Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:45 WIB. China - Indonesia ajak China kolaborasi dalam konsep Indo-Pasifik
  • 17:42 WIB. Real Madrid - Solari resmi jadi pelatih tetap Real Madrid.
  • 17:41 WIB. Rohingya - Bertemu di ASEAN, PM Malaysia kritik Suu Kyi soal Rohingya.
  • 17:41 WIB. Palestina - Ratusan warga Palestina di Ramallah protes agresi Israel.
  • 17:41 WIB. Laut China Selatan - Indonesia: CoC Laut China Selatan selesai tahun depan.
  • 17:40 WIB. Perang Dagang - PM China: tak ada pemenang dalam perang dagang dengan AS.
  • 17:36 WIB. Rusia - Rusia tawarkan penjualan pesawat ke Malaysia.
  • 17:36 WIB. Yaman - Kepala bantuan PBB serukan gencatan senjata di Yaman.
  • 17:36 WIB. Irak - PBB akan restorasi benteng Kirkuk Irak, barak Ottoman.
  • 17:35 WIB. Israel - Hamas: Kami beri pelajaran serius ke Israel.
  • 17:35 WIB. Gaza - DPR minta Indonesia ajukan resolusi soal Gaza.
  • 16:47 WIB. Garuda - Garuda Indonesia Group ambil alih operasional Sriwijaya Air per 9/11/2018.
  • 16:37 WIB. PLN - Danai pembangunan gardu induk dan transmisi di regional Jawa Bagian Tengah, PLN terima pinjaman Rp4,5 triliun dari sindikasi perbankan nasional.
  • 16:37 WIB. Perbankan - Bank Mandiri siapkan dana Rp2,2 triliun untuk mengembangkan teknologi keuangan. 
  • 16:37 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 23 poin ke level 5.858,293. 

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek yang Tampil di Indonesia Pavilion

Foto Berita Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek yang Tampil di Indonesia Pavilion
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai agent of development menghadirkan stan Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Indonesia Pavilion, pada Annual Meeting IMF – WB 2018. Salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergabung di program RKB dan berkesempatan tampil di Indonesia Pavilion adalah Pusako Minang.

UMKM yang dikelola oleh seorang wanita bernama Dila ini memproduksi tenun songket Pandai Sikek (Songket Pandai Singke) dari Sumatera Barat (Sumbar). Ia mengaku menjadi pengrajin Songket Pandai Sikek sejak 2008 di tanah kelahirannya, Tanah Datar, Sumbar.

“Ketika itu, saya hanya memproduksi sarung dan selendang saja, karena jumlah pengrajinnya terbatas. Tapi kemudian saya mendengar informasi tentang RKB yang membuka pelatihan bagi pengusaha muda dan saya ikut serta,” ujarnya memulai cerita dalam di Indonesia Pavilion, Nusa Dua, beberapa waktu yang lalu.

Pelatihan waktu itu, lanjut Dila, diadakan selama enam bulan bersama para pelaku UMKM lainnya di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Selama pelatihan di RKB, tokonya di Pandai Sikek tetap beroperasi. Kala itu sekitar 30-40 sarung dan selendang terjual per bulannya.

Ketika pelatihan selesai, Dila yang bergabung di RKB pada 2010 itu memberanikan diri membuka toko di sebuah mal di Jakarta, pada 2011.

“Di situlah saya memberanikan diri tak hanya jual selendang dan sarung, tapi juga kebaya, tas dan sepatu, tapi yang paling laku tetap sarung dan selendang,” ujarnya merinci.

Dila mengaku senang bergabung di RKB, karena amat membantu pengembangan usahanya, terutama penjualannya yang terus meningkat. Ia menuturkan, untuk selendang dan sarung rata-rata terjual 60-70 potong per bulan, sedangkan kebaya bisa mencapai 60 potong.

“Kalau sepatu dan tas belum sebanyak itu, dan kadang saya tak bisa menghitung secara pasti berapa produk yang terjual sebulan, karena ada saatnya pembeli memborong sangat banyak, tapi di bulan berikutnya penjualan normal,” terangnya yang kini mempekerjakan 60 pengrajin songket untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Tak hanya itu, sambung Dila, sejak bergabung di RKB, produknya tak hanya dijual secara offline, tetapi juga online berkat fasilitas Blanja.com dari RKB. Meski demikian ia mengaku penjualan offline tetap tak tergantikan, karena konsumen lebih suka datang ke toko lantaran bisa menyentuh, melihat langsung dan memilih barang dengan leluasa.

“Harga produk kami di online dengan offline sama, yang membedakan kalau beli online, konsumen dikenakan biaya kirim,” imbuh Dila.

Ia juga mengemukakan bahwa penjualan produknya yang terus meningkat, karena konsumennya juga makin bertambah. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

“Konsumen dari negara tetangga  kebanyakan datang langsung ke toko saya. Mereka sering memborong songket untuk dijual lagi di negaranya,” ujar Dila bersemangat.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan rasa bangganya telah diberikan kesempatan  memperlihatkan hasil kerajinan tangan dari Sumatera Barat di Indonesia Pavilion.

“Saya senang seluruh delegasi dari beberapa negara sangat tertarik melihat tenun songket Pandai Sikek, ini semakin membuat usaha saya mendunia,” ujar Dila Sumringah.

Berbagai manfaat yang dirasakan sejak bergabung di RKB itulah yang membuat ia optimis UMKM-nya bisa terus berkembang. Dila juga berharap kemajuan UMKM-nya bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk mengikuti jejaknya.

Staf Khusus III Menteri BUMN, Wianda Pusponegoro, mengatakan bahwa Menteri BUMN, Ibu Rini Soemarno juga memiliki fokus khusus terhadap upaya pengembangan UMKM di Indonesia.

"Untuk itu, kami memiliki program RKB sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UMKM agar UMKM Indonesia berdaya saing dan dapat go global dengan keunikan dan kekhasan masing-masing” kata Wianda dala keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Wianda menjelaskan, tugas RKB adalah mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dengan cara meningkatkan kompetensi, akses pemasaran, dan memberi kemudahan dalam hal permodalan.

"Pendampingan RKB dilakukan dengan Registrasi dan Analisa UMKM secara offline maupun online melalui smartbisnis.co.id. Hasil seleksi diarahkan pada Konsultan dan Quality Control, dimana pelaku UMKM akan didampingi ahli dalam peningkatan kualitas produknya," jelas Wianda.

Sementara itu, Wianda melanjutkan, UMKM dengan kompetensi Low diarahkan menuju tempat Belajar dan Berbagi. Pelaku UKM mendapatkan pelatihan sesuai dengan modul yang dibutuhkan, antara lain Bisnis dan Keuangan, Permodalan, Segmentasi, dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran, serta Total Quality Management.

IMF-WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia. Apalagi UMKM di Indonesia yang kini mencapai 57 juta, memegang peranan penting untuk memakmurkan ekonomi negara, karenanya sudah seharusnya diberi tempat di berbagai kesempatan agar produknya semakin dikenal luas.

Tag: Indonesia Pavilion

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Kementerian BUMN

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00