Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:01 WIB. Belanda - Indonesia dan Belanda mulai implementasi kerja sama perairan.
  • 18:00 WIB. Suriah - Perundingan damai Suriah ke-11 di Astana digelar pekan depan.
  • 18:00 WIB. Jamal Khashoggi - New York Times publikasikan video kasus pembunuhan jurnalis Saudi.
  • 17:59 WIB. Palestina - Israel tangkap 22 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat.
  • 17:59 WIB. India - Korban tewas akibat badai di India capai 46 orang.
  • 17:58 WIB. Grab - Grab ingin gandakan jumlah Engineer jadi 2.000 orang.
  • 17:57 WIB. Singapore Airlines - Kehilangan Tekanan Kabin, Pesawat Singapore Airlines Terpaksa Kembali ke Bandara Changi.
  • 17:56 WIB. Trump - Jim Carrey samakan Donald Trump dengan Iblis.
  • 17:55 WIB. Temasek - Google-Temasek: ekonomi internet Asia Tenggara bakal tembus $240 miliar di 2025.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Jokowi harus bekerja lebih keras lagi mengendalikan harga sembako.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Banyak emak-emak keluhkan harga di pasar naik.
  • 15:50 WIB. Andre Rosiade - Banyak emak-emak keluhkan harga di pasar naik.
  • 15:49 WIB. Andre Rosiade - Jokowi jangan tutup mata dan bilang harga pada naik karena politisasi.
  • 15:49 WIB. Andre Rosiade - Jangan sampai keluhan rakyat soal harga sembako di politisasi.

Chairman Nokia Bahas Luka Lama dalam Buku "Transformasi Nokia"

Foto Berita Chairman Nokia Bahas Luka Lama dalam Buku
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nokia adalah salah satu pembuat handset seluler terbesar di dunia pada masanya, hingga menyumbang sekitar 4 persen terhadap output ekonomi Finlandia. Bahkan, perusahaan tersebut pernah menjadi kebanggaan nasional di Finlandia. Namun, ketika Apple meluncurkan iPhone pada 2007, Nokia gagal menghadapi ancaman dan akhirnya harus menjual bisnis handset-nya kepada Microsoft pada 2014.

Chairman Nokia Risto Siilasma, kegagalan yang dialami Nokia disebabkan oleh kurangnya penguasaan kepemimpinan dan kewirausahaan. Tidak hanya itu, kemampuan perusahaan untuk menghadapi tantangan di masa itu juga mengalami kegagalan.

“Saya mengusulkan Nokia untuk memilih platform Google Android untuk smartphone Nokia melalui sistem Symbian milik perusahaan pada 2009, tetapi memo yang saya kirim ke Ollila tidak pernah dibahas dalam rapat,” tulis Siilasma dalam bukunya yang berjudul Transformasi Nokia: Kekuatan Optimisme Paranoid untuk Memimpin Melalui Perubahan Kolosal, dikutip dari Reuters.

Dalam buku tersebut, Siilasma membahas mengenai kegagalan Nokia dalam mempertahankan eksistensinya dalam membuat produk handset seluler. Buku tersebut telah menjadi berita utama di luar dunia bisnis karena serangannya terhadap mantan CEO dan Chairman Nokia, Jorma Ollila.

Menurut Siilasma, Ollila cepat marah dan menyebarkan ketakutan dalam organisasi sehingga menghambat diskusi terbuka di perusahaan. Ollila juga berteriak kepadanya melalui telepon ketika dia memberi tahu tentang rencananya menjual bisnis handset ke Microsoft pada 2013, ketika ia sudah menjabat sebagai Chairman Nokia.

“Percakapan kami mengikuti pola seperti biasa: saya mencoba bersikap sopan, dia meladak dan berteriak kalau saya telah menghancurkan warisannya,” tulis Siilasmaa dalam bukunya.

Sementara itu, Ollila dalam harian Helsingin Sanomat Finlandia mengatakan, Siilasma melebih-lebihkan tuduhannya dan kesulitan memahami, cara menjalankan perusahaan global yang besar berbeda dengan cara mengelola perusahaan kecil.

Di bawah pimpinan Siilasmaa, Nokia akhirnya menjual bisnis handset ke Microsoft pada 2014. Setelah itu, Nokia membeli kendali joint company dengan Siemens dari Jerman. Kemudian, Nokia menindaklanjuti langkah itu dengan mengakuisi Franco-American Alcatel-Lucent yang membuatnya menjadi salah satu pembuat jaringan seluler terbesar di dunia. Siilasmaa sendiri adalah pendiri perusahaan cyber security dan privasi Finlandia F-Secure.

Tag: Nokia

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Reuters/Mikko Stig

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6005.297 -7.053 616
2 Agriculture 1442.671 -1.953 20
3 Mining 1844.938 -18.572 47
4 Basic Industry and Chemicals 790.570 -1.875 71
5 Miscellanous Industry 1413.515 -4.728 45
6 Consumer Goods 2338.209 -9.153 49
7 Cons., Property & Real Estate 423.665 3.328 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.855 -15.574 71
9 Finance 1145.996 8.015 91
10 Trade & Service 807.510 -3.038 150
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 151 202 51 33.77
2 MTSM 139 179 40 28.78
3 SURE 2,930 3,660 730 24.91
4 POLA 228 284 56 24.56
5 KBLV 372 450 78 20.97
6 LPLI 107 124 17 15.89
7 MPRO 770 860 90 11.69
8 IMAS 1,960 2,150 190 9.69
9 TIRA 138 150 12 8.70
10 INRU 640 690 50 7.81
No Code Prev Close Change %
1 AMAG 338 272 -66 -19.53
2 GMTD 14,800 12,100 -2,700 -18.24
3 NIPS 400 350 -50 -12.50
4 RODA 388 340 -48 -12.37
5 ABMM 2,150 1,885 -265 -12.33
6 PYFA 191 171 -20 -10.47
7 PRIM 815 730 -85 -10.43
8 TRIS 250 228 -22 -8.80
9 AKSI 280 260 -20 -7.14
10 INCI 535 500 -35 -6.54
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,840 1,980 140 7.61
2 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
3 TRUK 151 202 51 33.77
4 BBCA 24,825 25,100 275 1.11
5 BBRI 3,490 3,520 30 0.86
6 ADRO 1,545 1,485 -60 -3.88
7 INKP 11,900 11,250 -650 -5.46
8 WSKT 1,530 1,630 100 6.54
9 PGAS 2,070 2,030 -40 -1.93
10 PTBA 4,740 4,660 -80 -1.69