Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:23 WIB. PSSI - Kongres PSSI 2019 akan digelar di Bali, Minngu (20/01/2019). 
  • 07:54 WIB. Jambi - Jabatan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi resmi dicabut.
  • 07:54 WIB. Diskon - JD.ID gelar diskon hingga 88%.
  • 07:53 WIB. Transportasi - Blue Bird akan lakoni bisnis bus AKAP.
  • 07:53 WIB. Hoaks - LIPI sebut daerah dengan nuansa agama yang kental paling mudah termakan hoaks.
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves

Di Tengah Ketegangan Saudi, Minyak Naik Tipis

Foto Berita Di Tengah Ketegangan Saudi, Minyak Naik Tipis
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan, Selasa (16/10/2018) pagi WIB, didukung oleh ketegangan geopolitik atas hilangnya seorang wartawan Saudi yang memicu kekhawatiran pasokan dari Riyadh, serta prospek permintaan jangka panjang.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah 0,35 dolar AS menjadi ditutup pada 80,78 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 0,44 dolar AS menjadi menetap di 71,78 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Pekan lalu, kedua kontrak jatuh lebih dari empat persen karena pasar saham AS merosot.

Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, konsumen minyak utama dunia, dan Arab Saudi, salah satu produsen minyak mentah terbesar, mendukung harga minyak pada perdagangan Senin (15/10).

Riyadh telah berada di bawah tekanan sejak jurnalis Jamal Khashoggi, seorang kritikus kerajaan yang menjadi kolumnis untuk The Washington Post, telah hilang sejak ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam "hukuman berat" jika ditemukan bahwa Khashoggi terbunuh di kantor konsulat.

Arab Saudi mengatakan akan membalas tindakan apa pun terhadapnya atas kasus Khashoggi, kantor berita negara tersebut SPA melaporkan pada Minggu (14/10), mengutip sumber resmi. Ini terjadi pada saat yang kritis untuk pasar minyak global, yang sedang bersiap untuk sanksi-sanksi AS terhadap Iran mulai berlaku pada 4 November.

Amerika Serikat masih bertujuan untuk memotong penjualan minyak Iran menjadi nol, utusan khusus Washington untuk Iran mengatakan pada Senin (15/10).

Turki dan Italia adalah pembeli terakhir minyak mentah Iran di luar China, India dan Timur Tengah, menurut data tanker dan sumber industri, tanda terbaru bahwa pengiriman menerima pukulan besar dari sanksi-sanksi AS yang kian mendekat.

Beberapa produsen bertujuan untuk meningkatkan produksi di tengah penurunan ekspor Iran, dengan Irak berencana akan meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan di selatan menjadi empat juta barel per hari (bph) pada kuartal pertama 2019.

"Jika Saudi tidak datang untuk menyelamatkan ketika sanksi-sanksi Iran dimulai ... itu akan menjadikan pasar sangat kekurangan. Itu adalah ketakutan yang pada awalnya mendorong harga lebih tinggi," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Namun, beberapa premi risiko diambil keluar pasar ketika Trump pada Senin (15/10) meningkatkan kemungkinan bahwa "pembunuh jahat" harus bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi.

Mengerahkan tekanan turun pada harga, laporan bulanan Jumat (12/10) dari Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasar tampak "dipasok cukup untuk saat ini" dan memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini dan tahun depan.

Sekretaris jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pekan lalu mengatakan bahwa kelompok itu melihat pasar minyak juga dipasok dengan baik dan berhati-hati menciptakan banjir pasokan pada tahun depan.

Pelaku pasar juga fokus pada melemahnya celah "spread" bensin. Premi bensin terhadap WTI jatuh menjadi 9,49 dolar AS, terlemah sejak Februari 2017.

"Kami terus menekankan runtuhnya virtual dalam celas 'spread' bensin NYMEX sebagai pertimbangan 'bearish' terhadap pasar minyak mentah yang memberikan pengimbangan signifikan terhadap ketegangan Saudi akhir pekan dalam perdagangan hari ini," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam catatan.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Sergei Karpukhin

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56