Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:12 WIB. Lion - Lion Parcel berencana menawarkan IPO pada 2020.
  • 23:10 WIB. CPO - Harga CPO Jambi naik Rp38 per kilogram.
  • 23:09 WIB. Honda - Honda kenalkan sepeda motor listrik berteknologi robot.
  • 23:08 WIB. Askrindo - Askrindo menggelar literasi kelestarian sungai di Kwitang, Jakarta.
  • 23:06 WIB. Gempa - BMKG: gempa Dieng 2,3 SR diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal.
  • 23:05 WIB. VAR - Menpora mengatakan Liga Satu Indonesia harus menerapkan Video Assistant Referee (VAR).
  • 23:04 WIB. Ma'ruf - Ma'ruf Amin bilang, pilpres bukanlah perang, namun ajang untuk mencari pemimpin terbaik.
  • 23:03 WIB. Pilpres - Ma'ruf Amin mengaku dipilih oleh para ulama untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.
  • 23:02 WIB. NasDem - NasDem patuh terhadap PKPU, itu sebagai bukti keseriusan terhadap pemilu 2019.
  • 23:00 WIB. NasDem - Partai NasDem optimistis akan masuk tiga besar dengan perolehan minimal 100 kursi DPR.
  • 22:59 WIB. Lobster - Pemerintah menggagalkan upaya penyeludupan 43.741 benit lobster senilai Rp8,75 miliar.
  • 22:58 WIB. Sidak - Mentan melakukan sidak di Kantor Balai Karantina Denpasar terkait pelayanan ekspor.
  • 22:57 WIB. Impor - Peneliti Indef ingatkan rencana pemerintah impor bawang putih berpotensi timbulkan ekonomi rente.
  • 22:56 WIB. Wirausaha - Kemenperin sejauh ini telah membina 3.000 santri unuk menjadi wirausaha baru.
  • 22:55 WIB. KKP - KKP berhasil menggagalkan upaya penyeludupan kepiting bertelur di Medan dan Balikpapan.

Neraca Dagang Surplus, Pengusaha: Jangan Lengah!

Neraca Dagang Surplus, Pengusaha: Jangan Lengah! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mengalami surplus sebesar US$0,23 miliar. Capaian  tersebut dinilai lebih baik jika dibandingkan dua bulan sebelumnya yang masing-masing mengalami defisit US$2,03 miliar (Juli) dan US$1,02 miliar (Agustus). Namun surplus tersebut dianggap sebagai pencapaian yang harus diwaspadai oleh para pengusaha. 

Jahja B Soenarjo, pengusaha yang juga menjabat sebagai Ketua CEO Business Forum (CBF) mengungkapkan, surplus 'tipis' neraca perdagangan September 2018 sebesar US$230 juta tidak bisa langsung dianggap sesuatu yang melegakan. Surplus ini belum menjadi indikator yang bagus karena dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor maupun impor turun mengikuti pola biasanya yang memang menurun di bulan-bulan tersebut.

"Beruntung, penurunan impor akibat menguatnya nilai tukar dan sedikit lebih ketatnya peraturan, membuat rem impor lebih pakem sementara waktu. Sehingga penurunan 13% dibanding bulan sebelumnya terasa cukup signifikan dibanding ekspor yang turun 6,6%," kata dia, Selasa (16/10/2018) melalui pesan singkat. 

Ia menambahkan bahwa ekspor hasil tambang dan beberapa komoditas, khususnya ke China, juga terkendala akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Apalagi suasana perang dagang dengan Amerika Serikat, Game of Thrones," tegasnya.

Menurut Jahja, hasil surplus hanya membantu sedikit terhadap defisit transaksi, dan hal itu dinilai masih jauh dari target. Untuk itu, Jahja mengimbau pemerintah dan kalangan pengusaha untuk terus berupaya menggenjot ekspor dari sektor bernilai tambah, tidak hanya komoditas dan raw material, namun pasar-pasar baru juga harus giat dicari dan dipenetrasi, misi dagang harus memiliki target yang terukur, para duta besar maupun jajarannya dilibatkan, dan berperan aktif sebagai marketer untuk Indonesia, baik semua produk maupun pariwisatanya. 

"Beberapa kedubes kita sudah menjadi contoh yang luar biasa, seperti Kedubes RI untuk Rusia, Tiongkok, Selandia Baru, Korea Selatan, dan banyak lagi," ujarnya. 

Jahja mengharapkan agar kopi dan teh, yang telah menjadi salah satu komoditas primadona, dapat diekspor dalam kondisi sudah terolah. Begitu pun dengan garam dan gula semut yang juga memiliki pasar yang cukup baik.

"Demikian pula untuk hasil laut yang pasarnya cukup besar dan penangkapan ikan secara liar sudah lebih terkendali. Sehingga, terbuka pula peluang investasi pengolahan hasil laut berorientasi ekspor di Indonesia. Masih banyak sektor berpotensi ekspor yang dapat digarap," ujarnya. 

Apalagi, lanjut Jahja, di Oktober ini, perhelatan IMF-Bank Dunia di Bali, berlanjut dengan perhelatan besar Trade Expo Indonesia 2018 di ICE BSD Tangerang, yang biasanya dihadiri oleh sejumlah ribuan pembeli luar negeri. Perhelatan ini harus dapat menjadi peluang untuk menggenjot ekspor di tengah nilai tukar rupiah yang kian melemah.

"Winter is coming atau summer still suffering, kita harus siap," tandasnya. 

Tag: CBF, Neraca Perdagangan

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00