Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:08 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo pelajari penerapan eSIM di Indonesia.
  • 19:06 WIB. Apple - Teknologi eSIM milik iPhone tak bisa dipakai di Indonesia.
  • 19:04 WIB. Indosat - Jaringan 4G Plus Indosat Ooredoo di Sumut akan meliputi 586 spot baru.
  • 19:01 WIB. Apple - Apple Watch 4 resmi dijual di Indonesia seharga Rp8 juta.
  • 18:57 WIB. Apple - Apple buka blokir Tumblr yang mulai bersih-bersih konten porno.
  • 18:55 WIB. MediaTek - MediaTek rilis Helios P90.
  • 18:53 WIB. Huawei - Huawei P30 Pro bakal pakai layar OLED.
  • 16:09 WIB. AP II - AP II resmi mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap I 2018 sebesar Rp750 miliar di pasar modal.
  • 16:08 WIB. BTN - BTN membidik penjualan aset sebesar Rp600 miliar di tahun depan lewat KPR Lelang.
  • 16:03 WIB. Infrastruktur - Jembatan Batang Kula jalur Padang-Bukittinggi, sudah bisa dilalui besok.
  • 14:02 WIB. Youtube - Youtube hapus 58 juta video spam.
  • 14:02 WIB. Grab - Grab yakin bakal jadi Decacorn pertama di Asia Tenggara.

6 Faktor Penyebab Perusahaan Jadi Pailit, Hindari, Ya!

Foto Berita 6 Faktor Penyebab Perusahaan Jadi Pailit, Hindari, Ya!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

 

Setelah dijelaskan mengenai perbedaan pailit dan bangkrut, dalam artikel kali ini mari kita bahas mengenai faktor yang menyebabkan sebuah perusahaan dapat dinyatakan pailit.

Meskipun hampir sama, perusahaan pailit dan bangkrut ternyata memiliki perbedaan yang mencolok dari segi definisi dan penyebabnya. Faktor-faktornya pun ternyata berbeda, berikut faktor-faktor penyebab kepailitan suatu perusahaan:

Tidak Mampu Menangkap Kebutuhan Konsumen

Perusahaan yang sehat harus mampu menangkap kebutuhan konsumen agar layanan atau produk yang diberikan bisa diterima di pasar. Namun, jika hal tersebut diabaikan maka produk yang dihasilkan oleh konsumen tidak akan diserap sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, untuk menghindari perusahaan Anda mengalami kepailitan, Anda harus mampu dan cekatan untuk menangkap kebutuhan konsumen di pasar.

Terlalu Fokus pada Pengembangan Produk

Fokus terhadap pengembangan produk memang baik adanya, namun apabila fokus yang Anda terapkan mengganggu yang lainnya, ada baiknya mengurangi tingkat kefokusan tersebut.

Untuk mengembangkan suatu produk sebaiknya jangan terlalu fokus, karena nanti malah sia-sia. Jika Anda terlalu fokus, Anda akan melupakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan kepekaan terhadap situasi di dalam perusahaan Anda akan terlupakan.

Ada Rasa Ketakutan Berlebihan

Memiliki rasa takut bangkrut, rugi dan lain-lain itu wajar. Namun, jangan sampai berlebihan hingga menjadi tidak fokus untuk melayani kebutuhan konsumen. Kondisi ketakutan yang berlebih harus dihindari. Jangan sampai kinerja perusahaan Anda terhambat dan mengalami kehancuran.

Berhenti Melakukan Inovasi

Inovasi dalam dunia bisnis itu penting. Apakah tidak membosankan apabila Anda bergelut dibidang yang sama dan dalam kondisi stuck? Tentu iya. Pada dasarnya, inovasi dan perkembangan itu berjalan beriringan, semakin Anda mengeluarkan inovasi suatu perusahaan, tentu perusahaan itu akan berkembang.

Seperti misalnya Nokia, raksasa ponsel pada zamannya bisa runtuh lantaran tak mau berinovasi. Sehingga dia dibalap oleh perusahaan Samsung yang saat itu kedudukannya masih jauh di bawahnya. Setelah melihat keunggulan dari Samsung, barulah Nokia hendak melakukan inovasi, namun sayang seribu sayang itu sudah terlambat.

Pergerakan Kompetitor Diabaikan

Merupakan hal yang lumrah apabila perusahaan merasakan besar kepala ketika sudah menduduki kesuksesan. Ketika sudah merasa di puncak, perusahaan kurang memperhatikan langkah dari kompetitornya yang sudah memiliki rencana lebih matang untuk menjalankan misi menggantikan posisi lawannya.

Seperti kasus Nokia VS Samsung, saat itu Nokia menganggap Samsung tak ada apa-apanya dibandingkan perusahaan miliknya. Nyatanya Samsung justru bergerak perlahan namun pasti hingga bisa menghancurkan Nokia.

Terjebak Utang

Tentunya ini yang menjadi penyebab utama dari kepailitan suatu perusahaan. Terkadang perusahaan terlalu berani mengambil risiko dengan mengambil utang yang terlalu tinggi kepada perusahaan lain. Tanpa menghiraukan bagaimana cara mengembalikannya. Hal ini lah yang membuat kepailitan dari perusahaan.

 

Tag: Tips Bisnis

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Pietro Tebaldi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00