Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:36 WIB. PLN - PLN Regional Maluku-Papua menemui Pemkot Tidore membahas dampak polusi debut dari PLTU Tidore.
  • 13:22 WIB. Izin Usaha - OJK mencabut izin usaha perusahaan pialang asuransi, PT Bharatre Indonesia Insurance Brokers.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup¬†menghijau 0,49% ke level 6.444,86 di akhir sesi I, Kamis (17/01/2019).¬†
  • 11:29 WIB. Direksi - Verdy Rusli diberhentikan sementara waktu dari jabatan Direktur Skybee.
  • 11:28 WIB. Properti - Agung Podomoro Land gandengan Kawan Lama Group untuk kembangkan Podomoro Park Bandung.

Hadapi Gejolak Global, IMF Dorong Negara Berkembang Tambah Kuota

Foto Berita Hadapi Gejolak Global, IMF Dorong Negara Berkembang Tambah Kuota
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua, Bali -

Dana Moneter Internasional atau IMF (Intenational Monetary Fund) mendorong negara berkembang untuk menambah kuota dana cadangannya yang masih dibawah representasi.

Direktur Eksekutif IMF Juda Agung mengatakan, saat ini dunia dihadapi tiga tantangan yang menghantui hampir semua negara, baik negara berkembang maupun negara maju.

"Memang ekonomi global masih kuat 3,7% tapi risikonya semakin meningkat. Ada normalisasi suku bunga the Fed, kemudian risiko perdagangan global, dan ketiga, risiko harga minyak yang semakin meningkat. Tiga risiko ini gabung jadi satu, tantangan bagi semua negara bukan hanya emerging markets, tapi juga negara maju," ujar Juda Agung saat Media Briefing Hasil Pertemuan Bilateral Meeting Bank Indonesia, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya, pidato Presiden Joko Widodo yang menyebutkan "Winter is Coming" mengisyaratkan bahwa setiap negara harus bersiap-siap menghadapi tantangan. Biasanya pada musim dingin, orang harus menyiapkan sesuatu, ada imunisasi untuk flu, beli baju hangat, bersih-bersih rumah agar tidak bocor.

"Sama juga, negara-negara ini oleh IMF disarankan untuk mempersiapkan diri. Memperkuat buffer dari sisi devisa dan fiskal. Lalu melakukan reformasi agar resilient, supaya punya daya tahan terhadap risiko ke depan. Ketiga, perlu kerja sama. Dalam kondisi yang sulit kita saling berkompetisi yang tidak sehat, justru harus bekerja sama. Kerja samanya dari sisi perdagangan, semua negara mendorong multilateralrisme," jelasnya.

Adapun upaya yang dilakukan IMF, kata dia, yakni dengan memperkuat resources-nya (sumber pendanaan) untuk membantu negara-negara anggota yang terdampak dan terkena krisis. Bentuknya ialah dengan mendorong penambahan kuota dana cadangan dari anggota negara berkembang di IMF yang masih under representatif.

Saat ini, sejumlah negara berkembang seperti China, India, Brasil, termasuk Indonesia masih lebih rendah size kuota dari yang seharusnya. Oleh sebab itu, Juda mendorong supaya disesuaikan kepemilikan saham dan kuotanya dinaikkan.

Namun, diakui Juda penambahan kuota ini masih menemui kendala. Pasalnya kalau kuota negara berkembang dinaikkan, secara otomatis kuota negara maju harus diturunkan agar ditotal kepemilikan sahamnya tetap 100 persen.

"Disitu masih tarik-menarik. Di dalam Annual Meeting (AM) ini memang belum ada deal, tapi targetnya di Spring AM tahun depan, bulan April paling lambat di AM tahun depan. Waktunya sudah mendesak. Saya mewakili 13 negara Asia Tenggara yang masih under representative akan didorong supaya bersama-sama negara berkembang, agar kuota kita meningkat," jelasnya.

Tag: International Monetary Fund (IMF), Juda Agung

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Nico Martiano Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58