Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. CPO - Jelang akhir tahun, harga CPO harga CPO sempat terperosok sampai titik terendah yaitu US$450 per ton.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Jokowi harus bekerja lebih keras lagi mengendalikan harga sembako.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Banyak emak-emak keluhkan harga di pasar naik.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Banyak emak-emak keluhkan harga di pasar naik.
  • 15:49 WIB. Andre Rosiade - Jokowi jangan tutup mata dan bilang harga pada naik karena politisasi.
  • 15:49 WIB. Andre Rosiade - Jangan sampai keluhan rakyat soal harga sembako di politisasi.
  • 15:37 WIB. IHSG - Menjelang penutupan perdagangan sesi II, IHSG turun 29,09 poin atau 0,48% ke level Rp5,983.26
  • 15:27 WIB. Liabilitas - Terima utang Rp27,910 miliar, liabilitas YULE meningkat 516,69%.
  • 14:43 WIB. Obigasi - Hari ini, obligasi berkelanjutan III tahap III BFI Finance senilai Rp335 miliar jatuh tempo.
  • 14:42 WIB. Saham - PT Paninvest beli 157.764.000 saham PT Panin Financial. 
  • 14:42 WIB. Pelindo - Pelindo I terima kredit Rp1,3 triliun dari BMRI, BBRI, dan BBNI.
  • 14:23 WIB. Bursa - Bakrie and Brothers konversikan utang sebesar Rp9,38 triliun menjadi 146,62 juta saham baru.
  • 14:23 WIB. Perbankan -  Bank QNB Indonesia targetkan menjadi bank terbesar di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara (MEASEA) di tahun 2020. 
  • 14:20 WIB. Kopi - Produksi kopi robusta Provinsi Lampung pada tahun ini diperkirakan mencapai 104.716 ton.
  • 14:18 WIB. Kopra - Harga kopra di Malut saat ini berada di bawah Rp3.000/Kg.

IMF-WB, Indonesia Raih Dua Standing Ovation

Foto Berita IMF-WB, Indonesia Raih Dua Standing Ovation
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kisah tentang sepekan di Bali menjadi milik mereka yang hadir dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018. Barangkali ada yang merangkai persahabatan baru, menjajaki peluang kerja sama, hingga keinginan untuk tinggal lebih lama.

Namun di luar semuanya itu, sepekan di Bali menorehkan reputasi dan daya tarik yang kian tinggi bagi Indonesia.

Pertemuan IMF-WB telah diakhiri tidak saja dengan senyum melainkan dengan tawa lebar, bukan hanya bagi penyelenggara namun ribuan mereka yang hadir.

Bagi Indonesia sendiri, dua "standing ovation" para hadirin saat Presiden Joko Widodo berpidato di Plenary Session Annual Meeting 2018 menjadi bukti bahwa betapa Indonesia telah mampu menciptakan sebuah standar baru dalam banyak hal.

Sebagaimana yang disampaikan Menko Kemaritiman, Luhut B Panjaitan, bahwa Indonesia dianggap telah memberikan sesuatu yang berkelas bagi ajang IMF-WB.

Hal itu seperti yang diungkapkan Menkeu, Sri Mulyan,i tentu akan menjadi tekanan tersendiri bagi Maroko sebagai tuan rumah selanjutnya untuk mengejar standar yang diberikan Indonesia yang dianggap sangat-sangat tinggi.

Di sisi lain, Indonesia pun dibanjiri simpati dan ucapan duka cita dari berbagai petinggi negara bahkan tawaran bantuan yang mengalir bak mata air yang seketika muncul di mana-mana.

Rangkaian acara dengan 2.000 pertemuan di dalamnya terselenggara dengan apik dengan diberi sentuhan yang meninggalkan kesan paling mendalam dalam analogi "Game of Thrones" ala Presiden Jokowi.

Publik pun bereaksi spontan, media sosial kebanjiran "trending topic" serial HBO yang segera akan merilis sesi ke-8-nya itu.

Kehadiran ASEAN Sejatinya pertemuan IMF-WB umumnya dihadiri oleh para menteri keuangan, gubernur bank sentral, hingga pemangku kepentingan di bidang makroekonomi berbagai negara di dunia.

Hal berbeda terjadi di Bali, ketika Indonesia menggagas digelarnya ASEAN Leaders Gathering (ALG) di sela sibuknya agenda pertemuan tahunan paling bergengsi di bidang makro-ekonomi dunia itu.

Maka menjadi laksana sebuah bingkisan yang menyenangkan ketika konfirmasi kehadiran kemudian diterima dari seluruh Kepala Negara/Pemerintahan (Leaders) ASEAN, bahkan dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal ASEAN, Sekretaris Jenderal PBB, Presiden Bank Dunia dan Managing Director IMF.

Seluruh kepala negara/pemerintahan ASEAN yang hadir seluruhnya menjadi cermin betapa wibawa dan kepercayaan mereka terhadap Indonesia telah bertambah kuat.

Sebab bukan mudah untuk menyatukan mereka dalam satu frame jika tidak ada kesempatan yang benar-benar signifikan bagi banyak kepentingan.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melihat pertemuan tahunan IMF-WB dengan ALG di dalamnya, menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia sebagai tuan rumah yang mengesankan.

Kehadiran banyak kepala negara/pemerintahan dalam ajang itu sekaligus menjadi bukti konkret betapa Indonesia telah semakin diperhitungkan di mata dunia internasional.

Meski butuh kerja keras saat mencapainya namun diperlukan dua kali lipat kerja keras untuk mempertahankannya ke depan.

Setelah IMF-WB Pekerjaan besar selalu menanti setiap kali ada sukses akbar yang digenggam. Pengamat ekonomi, Dian Ayu Yustina, melihat Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang tidak sederhana setelah pertemuan IMF-WB.

Menurut dia, sukses bukan semata berhenti pada penyelenggaraan namun tindak lanjut konkret yang mendatangkan dampak positif bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Ekonom Bank Danamon itu memang melihat penyelenggaraan pertemuan IMF-WB yang sukses oleh pemerintah Indonesia sehingga memungkinkan mengangkat posisi Indonesia semakin kuat dalam peta ekonomi dunia.

Terlebih dari sisi penyelenggaraan juga tampak betapa Bali sudah dipersiapkan dengan matang untuk menjadi tuan rumah acara tersebut.

Pengalaman Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan APEC sebelumnya rupanya menjadi modal yang baik kali ini.

Selepas ajang itu, menurut dia, Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk tetap fokus menempatkan ekonomi Indonesia pada posisi terbaik di tengah tekanan perekonomian global.

Dalam jangka pendek, Indonesia dinilai Dian harus mampu mendorong realisasi investasi yang telah disepakati sepanjang sepekan pelaksanaan pertemuan IMF-WB.

Investasi harus terealisasi untuk menopang perekonomian domestik dalam menghadapi tantangan berat perang dagang yang sedang terjadi.

Memang Indonesia telah menunjukkan kelasnya dengan menjadi tuan rumah yang melampaui ekspektasi dan out of the box. Maka wajar jika ribuan orang barangkali sulit untuk menghilangkan kesan mereka tentang sebuah kisah sepekan di Bali.

Indonesia pun tak mudah untuk lupa tentang "double standing ovation" meski pekerjaan rumah yang panjang kini sedang menanti.

Apalagi pertemuan IMF-WB 2018 di Bali diklaim menjadi yang terbesar sepanjang sejarah terutama dilihat dari jumlah peserta yang begitu besar.

Tercatat sebanyak 36.619 orang di Bali yang ternyata hampir dua kali lipat di atas asumsi pemerintah sebelumnya yakni 19.000 orang.

Hal itu pula yang diperkirakan akan mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi Bali menjadi di atas nasional atau akan lebih dari 6,54 persen.

Salah satu penyumbang ekonomi datang dari sektor pariwisata karena sebagian peserta disinyalir melanjutkan kunjungannya di Bali untuk melancong.

Tag: World Bank (Bank Dunia)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Wisnu Widiantoro

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35