Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:21 WIB. Go-Jek - Go-Jek bikin tombol darurat dan fitur share trip untuk tingkatkan keamanan pengguna dan mitranya.
  • 06:12 WIB. Huawei - Huawei dominasi pendaftaran paten global.
  • 06:07 WIB. Nvidia - Nvidia rilis komputer mini seharga Rp1 jutaan.
  • 06:04 WIB. Go-Jek - Rudiantara terus lobi Filipina untuk bantu Go-Jek lebarkan sayap bisnisnya.
  • 22:40 WIB. BUMN - BUMN membuka kesempatan bagi 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang bersertifikat.
  • 22:40 WIB. Dahana - Dahana menggelar acara pengiriman pertama ekspor Cartridge Emulsion ke Australia.
  • 22:39 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV diminta terus tingkatkan pelayanannya di Indonesia Timur.
  • 22:33 WIB. PLN - PLN Disjaya siap sediakan 52 juta VA untuk pengembangan kawasan Astra Modern Land.
  • 22:33 WIB. BTN - BTN menginisiasi sekolah properti bagi pengembang perumahan.
  • 22:33 WIB. MTF - MTF menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp15 miliar dari ajang MTF Autofiesta 2019.
  • 22:32 WIB. Pelindo I - Pelindo I merencanakan belanja modal Rp8 triliun tahun ini.
  • 22:31 WIB. Pelindo I - Pelindo I tengah mencari mitra strategis untuk mengelola kawasan industri Kuala Tanjung.
  • 22:29 WIB. KAI - KAI masih memiliki tujuh lahan potensial untuk dibangun TOD.
  • 21:45 WIB. KA - Progres pengerjaan rel KA Trans Sulawesi Tahap I sudah dalam masa perampungan.
  • 21:44 WIB. Pelindo II - DPR memparpanjang kerja Pansus Pelindo II.

Jack Ma Sebut "Tiga E" dalam Perkembangan Teknologi

Jack Ma Sebut
WE Online, Jakarta -

Misi Alibaba Group untuk memudahkan bisnis di mana saja telah membantu berbagai pengusaha kecil di Tiongkok untuk mendapat keuntungan dengan cara yang paling efisien. Namun, apakah model ini dapat diterapkan di negara seperti Afrika dan Asia Selatan untuk perkembangan digital mereka?

Presiden IMF Jim Yong Kim menanyakan hal ini kepada Executive Chairman Alibaba Jack Ma pada Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Bali, Jumat (12/10/2018). Jack Ma menjawab, "Ya, berkat kehadiran internet."

"Menurut saya, internet diciptakan untuk negara berkembang," kata Jack Ma saat berdialog dengan Jim Yong Kim pada sesi pleno Disrupting Development: Digital Platforms and Innovation.

Pendiri Alibaba melihat persamaan di antara negara-negara berkembang dan Tiongkok 19 tahun yang lalu, saat raksasa e-commerce ini memulai perusahaan dengan 18 pegawai di apartemen kecil Jack Ma di Hangzhou. Tidak ada infrastruktur untuk pasar daring, sistem pembayaran melalui ponsel, dan jaringan logistik. Menurut Jack Ma, ini adalah peluang yang baik.

"Dengan tidak ada infrastruktur, para wirausaha seperti kami memiliki kesempatan untuk membangunnya," tambahnya.

"Namun jangan kira Anda akan sukses di tahun berikutnya. Anda harus bersiap-siap untuk 10 tahun yang akan datang," katanya.

Jack Ma percaya di suatu tempat seperti Afrika, ada kesempatan yang sama untuk membangun infrastruktur yang penting. Namun, seperti di Tiongkok, ia mengatakan bahwa para pelaku wirausaha yang harus memimpin pembangunan ini.

"Para wirausaha lah yang menjalankan bisnis dan mereka lah yang memiliki mimpi," ujarnya.

Menurut Jack Ma, entrepreneurship (kewirausahaan) adalah salah satu dari 'Tiga E' untuk perkembangan digital, dua lainnya adalah education (pendidikan) dan e-government (kegiatan pemerintahan berbasis internet). Ia menambahkan, setidaknya, beberapa infrastruktur seperti logistik dan teknologi harus disiapkan agar para wirausahawan dapat memulai bisnisnya. Akan tetapi, para pebisnis pemula ini juga membutuhkan pelatihan serta regulasi yang mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Di bidang edukasi, Alibaba Business School dan Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development/UNCTAD) meluncurkan e-Founders Initiative. Pelatihan intensif selama dua minggu di kantor pusat Alibaba di Hangzhou ini membekali para pelaku wirausaha dengan informasi seputar cara meningkatkan kemampuan untuk e-commerce, sistem logistik dan pembayaran melalui ponsel, serta pemanfaatan data untuk memahami preferensi konsumen. Program ini berencana memberdayakan 1.000 wirausahawan di negara berkembang dalam lima tahun ke depan.

Di bidang pemerintahan, Jack Ma mendukung pertumbuhan Electronic World Trade Platform (eWTP) yang merupakan gerakan dari berbagai pemangku kepentingan yang bertujuan memudahkan UKM berpartisipasi dalam perdagangan global dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital. Ide ini dicetuskan Jack Ma dan diakui negara-negara yang tergabung dalam G20, Organisasi Pengembangan Industri PBB, dan negara-negara, seperti Malaysia dan Belgia.

Jack Ma mengatakan, fokus pada pemerintahan berbasis digital sama pentingnya bagi pemerintahan itu sendiri maupun bisnis.

"Pemerintah perlu beroperasi secara elektronik. Jika tidak, maka mereka tidak cukup pintar untuk mengikuti perkembangan pasar dan teknologi."

Jack Ma pun memberikan saran kepada para hadirin dan penonton siaran langsung untuk menerapkan tiga pendekatan bisnisnya yang kini dikenal banyak orang, yaitu IQ, EQ, dan LQ.

IQ adalah hal penting karena berarti seorang wirausahawan dapat menciptakan ide bisnis yang dapat direalisasikan dan bertahan saat melewati masa-masa sulit di masa depan. EQ atau kecerdasan emosional juga penting, seorang wirausaha harus memiliki keterampilan bekerja sama dan menjadi pemimpin yang menginspirasi timnya. Terakhir, LQ atau kecerdasan berdasarkan perasaan kasih, sebuah etos kerja yang menggerakan sebuah usaha.

Bagi Jack Ma, di permukaan, hal ini akan terlihat seperti memberikan layanan bisnis, padahal tindakan ini menunjukkan sebuah tindakan yang mendahulukan orang lain.

"Jika kita fokus pada hal tersebut, wirausahawan dapat mencapai kesuksesan," kata Jack Ma.

Tag: Jack Ma, World Bank (Bank Dunia)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24