Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Menteri Siti: Masyarakat Sudah Gunakan 7.167 Hektar Hutan Sosial

Foto Berita Menteri Siti: Masyarakat Sudah Gunakan 7.167 Hektar Hutan Sosial
Warta Ekonomi.co.id, Tasikmalaya -

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, mengungkapkan menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dari jumlah 12.534 hektar tersebut, 7.167 hektarnya sudah digunakan masyarakat dan sisanya 5.367 hektar sudah disiapkan pemerintah.

Realisasi program Hutan Sosial di wilayah Jawa Barat saat ini sudah mencapai 12.534 hektar dari total 180 ribu hektar yang ditargetkan pemerintah pusat.

"Sebetulnya untuk Jabar (hutan sosial) sudah banyak ya dan menurut data sudah ada 7.167 hektar kemudian yang sedang disiapkan sekarang ada 5.367 hektar," katanya di acara Dialog Nasional Indonesia Maju di kawasan hutan Kota Tasikmalaya, rest area Urug Kawalu, Sabtu (13/10/2018).

Dalam dialog ini dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman serta para penyuluh kehutanan dan pertanian di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Menteri Siti menuturkan, hutan sosial yang merupakan program pemerintah pusat adalah hutan milik pemerintah yang dapat dikelola oleh masyarakat. Ditargetkan pada akhir tahun 2019 dapat terealisasi sebesar 4.3 juta hektar.

"Hutan sosial kan program pemerintah, secara keseluruhan sampai 2019 target kita 4,3 juta hektar sekarang sudah terelaisasi 2,1 juta. Sementara total untuk di pulau Jawa hutan sosial ini 200 ribu hektar di Jatim, 180 ribu di Jabar, 90 ribu di Jateng dan 30 ribu di Banten," ungkapnya.

Melalui program hutan sosial ini, masyarakat dapat menggunakan tanah milik Perhutani atau HGU yang tidak digunakan untuk keperluan yang produktif. Masyarakat bisa menggunakan tanah tersebut selama 35 tahun dan bisa diperpanjang lagi sampai 35 tahun.

"Jadi total 70 tahun masyarakat bisa meminjam tanahnya," kata Siti.

Ia menambahkan, bila masyarakat ingin mengembangkan hutan sosial harus memiliki data yang lengkap terlebih dahulu. Diantaranya luas tanah, perencanaannya, data anggota dan konsep pengembangannya.

"Data harus lengkap mulai dari luas yang akan dikelola, perencanaannya, data anggota dan lainnya lalu diusulkan saja ke kami langsung. Untuk wilayah Jabar nanti Pak Gubernur akan melihat langsung melalui Dinas Kehutanan," jelas Siti.

Adapun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan bahwa, semua rakyat Indonesia berhak atas tanah untuk dikelola melalui ketentuan yang berlaku.

"Jadi jangan hanya konglomerat saja tapi semua rakyat berhak atas tanah di Indonesia," ujarnya.

Gubernur mengatakan, hutan sosial yang merupakan program dari Presiden Joko Widodo pada dasarnya adalah program dari kepala daerah selaku pemimpin dibawahnya yang harus turut disukseskan.

"Semua program dari Presiden pada dasarnya adalah program Gubernur, Walikota dan Bupati juga maka itu harus kita sukseskan," pungkasnya.

Tag: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), Siti Nurbaya Bakar

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi