Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:29 WIB. PRDA - Prodia Widyahusada mencatatkan laba bersih sebesar Rp175,45 miliar pada tahun 2018.
  • 07:41 WIB. Kualifikasi Euro Grup B - Portugal 0 vs 0 Ukraina
  • 07:39 WIB. Kualifikasi Euro Grup B - Luksemburg 2 vs 1 Lithuania
  • 07:38 WIB. Kualifikasi Euro Grup A - Inggris 5 vs 0 Republik Ceko
  • 07:16 WIB. Kualifikasi Euro Grup A -  Bulgaria 1 vs 1 Montenegro

Sandiaga 'Curiga' Pembatalan Kenaikan BBM Karena Pertimbangan Politik

Sandiaga 'Curiga' Pembatalan Kenaikan BBM Karena Pertimbangan Politik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penundaan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah ternyata tidak hanya mendapat tanggapan positif. Kali ini, Sandiaga Uno turut berkomentar soal pembatalan kenaikan BBM tersebut.

Sandiaga menduga pembatalan kenaikan tersebut jangan sampai dilakukan karena pertimbangan politik yang kini masuk tahun politik. Meski begitu, ia mengapresiasi kebijakan pemerintah menunda kenaikan premium.

"Jangan sampai kebijakan murni ini dilakukan untuk pertimbangan politik," ujarnya di Yogyakarta, Jumat (12/10/2018).

Ia menambahkan, yang perlu digarisbawahi jangan sampai pasokan premium langka. Karena itu, juga harus ada pemikiran kebijakan jangka menengah dan jangka panjang. Olehnya karenanya, meski harga BBM tidak naik namun tak menutup kemungkinan harga BBM dapat naik sewaktu-waktu. Sebab, nilai tukar dolar terhadap rupiah masih terus menguat. Terlebih tren harga minyak dunia juga terus meningkat.

"Jadi kita harus bersiap-siap menghadapi meningkatnya harga BBM lagi," jelasnya.

Diketahui, harga BBM jenis Premium sempat dinaikkan pada Rabu (10/10), dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan menjadi Rp 6.900 per liter di luar Jamali.

Namun baru saja diumumkan naik oleh Menteri ESDM Jonan Ignasius, kebijakan itu ternyata dibatalkan. Pasalnya, Presiden Jokowi meminta agar kenaikan itu dievaluasi sampai waktu yang belum ditentukan. Alasannya, pemerintah masih menunggu kesiapan dari PT Pertamina (Persero).

Tag: Sandiaga Salahuddin Uno

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Dedhez ANggara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00