Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Prabowo klaim Gerindra banyak caleg perempuan DPR RI, padahal PSI paling banyak.

Bekraf Gelar World Conference on Creative Economy Bulan Depan

Foto Berita Bekraf Gelar World Conference on Creative Economy Bulan Depan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang padu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkontribusi di 16 subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Hasilnya, sepanjang 2017, terdapat peningkatan signifikan pada pertumbuhan ekraf di Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya adalah perkembangan teknologi digital dalam ekraf.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, pemanfaatan teknologi di berbagai subsektor membawa pengaruh besar terhadap sektor ekraf. Tahun lalu, PDB dari ekraf mencapai sekitar lebih dari Rp1 ribu triliun. Bahkan, pada 2019 mendatang, angka tersebut diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari Rp1,2 ribu triliun. Adapun subsektor yang berpengaruh besar terhadap perolehan PDB ialah fesyen, kriya, dan kuliner.

"Subsektor-subsektor tersebut lebih resisten terhadap guncangan ekonomi dunia, sehingga mereka masih akan menjadi subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian industri kreatif," jelas Triawan dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Selain itu, subsektor lain yang memiliki potensi menjadi kekuatan baru di ekraf ialah film, musik, seni, dan gim (animasi). Oleh karena itu, terdapat berbagai program yang disiapkan Bekraf untuk semakin mendukung kemajuan ekraf di Indonesia.

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan (Deputi I Bekraf) Abdur Rohim Boy Berawi berujar, "Deputi kami telah membangun Pusat Unggulan Ekonomi Kreatif dan menjalankan beberapa program, seperti Coding Mum, Ikkon, Create, dan Orbit."

Ada pula program dari Deputi II dan Deputi III Bekraf berupa Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang disalurkan hingga Rp6 miliar di 2018, Bantuan Pemerintah (Banper) untuk Sarana Ruang Kreatif, Revitalisasi Ruang Kreatif, dan Sarana TIK yang mencapai Rp45,5 miliar sepanjang 2017 lalu. Program-program tersebut bertujuan untuk memperkuat pondasi sektor ekraf Indonesia dengan riset yang akurat.

Co-Founder & Chief Technology Officer Mycotech Arekha Bentangan mengatakan, "Bekraf merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam perjalanan Mycotech. Saat kami menjadi bagian dari delegasi Indonesia di ajang SXSW 2018, kami dapat menunjukkan produk dan teknologi Mycotech serta mendapat kesempatan untuk menjalin kemitraan dengan investor luar negeri."

Deputi Hubungan Antar-Lembaga dan Wilayah (Deputi VI Bekraf) juga menjalankan program, seperti Kopikkon, Buku Pedoman Komisi Film Daerah, World Conference on Creative Economy 2018, Pendukungan Travel Grant untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, serta dukungan terhadap program 1.000 Layar untuk Indonesia untuk memajukan industri perfilman Indonesia.

Investment Associate Ideosource Rahadian Agung mengaku akan mendukung perfilman Indonesia melalui investasi. Bahkan, di masa depan, Ideosource berencana aktif berkontribusi dalam proses co-producing, terutama di sisi pemasaran film dan distribusinya.

Setiap program yang dibuat Bekraf bertujuan untuk meningkatkan PDB, nilai ekspor, dan tenaga kerja di sektor ekraf. Untuk itu, Bekraf perlu membangun ekosistem ekraf yang solid dan produktif dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menyelenggarakan World Conference on Creative Economy pada 6-8 November 2018.

"Konferensi ini merupakan yang pertama di dunia untuk sektor ekonomi kreatif. Dengan ini, fokus seluruh dunia akan kembali tertuju pada Indonesia," tutup Triawan.

Tag: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Bekraf

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56