Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Bekraf Gelar World Conference on Creative Economy Bulan Depan

Foto Berita Bekraf Gelar World Conference on Creative Economy Bulan Depan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang padu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkontribusi di 16 subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Hasilnya, sepanjang 2017, terdapat peningkatan signifikan pada pertumbuhan ekraf di Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya adalah perkembangan teknologi digital dalam ekraf.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, pemanfaatan teknologi di berbagai subsektor membawa pengaruh besar terhadap sektor ekraf. Tahun lalu, PDB dari ekraf mencapai sekitar lebih dari Rp1 ribu triliun. Bahkan, pada 2019 mendatang, angka tersebut diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari Rp1,2 ribu triliun. Adapun subsektor yang berpengaruh besar terhadap perolehan PDB ialah fesyen, kriya, dan kuliner.

"Subsektor-subsektor tersebut lebih resisten terhadap guncangan ekonomi dunia, sehingga mereka masih akan menjadi subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian industri kreatif," jelas Triawan dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Selain itu, subsektor lain yang memiliki potensi menjadi kekuatan baru di ekraf ialah film, musik, seni, dan gim (animasi). Oleh karena itu, terdapat berbagai program yang disiapkan Bekraf untuk semakin mendukung kemajuan ekraf di Indonesia.

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan (Deputi I Bekraf) Abdur Rohim Boy Berawi berujar, "Deputi kami telah membangun Pusat Unggulan Ekonomi Kreatif dan menjalankan beberapa program, seperti Coding Mum, Ikkon, Create, dan Orbit."

Ada pula program dari Deputi II dan Deputi III Bekraf berupa Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang disalurkan hingga Rp6 miliar di 2018, Bantuan Pemerintah (Banper) untuk Sarana Ruang Kreatif, Revitalisasi Ruang Kreatif, dan Sarana TIK yang mencapai Rp45,5 miliar sepanjang 2017 lalu. Program-program tersebut bertujuan untuk memperkuat pondasi sektor ekraf Indonesia dengan riset yang akurat.

Co-Founder & Chief Technology Officer Mycotech Arekha Bentangan mengatakan, "Bekraf merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam perjalanan Mycotech. Saat kami menjadi bagian dari delegasi Indonesia di ajang SXSW 2018, kami dapat menunjukkan produk dan teknologi Mycotech serta mendapat kesempatan untuk menjalin kemitraan dengan investor luar negeri."

Deputi Hubungan Antar-Lembaga dan Wilayah (Deputi VI Bekraf) juga menjalankan program, seperti Kopikkon, Buku Pedoman Komisi Film Daerah, World Conference on Creative Economy 2018, Pendukungan Travel Grant untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, serta dukungan terhadap program 1.000 Layar untuk Indonesia untuk memajukan industri perfilman Indonesia.

Investment Associate Ideosource Rahadian Agung mengaku akan mendukung perfilman Indonesia melalui investasi. Bahkan, di masa depan, Ideosource berencana aktif berkontribusi dalam proses co-producing, terutama di sisi pemasaran film dan distribusinya.

Setiap program yang dibuat Bekraf bertujuan untuk meningkatkan PDB, nilai ekspor, dan tenaga kerja di sektor ekraf. Untuk itu, Bekraf perlu membangun ekosistem ekraf yang solid dan produktif dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menyelenggarakan World Conference on Creative Economy pada 6-8 November 2018.

"Konferensi ini merupakan yang pertama di dunia untuk sektor ekonomi kreatif. Dengan ini, fokus seluruh dunia akan kembali tertuju pada Indonesia," tutup Triawan.

Tag: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Bekraf

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35