Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:08 WIB. AP I - AP I akan merombak wajah beberapa bandaranya di tahun ini.
  • 09:53 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,12% ke level Rp14.508 per dolar AS. 
  • 09:47 WIB. Industri - Industri petrokimia dalam negeri membutuhkan tambahan investasi.
  • 09:47 WIB. AP I - AP I membebaskan tarif mendarat penerbangan ekstra.
  • 09:46 WIB. BNI - BNI Cabang Hong KOng kucurkan HK$50 juta kredit impor burung walet.
  • 09:20 WIB. PTPN IX - XI telah memulai proses giling tebu lebih awal atau sebelum Lebaran.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,07% ke level 5.944,03 di awal sesi I. 
  • 08:59 WIB. SMGR - Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kinerja perseroan 2019 melambat.
  • 08:50 WIB. SMGR - Semen Indonesia menebar dividen senilai Rp1,23 triliun.

IPW: Polri Harus Agresif Usut Kasus Indonesia Leaks, Jangan Ratna Aja!

IPW: Polri Harus Agresif Usut Kasus Indonesia Leaks, Jangan Ratna Aja! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan Polisi harus agresif dan cepat mengusut siapa di belakang Indonesia Leaks dan motivasinya membuka kasus Buku Merah yang menimbulkan kegaduhan.

"Jika Polri bisa agresif dan cepat mengungkap kasus hoax Ratna Sarumpaet, tentunya Polri bisa cepat pula mengusut Indonesia Leaks yang terindikasi menyebar hoax," kata Ketua IPW Neta S Pane, dalam keterangannya yang diterima, Jumat (12/10/2018). 

Dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW), katanya, Indonesia Leaks bisa terkena tuduhan menyebar hoax sebab Ketua KPK Agus Raharjo sudah mengatakan apa yang diungkapkan Indonesia Leaks tidak benar, sementara di masyarakat sudah terjadi kegaduhan dan kontroversial.

Di sisi lain, lanjutnya, siapa pengelola Indonesia Leaks tidak pernah muncul ke permukaan. 

Bahkan www.indonesialeaks.com tidak menampilkan nama-nama pengelola dan hanya menampilkan sejumlah logo media sebagai mitra dan inisiator. 

"Apakah sebuah lembaga yang tidak berani secara jantan menampilkan figur pengelola dan penanggungjawabnya pantas dipercaya? Namun polisi tetap bisa menelusurinya, dengan cara memanggil dan memeriksa figur-figur yang logonya terpasang di www.indonesialeaks.com," kata Pane.

Dalam kasus Buku Merah yang menyeruak akhir-akhir ini terlihat sangat sarat dengan permainan manuver politik ketimbang kasus hukumnya, mengingat kasus hukumnya sudah selesai seperti kata Ketua KPK. 

Sasaran kasus Buku Merah ini jelas dan terang-benderang hendak menyasar ke pemerintahan Jokowi, ada pun Kapolri Tito Karnavian hanya sebagai sasaran antaranya.

IPW melihat ada yang aneh dalam kasus Buku Merah ini, sebab kasus daging dengan tersangka Patrialis Akbar itu sudah lama selesai proses hukumnya di KPK, tapi kenapa baru dimunculkan lagi menjelang pilpres 2019. 

"Ini tak lain karena ada manuver dari pihak tertentu yang tidak suka melihat kedekatan Tito dengan Presiden jokowi," jelasnya.

IPW menilai dalam kasus Buku Merah ini bola ada di KPK dan meminta Lembaga anti rasuah itu harus solid. 

"Jangan mau dipecah dari luar maupun dari para mantan pimpinannya yang pernah berseteru dengan institusi polri," kata Pane.

Apalagi, lanjutnya, ketua KPK Agus Raharjo sudah mengatakan dugaan aliran dana ke Tito itu tidak benar.

Ketua KPK juga mengatakan buku catatan yang disebut sebagai Buku Merah itu hanya sebagai petunjuk yang sudah diklarifikasi ke Basuki Hariman bahwa tidak benar memberikan uang ke Tito. 

"Artinya, pernyataan ketua KPK itu merupakan suara resmi KPK. Begitu juga soal perusakan buku sudah dijelaskan ketua KPK bahwa tidak cukup bukti dan sudah dihentikan penyelidikannya. Apakah ketua KPK tidak layak dipercaya," katanya. 

Mengingat situasi sekarang ini sudah memasuki tahun politik, IPW berharap Polri dan KPK harus sinergi dan jangan mau diadu domba hingga muncul cicak buaya jilid 3. 

"KPK harus terus agresif memburu koruptor di tahun politik ini dan Polri harus mampu maksimal menjaga keamanan hingga pilpres 2019. KPK harus solid dan Polri harus solid agar koruptor bisa disapu bersih dan tidak ikut-ikutan bermanuver mengadu domba KPK dengan Polri," kata Pane.

Tag: Indonesia Police Watch (IPW)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.98 3,843.65
British Pound GBP 1.00 18,520.32 18,331.39
China Yuan CNY 1.00 2,110.39 2,089.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,560.00 14,416.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,018.74 9,918.21
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,854.97 1,836.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,569.11 10,463.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,256.24 16,089.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.51 3,442.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,170.51 13,036.72

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5939.636 -11.736 633
2 Agriculture 1361.492 -5.285 21
3 Mining 1632.926 8.116 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.884 -2.252 71
5 Miscellanous Industry 1221.755 0.311 46
6 Consumer Goods 2360.716 -10.039 52
7 Cons., Property & Real Estate 441.767 0.269 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1071.135 -9.732 74
9 Finance 1192.856 -1.238 90
10 Trade & Service 791.682 1.496 156
No Code Prev Close Change %
1 POOL 2,280 2,780 500 21.93
2 ARTA 400 486 86 21.50
3 JAYA 116 140 24 20.69
4 SKBM 372 446 74 19.89
5 ALDO 290 346 56 19.31
6 MTSM 166 198 32 19.28
7 INCF 266 312 46 17.29
8 DNAR 224 262 38 16.96
9 MASA 565 660 95 16.81
10 ALKA 338 390 52 15.38
No Code Prev Close Change %
1 POLA 1,250 940 -310 -24.80
2 POSA 398 300 -98 -24.62
3 SAPX 835 665 -170 -20.36
4 BELL 456 386 -70 -15.35
5 HITS 670 570 -100 -14.93
6 BBLD 500 442 -58 -11.60
7 DART 350 312 -38 -10.86
8 DEAL 795 710 -85 -10.69
9 CNTX 590 535 -55 -9.32
10 SOSS 396 360 -36 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,750 3,770 20 0.53
2 TLKM 3,600 3,540 -60 -1.67
3 MAMI 132 135 3 2.27
4 NUSA 58 59 1 1.72
5 JAYA 116 140 24 20.69
6 CPIN 4,410 4,460 50 1.13
7 MNCN 945 950 5 0.53
8 TAMU 4,800 4,810 10 0.21
9 BMRI 7,250 7,300 50 0.69
10 BBCA 27,300 27,300 0 0.00