Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:23 WIB. Perundingan - Penasihat ekonomi AS sebut ada perkembangan dalam perundingan damai dagang AS-China. 
  • 08:23 WIB. PSSI - Kongres PSSI 2019 akan digelar di Bali, Minngu (20/01/2019). 
  • 07:54 WIB. Jambi - Jabatan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi resmi dicabut.
  • 07:54 WIB. Diskon - JD.ID gelar diskon hingga 88%.
  • 07:53 WIB. Transportasi - Blue Bird akan lakoni bisnis bus AKAP.
  • 07:53 WIB. Hoaks - LIPI sebut daerah dengan nuansa agama yang kental paling mudah termakan hoaks.
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves

Jokowi Tinjau Pembangunan "Risha" Bareng Bu Iriana

Foto Berita Jokowi Tinjau Pembangunan
Warta Ekonomi.co.id, Sumbawa Barat, -

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang ditawarkan kepada masyarakat Lombok yang ingin membangun kembali rumahnya setelah ambruk karena diguncang gempa bumi.

"Ini salah satu rumah yang telah dibangun (struktur konstruksi, red.). Tadi saya tanya ke pemilik baru empat hari dibangun. Artinya memang cepat sekali," kata Presiden saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Risha di Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis.

Risha merupakan salah satu teknologi pembangunan rumah tahan gempa. Desain Risha dirancang mampu menahan guncangan gempa besar dan dapat dibangun dengan cepat.

Saat peninjauan itu, Presiden menyaksikan sejumlah rumah yang dibangun dengan menggunakan teknologi Risha terdiri atas struktur kolom bangunan dan rangka atap yang hampir selesai.

Presiden juga berdiskusi dengan seorang pemilik rumah mengenai alasannya memilih Risha sebagai solusi pembangunan hunian miliknya.

"Saya tadi tanya ke pemilik kenapa membangunnya rumah ini? Biar cepat selesai, selesai dihuni. Saya rasa semua inginnya seperti itu," demikian Presiden dalam keterangan Deputi Protokol, Pers dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Pemerintah tetap memberikan pilihan bagi masyarakat Lombok yang ingin kembali membangun tempat tinggalnya apakah menggunakan Risha atau membangun rumah konvensional dengan kayu atau bahan-bahan lain.

Presiden mengingatkan pilihan apapun yang nantinya diambil, agar tetap membangun dengan konstruksi yang tahan guncangan gempa.

"Tapi rakyat diberikan pilihan-pilihan. Silakan memilih yang Risha atau yang konvensional pakai kayu. Pilihan itu silakan rakyat yang menentukan," kata Presiden.

Kepala Negara berharap masyarakat Lombok segera kembali membangun dan menghuni tempat tinggalnya.

Pemerintah juga telah menyederhanakan prosedur pencairan dana bantuan pemerintah sehingga masyarakat dapat lebih mudah melakukan pencairan dana bantuan pembangunan kembali rumah masing-masing.

"Sekarang ini yang sudah pegang tabungan itu sudah bisa mencairkan dengan hanya satu prosedur," kata Presiden.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo kembali mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memantau penanganan dampak gempa yang terjadi di daerah itu beberapa waktu lalu.

Presiden juga meninjau penanganan dampak gempa di Lombok Timur dan menyerahkan beasiswa kepada pelajar terdampak bencana.

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sekretariat Presiden

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56