Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Prabowo klaim Gerindra banyak caleg perempuan DPR RI, padahal PSI paling banyak.
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Kalau dibilang Jokowi pakai teks dan Prabowo pakai isi otak isinya hoax.
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Isi otak Prabowo tak lebih dari hoax dan kebohongan.

BEI Finalisasi Penerapan Penyelesaian T+2

Foto Berita BEI Finalisasi Penerapan Penyelesaian T+2
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menerapkan percepatan waktu (settelement) transaksi serah saham dari T+3 menjadi T+2. Hal tersebut akan direalisasikan pada 28 November mendatang.

Sampai saat ini, fasilitas lending dan borrowing atau pinjam-meminjam efek (PME) yang bertujuan mengantisipasi terjadinya gagal serah terima saham, masih dalam tahap finalisasi. "Sedang kita lakukan finalisasi, lalu persiapan sistem juga sedang dilakukan pengujiannya, kemudian persiapan pembiasaan supaya berubah mekanisme penyelesaian transaksinya itu semua pelaku sudah bisa terlibat." Ujar Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fazwi, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Persiapan tersebut dianggap menjadi fokus penting karena dengan perubahan tersebut memungkinkan terjadinya kebingungan para investor. Mengingat para investor harus mengubah pola penyelesaian yang awalnya tiga hari transaksi menjadi dua hari.

Ia mengharapkan sistem ini bisa menghasilkan efisiensi perdagangan. "Tidak hanya efisiensi, dengan pemendekan waktu (settlement) juga bisa lebih ke peningkatan kapasitas dari setiap anggota bursa dan nasabah," jelasnya.

Menurutnya, transaksi dengan nilai yang sama atau nilai lebih besar bisa dioptimalkan bagi para investor. "Barang terbatas, uang terbatas, bisa dicover peningkatannya. Ya, kira-kira sepertiganya bisa." Pungkasnya.

Bersamaan dengan itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo mengatakan pihaknya berharap bisa membawa Bursa Efek Indonesia lebih terukur ke depannya. "Kita ingin supaya IDX bisa lebih sehat, kita harus sadar bahwa kit harus lebih efisien, lebih terukur, bahkan termasuk jajaran direksi," katanya.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Nadya Zul El Nuha

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56