gambaran tentang kondisi dinamika ekonomi dunia saat ini.

Mengutip perkataan Managing Director IMF Christine Lagarde, Jokowi menyebutkan bahwa perekonomian dunia saat ini dibayangi ketidakpastian. Di satu sisi, Amerika Serikat (AS) menikmati pertumbuhan yang pesat. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi di banyak negara justru lemah dan tidak stabil. Perang dagang juga semakin marak, dengan inovasi teknologi yang mengakibatkan banyak industri terguncang.

"Dengan berbagai masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa winter is coming," kata Jokowi.

Untuk diketahui, 'Winter is Coming' adalah episode pertama dari musim pertama serial Game of Thrones. Secara umum, serial ini mengisahkan konflik beberapa klan keluarga yang berebut kekuasaan.

Jokowi kemudian melanjutkan pidatonya dengan mengingatkan posisi negara berkembang. Menurutnya, negara maju sebelumnya mendorong negara berkembang untuk lebih terbuka. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional itu memberikan banyak sekali keuntungan bagi negara maju maupun negara berkembang.

"Namun akhir-akhir ini, hubungan antarnegara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones. Balance of Power. Dan Aliansi negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan," ujar Jokowi dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan riuh dari para delegasi dan perwakilan pejabat dari 189 negara.

Menurutnya, lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah. Sejumlah masalah yang muncul di permukaan seperti peningkatan harga minyak mentah dan kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara berkembang. Artinya, kompetisi yang terjadi di antara negara maju mau tak mau berimbas ke negara berkembang.

"Dalam Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung satu sama lain untuk mengambil alih kendali.. The Iron Throne," ujar Jokowi.

Jokowi kembali melanjutkan, Mother of Dragon yang ada dalam serial tersebut menggambarkan siklus kehidupan. Sementara perebutan kekuasaan antar-Great Houses bagaikan roda besar yang berputar. Artinya, ketika satu Great House tengah berjaya, maka yang lainnya mengalami kesulitan. Setelahnya, House yang lain menyusul berjaya, tapi dengan menjatuhkan lainnya.

"Namun mereka lupa, saat mereka sibuk bertarung, mereka tidak sadar ada ancaman dari utara. Seorang Evil Winter yang ingin merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran," katanya.

Dengan adanya ancaman Evil Winter, akhirnya mereka sadar kalau tak penting siapa yang duduki Iron Throne. Yang terpenting adalah kekuatan bersama untuk kalahkan Evil Winter agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang sengsarakan kita semua.

Disini pesan Jokowi jelas. Jokowi ingin mengajak pimpinan negara dunia dan pembuat kebijakan untuk fokus bekerja sama dan berkolaborasi menuju ekonomi yang stabil dan merata. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah-tengah kehancuran. Tidak ada artinya jadi kekuatan ekonomi terbesar dunia tapi di tengah dunia yang tenggelam.

"Untuk itu, kita harus bertanya, apakah sekarang saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Sekali lagi, apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi?" tanya Jokowi.

"Apakah kita telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain sehingga kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang membayangi kita semuanya. Apakah kita gagal menyadari, ada ancaman besar yang dihadapi negara kaya maupun miskin, oleh negara besar atau negara kecil?," tambah Jokowi.

Selepas berpidato, pimpinan IMF, pimpinan World Bank, kepala negara ASEAN, delegasi dan peserta yang hadir langsung memberikan "Standing Ovation" kepada Jokowi.

"Saya harap Bapak Ibu semuanya mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi indahnya alam Bali dan Indonesia, untuk menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global untuk kebaikan kita bersama. Terima kasih," tutup pidato Jokowi.

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Afriadi Hikmal

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00